Jakarta – Nama Hatta Rajasa menempati posisi penting dalam perjalanan ekonomi nasional. Namun, kisah hidupnya bermula jauh dari pusat kekuasaan. Ia lahir di Palembang pada 18 Desember 1953 sebagai anak kedua dari dua belas bersaudara.
Sang ayah yang berprofesi sebagai tentara membentuk karakter Hatta dengan disiplin keras. Sejak kecil, ia belajar hidup mandiri. Ketika menempuh pendidikan SMP dan SMA, ia tinggal terpisah dari orang tua dengan jarak ratusan kilometer. Situasi itu melatih ketangguhan dan tanggung jawabnya sejak dini.
Impian Akademik yang Tertunda
Setelah menyelesaikan studi Teknik Perminyakan di Institut Teknologi Bandung, Hatta menetapkan satu cita-cita. Ia ingin mengajar dan berkarier sebagai dosen. Ia melihat dunia kampus sebagai ruang pengabdian intelektual.
Namun, kondisi keluarga menuntut keputusan berbeda. Sebagai salah satu anak tertua, ia memikul tanggung jawab besar terhadap sebelas adiknya. Ia memilih masuk ke industri perminyakan untuk membantu kebutuhan keluarga. Ia menunda ambisinya di dunia akademik demi prioritas yang lebih mendesak.
Meniti Karier dari Lapangan
Hatta memulai karier sebagai teknisi lapangan di perusahaan perminyakan. Ia menghadapi lingkungan kerja yang keras dan penuh risiko. Ia bekerja langsung di lapangan pengeboran dan mengasah kemampuan teknis serta kepemimpinan.
Kerja keras dan konsistensi mendorong percepatan kariernya. Ia naik ke posisi manajerial dalam waktu relatif singkat. Selanjutnya, ia memimpin perusahaan sebagai direktur utama selama hampir dua dekade. Pengalaman panjang itu memperkuat kapasitasnya dalam mengelola sektor energi dan bisnis berskala besar.
Mengambil Langkah Politik di Era Reformasi
Memasuki era Reformasi, Hatta melihat peluang pengabdian yang lebih luas. Ia memutuskan terjun ke dunia politik dan bergabung dengan Partai Amanat Nasional. Ia aktif membangun struktur dan strategi partai pada masa awal pembentukannya.
Pada Pemilu 1999, ia memimpin Fraksi Reformasi di DPR RI. Ia memainkan peran penting dalam berbagai proses legislasi dan negosiasi politik. Ia membangun komunikasi dengan berbagai pihak dan menjembatani kepentingan yang beragam di parlemen.
Mengemban Tanggung Jawab di Pemerintahan
Langkah politiknya berlanjut ke jajaran kabinet. Ia memimpin Kementerian Negara Riset dan Teknologi. Setelah itu, ia memimpin Kementerian Perhubungan. Ia juga menjalankan peran sebagai Menteri Sekretaris Negara.
Pada periode 2009–2014, ia mengoordinasikan kebijakan nasional sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Ia menyelaraskan kebijakan fiskal, investasi, dan sektor riil di tengah tekanan ekonomi global. Ia mengarahkan koordinasi lintas kementerian untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.
Dari Tanggung Jawab Keluarga ke Pengabdian Nasional
Perjalanan hidup Hatta Rajasa menunjukkan hubungan kuat antara tanggung jawab pribadi dan pengabdian publik. Ia mengorbankan ambisi akademik demi keluarga. Namun, keputusan itu membuka jalan menuju peran yang lebih besar.
Ia tidak hanya membantu pendidikan adik-adiknya. Ia juga mengambil bagian dalam menentukan arah kebijakan ekonomi nasional. Kisahnya menegaskan bahwa kerja keras, disiplin, dan keberanian mengambil keputusan mampu mengubah tantangan menjadi kontribusi nyata bagi bangsa.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









