Krisis dokter Spesialis, Layanan RSU MHA Thalib Terganggu

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 21 Februari 2026 - 21:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

SUNGAI PENUH – Kebijakan pembagian dokter spesialis antara RSUD Mayjen H.A. Thalib dan RSUD Siulak memicu persoalan serius dalam layanan kesehatan. Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci kini menghadapi kekurangan tenaga spesialis. Kondisi ini langsung menekan pelayanan pasien di rumah sakit pemerintah.

Distribusi Dokter Picu Ketimpangan

Manajemen RSUD MHAT sebelumnya mengandalkan dua dokter spesialis untuk melayani pasien. Namun, pemerintah memindahkan satu dokter ke Kabupaten Kerinci. Langkah itu membuat RSUD MHAT hanya memiliki satu dokter spesialis aktif.

Kekurangan tenaga ini meningkatkan beban kerja dokter yang tersisa. Poli-poli spesialis pun menghadapi tekanan karena hanya satu dokter menangani seluruh pasien.

Poli Terganggu dan Jadwal Kacau

Manajemen rumah sakit kesulitan menyusun jadwal jaga. Mereka tidak memiliki dokter pengganti saat dokter utama mengambil cuti atau berhalangan hadir.

Baca Juga :  Dandim Eko Dampingi Gubernur Safari Ramadan di Sungai Penuh

Akibatnya, layanan di beberapa poli terhenti. Seorang petugas rumah sakit  menyampaikan bahwa dokter spesialis mengambil cuti selama dua minggu sehingga pelayanan tidak berjalan.

“Selama dua minggu pelayanan tidak berjalan karena dokter spesialis sedang cuti,” ujarnya

Kondisi ini menunjukkan lemahnya sistem cadangan tenaga medis. Ketika satu dokter tidak bertugas, pelayanan langsung berhenti.

Kepala Daerah Harus Bertindak

Situasi ini mendorong Wali Kota Sungai Penuh Alfin Bakar dan Bupati Kerinci Monadi untuk segera mengambil langkah konkret. Keduanya perlu menyusun kebijakan distribusi dokter yang lebih adil.

Selain itu, pemerintah daerah harus merekrut atau menghadirkan tambahan dokter spesialis agar pelayanan tetap stabil di kedua rumah sakit.

Baca Juga :  Gus Ipul Pastikan Layanan BPJS untuk Pasien Serius

RS Swasta Tarik Lebih Banyak Pasien

Di sisi lain, RS Melati mencatat peningkatan jumlah pasien. Sejumlah dokter spesialis membuka praktik sore hari di rumah sakit swasta tersebut.

RS Melati melayani pasien umum dan peserta BPJS. Situasi ini mendorong sebagian pasien memilih rumah sakit swasta karena mereka mencari kepastian layanan spesialis.

Perlu Solusi Cepat dan Terukur

Jika pemerintah daerah tidak segera menambah dan menata distribusi dokter, ketimpangan layanan kesehatan akan semakin lebar. Rumah sakit pemerintah bisa kehilangan kepercayaan masyarakat.

Karena itu, pemerintah daerah harus memperkuat perencanaan tenaga medis dan memastikan ketersediaan dokter spesialis di setiap rumah sakit. Langkah cepat dan terukur akan menjaga kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Sungai Penuh dan Kerinci.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

PPNI Sungai Penuh Diminta Jadi Motor Inovasi Layanan Kesehatan, Wali Kota Tekankan Peran Aktif Perawat di Lapangan
RSUD MHA Thalib Perketat Pengawasan, Ini Kata Dirut
Ini 21 Layanan dan Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
Pemkab Bungo Gelontorkan Rp35 Miliar untuk BPJS Kesehatan Kelas 3 2026
Menkes Ungkap Gagal Ginjal Kuras Rp13 Triliun, Gaya Hidup Jadi Sorotan
BGN Ungkap 65% Warga RI Butuh MBG, Ini Fokus Perbaikan
Fadly Amran Dorong Pengembangan RSUP M Djamil, Padang Jadi Kota Jasa Kesehatan
HUT ke-40 RSUD Solsel, Perkuat Layanan Responsif
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:54 WIB

PPNI Sungai Penuh Diminta Jadi Motor Inovasi Layanan Kesehatan, Wali Kota Tekankan Peran Aktif Perawat di Lapangan

Senin, 11 Mei 2026 - 12:26 WIB

RSUD MHA Thalib Perketat Pengawasan, Ini Kata Dirut

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:30 WIB

Ini 21 Layanan dan Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Selasa, 28 April 2026 - 18:00 WIB

Pemkab Bungo Gelontorkan Rp35 Miliar untuk BPJS Kesehatan Kelas 3 2026

Rabu, 22 April 2026 - 19:04 WIB

Menkes Ungkap Gagal Ginjal Kuras Rp13 Triliun, Gaya Hidup Jadi Sorotan

Berita Terbaru

Oplus_0

Teknologi

Bocoran iPhone Lipat Picu Perang Desain Smartphone Global

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:01 WIB

Oplus_0

Otomotif

Honda BeAT 2019–2020 Masih Diburu, Harga Bekas Rp10 Jutaan

Jumat, 22 Mei 2026 - 23:00 WIB