JAKARTA – Miliarder teknologi Elon Musk membuka lowongan kerja dengan cara yang tidak biasa. Ia bahkan tidak meminta calon pelamar menyusun CV atau menulis surat lamaran seperti proses rekrutmen pada umumnya.
Sebagai gantinya, Musk meminta pelamar menuliskan tiga poin singkat tentang masalah teknis paling sulit yang pernah mereka selesaikan sepanjang hidup.
Ia menyampaikan hal tersebut ketika mencari orang untuk bergabung dalam tim desain chip kecerdasan buatan. Nantinya, tim itu akan bekerja di Tesla yang saat ini mengembangkan proyek superkomputer AI Dojo3.
“Tiga poin singkat mengenai masalah teknis tersulit yang pernah Anda selesaikan,” tulis Musk melalui unggahan di X, seperti dilaporkan Fortune, Rabu (25/2/2026).
Bukan Metode Baru
Namun, Musk sebenarnya sudah lama menggunakan metode serupa. Ia pernah meminta pegawai pemerintah menuliskan lima poin pencapaian kerja terbaru ketika gelombang pemutusan hubungan kerja melanda sektor pemerintah.
Saat itu, sekitar 25 ribu pegawai federal kehilangan pekerjaan. Musk bahkan menilai ketidakmampuan pegawai menuliskan pencapaian sebagai sinyal pengunduran diri.
“Kegagalan merespons berarti Anda memilih mengundurkan diri,” ujarnya saat itu.
Musk Lebih Percaya Percakapan
Selain itu, Musk juga menggunakan pendekatan serupa di kantor X yang sebelumnya bernama Twitter.
Dalam beberapa kesempatan, Musk menegaskan bahwa ia lebih mengutamakan percakapan langsung dibandingkan resume.
“Resume mungkin terlihat sangat mengesankan. Namun jika percakapan setelah 20 menit tidak terasa ‘wow’, Anda harus mempercayai percakapan itu,” ujarnya dalam sebuah wawancara.
Perusahaan Lain Ikuti Tren
Sementara itu, banyak perusahaan lain mulai mengikuti pendekatan rekrutmen tanpa CV. Laporan platform penilaian keterampilan TestGorilla pada 2023 menunjukkan bahwa sekitar tiga perempat perusahaan menggunakan penilaian keterampilan selama proses perekrutan.
Melalui metode ini, perusahaan dapat menilai kemampuan nyata kandidat, bukan hanya melihat riwayat pekerjaan dalam CV.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









