Asal Usul dan Makna Tradisi Mudik

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 21 Februari 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Jakarta – Pemerintah dan berbagai lembaga memprediksi jutaan warga Indonesia akan melakukan perjalanan mudik saat libur Idul Fitri tahun ini. Masyarakat terus menjadikan mudik sebagai bagian penting dalam perayaan Lebaran.

Pada dasarnya, masyarakat tidak hanya memaknai mudik sebagai perjalanan pulang kampung. Masyarakat juga menjadikan mudik sebagai cara menjaga hubungan keluarga dan kedekatan dengan daerah asal.

Lonjakan Perjalanan Saat Libur Idul Fitri

Setiap tahun, masyarakat memanfaatkan libur Lebaran untuk pulang kampung. Para perantau meninggalkan kota besar untuk bertemu keluarga.

Selain itu, masyarakat meningkatkan aktivitas perjalanan sehingga arus transportasi melonjak. Karena itu, pemerintah dan instansi terkait menyiapkan strategi untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.

Asal Usul Kata Mudik dalam Bahasa dan Budaya

Program Indonesia Baik milik Kementerian Komunikasi dan Informatika menjelaskan bahwa masyarakat mengambil kata mudik dari istilah Jawa mulih dilik. Istilah tersebut berarti pulang sebentar.

Baca Juga :  11 Juta Peserta BPJS PBI Kehilangan Status Aktif

Di sisi lain, Kamus Besar Bahasa Indonesia menjelaskan mudik sebagai aktivitas menuju pedalaman dan pulang ke kampung halaman.

Peneliti dari Universitas Gadjah Mada juga menjelaskan asal kata mudik dari sisi bahasa. Secara etimologis, kata mudik berkaitan dengan kata “udik” dalam bahasa Melayu yang berarti hulu atau ujung sungai.

Antropolog Heddy Shri Ahimsa-Putra menjelaskan bahwa masyarakat mulai mengenal istilah mudik saat banyak orang merantau ke kota. Setelah itu, masyarakat menggunakan istilah tersebut saat kembali ke kampung halaman.

Peran Urbanisasi dalam Menguatkan Tradisi Mudik

Selain faktor budaya, Kementerian Perhubungan mencatat peningkatan tradisi mudik sejak era 1970-an. Pada masa itu, masyarakat berbondong-bondong pindah ke kota besar.

Baca Juga :  Mudik Lebaran 2026, Sumbar Terapkan One Way

Perubahan tersebut berkaitan dengan perpindahan penduduk setelah masa kemerdekaan. Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga, Purnawan Basundoro, menjelaskan bahwa masyarakat desa mulai mencari pekerjaan di kota sejak 1960-an hingga 1970-an.

Mudik sebagai Identitas Sosial Masyarakat Indonesia

Seiring waktu, masyarakat menjadikan mudik sebagai tradisi nasional. Kini, masyarakat dari berbagai daerah menjalankan tradisi ini setiap tahun.

Bahkan, masyarakat menjadikan mudik sebagai simbol kebersamaan keluarga dan silaturahmi. Setiap tahun, jutaan orang menempuh perjalanan jauh untuk merayakan Lebaran bersama keluarga.

Tradisi yang Terus Bertahan

Pada akhirnya, masyarakat terus mempertahankan tradisi mudik. Selama masyarakat menjaga nilai kekeluargaan, tradisi ini akan tetap menjadi bagian penting dalam perayaan Idul Fitri.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Mahasiswa Keguruan Daerah Ini Resah, Jalur Menjadi Guru Kian Tidak Pasti
BGN Wajibkan Telur Lokal di Program MBG, Perkuat Peternak
Presiden Prabowo Turunkan Bunga Kredit Mekaar Jadi 8 Persen
Driver Ojol Kini Bisa Bernapas Lega, Potongan Aplikasi Resmi Turun Jadi 8 Persen
Audiensi dengan BPK, LBH Nadi Serahkan Kajian Hukum Soal Audit
Dolar AS Tembus Rp17.421, Rupiah Tertekan akibat Penguatan Pasar Global
Bansos Digital Mulai Juni 2026, Pemerintah Benahi Data Penerima
Kemendagri Minta e-KTP Tak Lagi Difotokopi, Dorong Layanan Lebih Praktis dan Digital
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 20:44 WIB

Mahasiswa Keguruan Daerah Ini Resah, Jalur Menjadi Guru Kian Tidak Pasti

Minggu, 17 Mei 2026 - 11:00 WIB

BGN Wajibkan Telur Lokal di Program MBG, Perkuat Peternak

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:00 WIB

Presiden Prabowo Turunkan Bunga Kredit Mekaar Jadi 8 Persen

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:00 WIB

Driver Ojol Kini Bisa Bernapas Lega, Potongan Aplikasi Resmi Turun Jadi 8 Persen

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:40 WIB

Audiensi dengan BPK, LBH Nadi Serahkan Kajian Hukum Soal Audit

Berita Terbaru

Oplus_0

Bengkulu

Bengkulu Dorong Ekonomi Berbasis Data dan Kolaborasi Usaha

Selasa, 19 Mei 2026 - 07:00 WIB

Oplus_0

Teknologi

Kenaikan Harga Chipset Baru Ancam Lonjakan Harga HP Android

Selasa, 19 Mei 2026 - 04:00 WIB