Rp50 Triliun Mengalir ke Elon Musk dari Timur Tengah 

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 23 Februari 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Jakarta – CEO Tesla, Inc. dan SpaceX, Elon Musk, kembali menjadi sorotan. Investor asal Arab Saudi mengucurkan dana senilai Rp50 triliun kepada Musk. Ia memanfaatkan dana itu untuk memperkuat ekspansi bisnis teknologi dan energi bersih.

Pertama, Investasi Jumbo dari Timur Tengah

Sumber pasar global menyebut Public Investment Fund (PIF) menyalurkan dana tersebut. PIF aktif menanamkan modal di sektor teknologi, kendaraan listrik, dan kecerdasan buatan.

Nilai Rp50 triliun atau setara miliaran dolar AS itu memperkuat struktur modal perusahaan Musk. Ia langsung mengarahkan tambahan modal itu untuk memperluas proyek di berbagai negara.

Baca Juga :  Jadi Juragan Es Teh Poci, Cepat Balik Modal & Produk Berkualitas

Selanjutnya, Fokus pada Kendaraan Listrik dan Energi Bersih

Musk meningkatkan kapasitas produksi kendaraan listrik Tesla. Ia juga mempercepat pengembangan baterai generasi baru dengan daya tahan lebih tinggi.

Selain itu, Tesla memperluas jaringan pengisian daya di pasar global. Perusahaan tersebut menghadirkan sistem penyimpanan energi skala besar untuk mendukung transisi energi.

Kemudian, Dorong Ambisi Antariksa

Musk menempatkan SpaceX sebagai prioritas strategis. Ia mengembangkan teknologi roket yang lebih efisien dan kompetitif.

Ia menambah anggaran riset dan memperbanyak peluncuran misi komersial. Langkah ini memperkuat posisi SpaceX dalam industri luar angkasa global.

Di Sisi Lain, Strategi Ekonomi Arab Saudi

Pemerintah Arab Saudi mempercepat transformasi ekonomi nasional. Mereka mengurangi ketergantungan pada sektor minyak dan memperluas investasi di bidang teknologi serta inovasi.

Baca Juga :  Kapan Waktu Tepat Ganti HP? Kenali Tanda-Tandanya

Kerja sama dengan Musk mempertegas arah kebijakan tersebut. Kerajaan itu ingin membangun ekonomi berbasis teknologi masa depan.

Terakhir, Respons Pasar Global

Pelaku pasar menyambut kabar ini dengan optimisme. Investor menilai dukungan dari Timur Tengah sebagai sinyal kuat terhadap prospek bisnis Musk.

Namun, sejumlah analis mengingatkan risiko geopolitik dan reputasi. Mereka meminta Musk mengelola kemitraan ini secara cermat agar tetap menjaga kepercayaan publik dan pasar.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Koperasi Merah Putih di Jakarta Mulai Raup Untung, Ini Strategi Pengurus Menang di Tengah Gempuran Minimarket
Biodiesel Sawit Resmi Menggerakkan Lokomotif KAI, Transisi Energi Makin Nyata
Bupati Solok Selatan Kawal Pembaruan HGU PT Mitra Kerinci, Tegaskan Investasi Harus Sejalan dengan Kepentingan Masyarakat
Bengkulu Siapkan Pabrik Biodiesel, Langkah Awal Menuju Sentra Energi Sawit Nasional Dimulai
Mulai 1 Agustus, Jutaan Seller Shopee, TikTok Shop hingga Marketplace Lain Bakal Nikmati Diskon Biaya Layanan 50 Persen
Emas Pegadaian Mendadak Kompak Menguat Hari Ini 25 Juni 2026, Investor Langsung Bidik Antam, UBS dan Galeri 24
Mulai 1 Juli, Pendapatan Driver Ojol Berubah? GoTo dan Grab Buka Aturan Komisi 8 Persen
Harga Emas Antam Hari Ini 22 Juni 2022 Stabil, Investor Cermati Peluang di Level Rp2,668 Juta per Gram
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:00 WIB

Koperasi Merah Putih di Jakarta Mulai Raup Untung, Ini Strategi Pengurus Menang di Tengah Gempuran Minimarket

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:00 WIB

Biodiesel Sawit Resmi Menggerakkan Lokomotif KAI, Transisi Energi Makin Nyata

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:00 WIB

Bupati Solok Selatan Kawal Pembaruan HGU PT Mitra Kerinci, Tegaskan Investasi Harus Sejalan dengan Kepentingan Masyarakat

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:00 WIB

Bengkulu Siapkan Pabrik Biodiesel, Langkah Awal Menuju Sentra Energi Sawit Nasional Dimulai

Rabu, 8 Juli 2026 - 19:39 WIB

Mulai 1 Agustus, Jutaan Seller Shopee, TikTok Shop hingga Marketplace Lain Bakal Nikmati Diskon Biaya Layanan 50 Persen

Berita Terbaru