KERINCI – DPRD Kabupaten Kerinci menggelar hearing dengan Bank Jambi setelah gangguan layanan online. Banyak nasabah kesulitan mengakses akun melalui M-banking dan ATM, sehingga muncul keluhan dari masyarakat.
Nasabah Mengalami Kesulitan Transaksi
Sejumlah nasabah melapor tidak bisa menarik uang atau melakukan transfer. Gangguan ini menimbulkan kekhawatiran, terutama menjelang pencairan gaji dan tunjangan rutin.
Bank Jambi Melakukan Audit
Pimpinan Cabang Bank Jambi Kerinci, Ardian Setiawan, menjelaskan pihaknya bekerja sama dengan OJK, Bank Indonesia, dan Kepolisian untuk mengaudit sistem.
“Gangguan muncul akibat serangan siber yang meniru pola transaksi normal nasabah,” ujar Ardian. Ia menambahkan nasabah yang rugi dapat melapor langsung ke Bank Jambi. Bank Jambi akan mengembalikan dana dalam waktu kurang dari 10 hari kerja.
Bank Jambi Siap Bertanggung Jawab
Ardian menegaskan Bank Jambi menanggung penuh kerugian nasabah yang terbukti. Nasabah masih bisa melakukan transaksi langsung di kantor cabang.
DPRD Mendorong Pemulihan Layanan
Ketua DPRD Kerinci, Irwandri, SE, MM, menekankan pentingnya Bank Jambi segera memulihkan layanan online. Masyarakat harus dapat mengakses layanan perbankan tanpa hambatan.
Pemulihan Sistem Menjadi Prioritas
Sekwan DPRD Kerinci menambahkan Bank Jambi harus mempercepat perbaikan aplikasi online. Awal bulan mendatang, bank akan menyalurkan gaji ASN, TPP, dan sertifikasi guru. Jika layanan belum pulih, nasabah akan antre panjang di kantor cabang.
Bank Jambi Evaluasi Layanan
Bank Jambi mengevaluasi sistem TI dan kinerja pegawai untuk mencegah gangguan serupa. Pihak bank masih menghitung total kerugian nasabah akibat gangguan layanan.
DPRD Terus Memantau
DPRD Kabupaten Kerinci akan terus mengawal proses pemulihan. Tujuannya memastikan nasabah tetap aman dan dana mereka terlindungi.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









