Pemerintah Cairkan Rp15 Miliar untuk BPJS PBI

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 13 Februari 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Jakarta – Pemerintah akan mencairkan dana darurat sebesar Rp15 miliar untuk reaktivasi sementara kepesertaan BPJS Kesehatan bagi PBI-JKN yang sempat dinonaktifkan.

 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan hal ini usai rapat dengan pimpinan Komisi DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (9/2).

 

“Nanti BPJS tinggal mengajukan ke saya. Anggaran ini sudah tersedia dan bisa dicairkan minggu depan karena nilainya tidak terlalu besar,” kata Purbaya.

 

Selain itu, pemerintah menargetkan dana ini untuk pasien dengan penyakit katastropik, seperti gagal ginjal dan kanker, agar pengobatan mereka tidak terhenti. Skema ini berlaku selama tiga bulan bagi sekitar 120 ribu peserta terdampak.

Baca Juga :  Kalapas Sekayu Terima Penghargaan Bareskrim Polri

 

Dukungan Fiskal Tambahan untuk BPJS

 

Di sisi lain, Purbaya menyebut pemerintah menyiapkan dukungan fiskal tambahan untuk menjaga keberlanjutan BPJS Kesehatan. Tahun ini, pemerintah mengalokasikan injeksi dana sebesar Rp20 triliun dan siap mencairkannya.

 

“Kita sudah inject Rp20 triliun ke BPJS, tinggal dicairkan saja,” ujarnya.

 

Perhitungan Anggaran Reaktivasi

 

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut kebutuhan anggaran reaktivasi mencapai sekitar Rp5 miliar per bulan. Dengan 120 ribu peserta terdampak dan iuran PBI-JKN Rp42 ribu per orang per bulan, total anggaran mencapai Rp15 miliar untuk tiga bulan.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Ingatkan Kepala Daerah

 

Usulan SK Kemensos untuk Reaktivasi Otomatis

 

Lebih lanjut, Budi menambahkan pemerintah mengusulkan Kementerian Sosial menerbitkan surat keputusan (SK). SK ini memungkinkan layanan kesehatan bagi peserta dengan penyakit katastropik direaktivasi secara otomatis selama tiga bulan.

 

“Kita mengusulkan SK Kemensos supaya layanan katastrofik bagi 120 ribu peserta otomatis direaktivasi selama tiga bulan ke depan,” tegas Budi.

 

Berita Terkait

KURMA MILK DAN ROTI Puskesmas Tiumang, Layanan Jemput Bola untuk Ibu Hamil Berisiko
CPNS 2027 Buka Peluang Baru! PPPK Guru Bisa Ikut Seleksi PNS, Ini Proyeksinya
DPR Ketuk Palu! Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI, Gantikan Hery Susanto
Wagub Mian Gaspol CKG Merah Putih, Bengkulu Kejar Lompatan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
66 Kepala Dapur MBG Dipecat, BGN Bongkar Kasus Judi Online, Penipuan hingga Minta Uang
Febrie Adriansyah Diperiksa Kejagung 7 Jam, Kuasa Hukum Ungkap 20 Pertanyaan Penyidik
Babak Baru Kasus Febrie Adriansyah, Kejagung Potong Gaji 50 Persen hingga Putusan Inkrah
GeMOY SeJIWA Puskesmas Timpeh, Cara Baru Tingkatkan Kepatuhan Minum Obat Pasien Kesehatan Jiwa
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:17 WIB

KURMA MILK DAN ROTI Puskesmas Tiumang, Layanan Jemput Bola untuk Ibu Hamil Berisiko

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:00 WIB

CPNS 2027 Buka Peluang Baru! PPPK Guru Bisa Ikut Seleksi PNS, Ini Proyeksinya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:00 WIB

DPR Ketuk Palu! Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI, Gantikan Hery Susanto

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:44 WIB

Wagub Mian Gaspol CKG Merah Putih, Bengkulu Kejar Lompatan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:34 WIB

66 Kepala Dapur MBG Dipecat, BGN Bongkar Kasus Judi Online, Penipuan hingga Minta Uang

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

SK 196 CPNS Sungai Penuh Rampung, Kapan Diserahkan?

Sabtu, 22 Agu 2026 - 19:19 WIB