Saat Starlink Terhenti, Serangan Rusia Ikut Melemah?

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 23 Februari 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Jakarta – Perusahaan antariksa milik Elon Musk, yakni SpaceX, membatasi akses layanan internet satelit Starlink. Pasukan Rusia menggunakan layanan itu dalam perang di Ukraina.

Keputusan ini berdampak langsung pada kemampuan tempur Rusia. Sejumlah laporan menyebut gangguan muncul dalam koordinasi militer mereka. Selain itu, laporan BBC mencatat pembatasan akses memengaruhi pengoperasian drone dan komunikasi di lapangan.

Klaim Penurunan Kapasitas Serangan

Sementara itu, seorang operator drone Ukraina dengan nama samaran Giovanni menilai dampaknya cukup signifikan. Ia menyebut gangguan komunikasi terasa hingga ke garis depan.

Baca Juga :  China Operasikan Turbin Angin Lepas Pantai Terbesar Dunia

“Rusia kehilangan kemampuan mereka untuk mengendalikan medan tempur,” ujarnya.

Ia juga menyatakan kapasitas serangan Rusia turun drastis. Menurutnya, penurunan mencapai sekitar 50%.

“Lebih sedikit serangan, lebih sedikit drone musuh, lebih sedikit segalanya,” katanya.

Peran Vital Starlink di Medan Perang

Di sisi lain, sejak invasi Rusia pada 2022, Starlink berperan penting dalam komunikasi di Ukraina. Prajurit dan otoritas setempat memanfaatkan layanan ini ketika jaringan telekomunikasi rusak akibat perang.

Layanan berbasis satelit ini menjaga komunikasi tetap berjalan meski infrastruktur darat terganggu. Peran tersebut membuat Starlink memegang posisi strategis dalam operasi militer modern.

Baca Juga :  Jay Idzes Dinobatkan Pemain Terbaik Sassuolo Januari 2026

Namun, penggunaan layanan ini dalam operasi militer memicu polemik. Sejumlah pihak mempertanyakan batas wilayah operasional dan potensi penyalahgunaan.

Respons dan Situasi Terkini

Hingga kini, pihak Rusia belum memberikan tanggapan resmi atas klaim tersebut. Pertempuran di medan perang terus berlangsung dan berubah cepat.

Karena itu, publik sulit memverifikasi berbagai klaim dari kedua pihak secara independen. Meski demikian, para pengamat menilai kendali atas infrastruktur komunikasi seperti Starlink menjadi faktor penting dalam peperangan berbasis teknologi.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Australia Gratiskan Transportasi Umum di Tengah Krisis BBM
Prancis Izinkan Solar di Bawah Standar, Antisipasi Krisis BBM Global
Iran Bebaskan Biaya Kapal Tanker Malaysia Lintasi Selat Hormuz
Rusia Setop Ekspor BBM, Harga Minyak Dunia Berpotensi Naik
Rusia Kirim Bantuan ke Iran, Perintah Presiden Vladimir Putin
Capai Kesepakatan dengan Iran, Kapal Tanker Thailand Kini Bisa Lintasi Selat Hormuz
The Fed Masih Rugi Rp331 Triliun, Perlahan Bangkit
Kapal Tanker Malaysia Bisa Lintasi Selat Hormuz, Anwar Ibrahim: Terima Kasih Iran
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 13:00 WIB

Australia Gratiskan Transportasi Umum di Tengah Krisis BBM

Rabu, 1 April 2026 - 19:00 WIB

Prancis Izinkan Solar di Bawah Standar, Antisipasi Krisis BBM Global

Rabu, 1 April 2026 - 18:30 WIB

Iran Bebaskan Biaya Kapal Tanker Malaysia Lintasi Selat Hormuz

Rabu, 1 April 2026 - 17:00 WIB

Rusia Setop Ekspor BBM, Harga Minyak Dunia Berpotensi Naik

Selasa, 31 Maret 2026 - 22:00 WIB

Rusia Kirim Bantuan ke Iran, Perintah Presiden Vladimir Putin

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

Bamus DPRD Sungai Penuh Bahas Perubahan Jadwal Sidang

Kamis, 2 Apr 2026 - 19:00 WIB