OJK Bidik 32 Influencer Saham

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 24 Februari 2026 - 22:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali memburu influencer media sosial yang terlibat praktik penggorengan saham. Kali ini, OJK membidik 32 nama. Mereka menyebarkan informasi menyesatkan dan memengaruhi pergerakan harga saham di pasar modal.

Langkah ini menegaskan komitmen OJK untuk menjaga integritas dan transparansi pasar modal Indonesia.

OJK Perketat Pengawasan Konten Investasi

Seiring meningkatnya promosi saham di media sosial, OJK memperketat pengawasan. OJK memantau berbagai platform digital secara aktif dan rutin.

OJK menemukan sejumlah akun yang rutin merekomendasikan saham tertentu tanpa analisis yang jelas dan terukur. Selain itu, beberapa influencer membangun sentimen positif secara berlebihan terhadap saham berkapitalisasi kecil.

Baca Juga :  RUPST BSI (BRIS) Bergeser ke Mei 2026, Ada Agenda Perombakan Manajemen

Tindakan tersebut mendorong lonjakan harga dalam waktu singkat. Setelah harga melonjak, pelaku melepas saham dan memicu penurunan tajam. Kondisi ini merugikan investor ritel. Karena itu, OJK menilai pola tersebut sebagai skema pump and dump yang melanggar ketentuan pasar modal.

32 Nama Jalani Klarifikasi

Sementara itu, OJK mengantongi 32 nama dan memasukkan mereka ke tahap klarifikasi serta pemeriksaan awal. OJK memanggil pihak terkait untuk meminta penjelasan mengenai aktivitas promosi saham yang mereka lakukan.

Jika menemukan pelanggaran, OJK menjatuhkan sanksi administratif dan mengenakan denda. OJK juga membawa kasus ke ranah pidana sesuai Undang-Undang Pasar Modal.

Baca Juga :  Stok Kartu ATM Hanya 9 Ribu, Nasabah Bank Jambi Diminta Bersabar

Meski begitu, OJK tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan memberi ruang klarifikasi kepada setiap pihak.

Investor Perlu Lebih Cermat

Di sisi lain, OJK mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap rekomendasi investasi di media sosial. Investor perlu memahami profil risiko dan melakukan analisis mandiri sebelum membeli saham.

Selain itu, OJK mendorong masyarakat untuk memastikan legalitas pihak yang memberikan edukasi atau rekomendasi investasi. Penasihat investasi wajib memiliki izin resmi.

Pada akhirnya, OJK berharap langkah tegas ini mampu menekan manipulasi pasar sekaligus meningkatkan literasi dan perlindungan investor di Indonesia.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Ingin Jadi PNS? Pemerintah Siapkan Seleksi CPNS 2026, Pendaftaran Bulan Ini
Presiden hingga Wartawan Disadap, Gerindra Desak Polri Bongkar Dalang di Baliknya
Pemilu Lokal 2031 Picu Gugatan, Masa Jabatan Anggota DPRD Jadi Sorotan
Ribuan Perawat Bakal Berkumpul di Bengkulu, Sultan Najamudin Buka Munas XI PPNI
Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI 2026-2031, Prabowo Lantik di Istana Negara
Dari Kajari Jakarta Pusat ke Kejagung, Antonius Despinola Kini Jadi Kasubdit Jampidum
5 Kilometer Jadi Panggung Bripda Yunita, Polwan Brimob Kaltara Tembus Podium HUT ke-81 TNI
CPNS 2027 Buka Peluang Baru! PPPK Guru Bisa Ikut Seleksi PNS, Ini Proyeksinya
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 15:19 WIB

Ingin Jadi PNS? Pemerintah Siapkan Seleksi CPNS 2026, Pendaftaran Bulan Ini

Rabu, 4 November 2026 - 14:36 WIB

Presiden hingga Wartawan Disadap, Gerindra Desak Polri Bongkar Dalang di Baliknya

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Pemilu Lokal 2031 Picu Gugatan, Masa Jabatan Anggota DPRD Jadi Sorotan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:59 WIB

Ribuan Perawat Bakal Berkumpul di Bengkulu, Sultan Najamudin Buka Munas XI PPNI

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:14 WIB

Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI 2026-2031, Prabowo Lantik di Istana Negara

Berita Terbaru