Pembelian Emas Bank Sentral Melambat 

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 9 Maret 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Aktivitas pembelian emas oleh bank sentral dunia masih berlanjut pada awal 2026. Namun demikian, lajunya mulai melambat dibandingkan tahun sebelumnya.

World Gold Council mencatat bank sentral global hanya menambah sekitar 5 ton emas pada Januari 2026. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata pembelian bulanan sepanjang 2025 yang mencapai sekitar 27 ton.

World Gold Council menjelaskan volatilitas harga emas dan faktor musiman setelah libur akhir tahun menekan aktivitas pembelian pada awal tahun. Meski begitu, ketidakpastian geopolitik tetap mendorong banyak bank sentral mempertahankan emas dalam cadangan devisa.

Uzbekistan Pimpin Pembelian Emas

Di sisi pembeli, Uzbekistan mencatat tambahan emas terbesar pada Januari. Negara tersebut menambah sekitar 9 ton emas dan melanjutkan tren akumulasi sejak Oktober 2025. Saat ini Uzbekistan menyimpan sekitar 399 ton emas, sementara porsi emas dalam cadangan devisa negara itu terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga :  Harga Emas Antam 27 April 2026 Tembus Rp2,75 Miliar per Kg, Ini Rinciannya

Sementara itu, Malaysia kembali membeli emas setelah cukup lama absen. Bank Negara Malaysia menambah sekitar 3 ton emas pada Januari. Aksi ini menjadi pembelian pertama sejak 2018. Dengan tambahan tersebut, Malaysia kini menyimpan sekitar 42 ton emas atau sekitar 5% dari total cadangan devisa.

Selain itu, beberapa negara lain juga meningkatkan kepemilikan emas. Czech Republic dan Indonesia masing-masing menambah sekitar 2 ton emas. Kemudian China dan Serbia membeli sekitar 1 ton emas. Data ini menunjukkan semakin banyak bank sentral yang masuk ke pasar emas pada awal tahun.

Sejumlah Negara Justru Melepas Emas

Di sisi lain, beberapa negara justru mengurangi cadangan emas.

Bank of Russia menjual sekitar 9 ton emas pada Januari dan mencatat penjualan terbesar pada periode tersebut. Selain itu, Bulgaria juga menjual sekitar 2 ton emas setelah negara itu mengadopsi euro pada awal 2026 dan mulai menyesuaikan sistem cadangan dengan bank sentral Eropa.

Baca Juga :  Lucy Guo: Drop Out Kuliah, Kini Jadi Miliarder dari Bisnis AI

Selanjutnya, Kazakhstan dan Kyrgyz Republic masing-masing mengurangi cadangan sekitar 1 ton emas.

Korea Selatan Siapkan ETF Emas

Perkembangan lain muncul dari South Korea. Bank of Korea berencana memasukkan ETF emas fisik yang tercatat di bursa luar negeri ke dalam portofolio cadangan devisa mulai kuartal I-2026.

Bank sentral Korea Selatan memilih instrumen tersebut karena instrumen ini menawarkan likuiditas tinggi dan transaksi yang lebih mudah dibandingkan pembelian emas fisik secara langsung. Saat ini Korea Selatan menyimpan sekitar 104 ton emas atau sekitar 4% dari total cadangan devisa.

Tren Diversifikasi Cadangan Devisa

Secara keseluruhan, World Gold Council melihat kemunculan nama-nama baru dalam daftar pembeli sebagai potensi pola pada 2026. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak negara meningkatkan kepemilikan emas untuk memperkuat cadangan devisa di tengah perubahan ekonomi dan geopolitik global.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Kantongi HAKI, PT Tren Gen Horizon Mantapkan Langkah di Industri Iklan Digital
GBK Berubah Jadi Mesin Ekonomi Jakarta, Pendapatan Tembus Rp812 Miliar
Shopee Kucurkan Rp165 Miliar Voucher UMKM, Dorong Lonjakan Penjualan Produk Lokal
Mantan Dosen Matematika Ini Bangun Kerajaan Investasi Modern hingga Jadi Miliarder Dunia
Prabowo Dorong UMKM Naik Kelas, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
Job Fair Jakarta Utara 2026 Dibuka, Puluhan Perusahaan Cari Karyawan Baru dari Berbagai Bidang
AirAsia Siapkan Maskapai Baru, Siap Ekspansi Besar di Tengah Tekanan Harga Minyak
Kabar Baik untuk Tukang Ojek dan Sopir Angkot, 6,7 Juta Pekerja Rentan Kini Dapat BPJS Gratis
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:47 WIB

Kantongi HAKI, PT Tren Gen Horizon Mantapkan Langkah di Industri Iklan Digital

Senin, 18 Mei 2026 - 04:00 WIB

GBK Berubah Jadi Mesin Ekonomi Jakarta, Pendapatan Tembus Rp812 Miliar

Senin, 18 Mei 2026 - 02:00 WIB

Shopee Kucurkan Rp165 Miliar Voucher UMKM, Dorong Lonjakan Penjualan Produk Lokal

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:00 WIB

Mantan Dosen Matematika Ini Bangun Kerajaan Investasi Modern hingga Jadi Miliarder Dunia

Kamis, 14 Mei 2026 - 05:00 WIB

Prabowo Dorong UMKM Naik Kelas, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

Berita Terbaru