Banjir Barang Ilegal China Bikin UMKM Kritis, Kredit Macet

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 Maret 2026 - 00:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Menteri UMKM, Maman Abdurahman, menyoroti lonjakan kredit macet di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia menjelaskan bahwa arus barang impor ilegal asal China membanjiri pasar domestik sehingga pelaku UMKM kesulitan bersaing dengan harga barang yang jauh lebih murah.

Menurut Maman, banyak UMKM gagal memutar usaha karena produk mereka kalah bersaing dengan barang impor murah. Seiring berjalannya waktu, penjualan mereka menurun drastis, sehingga mereka kesulitan membayar cicilan pinjaman. Kondisi ini mendorong kenaikan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) di segmen UMKM.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Rp 3,02 Juta per Gram, Buyback Rp 2,79 Juta

Ia menegaskan, pemerintah tidak boleh membiarkan pasar dikuasai produk ilegal. Oleh karena itu, Kementerian UMKM bekerja sama dengan berbagai lembaga terkait untuk menertibkan arus impor yang merugikan pelaku usaha lokal. Maman juga menyoroti ketimpangan neraca perdagangan dengan China yang menunjukkan selisih signifikan antara ekspor dan impor, sehingga pelaku UMKM menghadapi tekanan lebih berat.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pelaku UMKM harus diperhatikan dari hulu hingga hilir. Pemerintah sudah menyalurkan pembiayaan, insentif, dan stimulus, namun jika pasar di tingkat akhir tidak sehat, dukungan tersebut tidak efektif. Akibatnya, risiko kredit macet meningkat dan menimbulkan masalah sosial bagi para pelaku usaha.

Baca Juga :  BI-Fast Baru Segera Hadir, Transfer Luar Negeri Kini Bisa Instan dan Lebih Murah

Data Bank Indonesia menunjukkan rasio NPL UMKM mencapai 4,6% pada Januari 2026, naik dari 4,33% pada Desember 2025. Angka ini jauh di atas rata-rata NPL industri perbankan yang berada di level 2%, sehingga kondisi kredit UMKM tetap sangat rentan.

Dengan situasi ini, seluruh pemangku kepentingan perlu bertindak cepat. Jika mereka tidak mengawasi impor ilegal dan memperbaiki ekosistem pasar, pelaku UMKM akan terus tertekan, dan stabilitas kredit perbankan menghadapi risiko yang lebih besar.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Kantongi HAKI, PT Tren Gen Horizon Mantapkan Langkah di Industri Iklan Digital
GBK Berubah Jadi Mesin Ekonomi Jakarta, Pendapatan Tembus Rp812 Miliar
Shopee Kucurkan Rp165 Miliar Voucher UMKM, Dorong Lonjakan Penjualan Produk Lokal
Mantan Dosen Matematika Ini Bangun Kerajaan Investasi Modern hingga Jadi Miliarder Dunia
Prabowo Dorong UMKM Naik Kelas, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
Job Fair Jakarta Utara 2026 Dibuka, Puluhan Perusahaan Cari Karyawan Baru dari Berbagai Bidang
AirAsia Siapkan Maskapai Baru, Siap Ekspansi Besar di Tengah Tekanan Harga Minyak
Kabar Baik untuk Tukang Ojek dan Sopir Angkot, 6,7 Juta Pekerja Rentan Kini Dapat BPJS Gratis
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:47 WIB

Kantongi HAKI, PT Tren Gen Horizon Mantapkan Langkah di Industri Iklan Digital

Senin, 18 Mei 2026 - 04:00 WIB

GBK Berubah Jadi Mesin Ekonomi Jakarta, Pendapatan Tembus Rp812 Miliar

Senin, 18 Mei 2026 - 02:00 WIB

Shopee Kucurkan Rp165 Miliar Voucher UMKM, Dorong Lonjakan Penjualan Produk Lokal

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:00 WIB

Mantan Dosen Matematika Ini Bangun Kerajaan Investasi Modern hingga Jadi Miliarder Dunia

Kamis, 14 Mei 2026 - 05:00 WIB

Prabowo Dorong UMKM Naik Kelas, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

Berita Terbaru

Oplus_0

Uncategorized

Jangan Lewatkan! Tambah Daya PLN Kini Lebih Hemat Hingga 50 Persen

Jumat, 22 Mei 2026 - 06:00 WIB