Harga Emas Kembali Bergolak

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 3 Februari 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

IDP- Harga emas kembali menjadi sorotan. Dalam beberapa hari terakhir, nilainya sering melonjak, lalu turun dengan cepat. Fenomena ini membingungkan masyarakat. Sementara itu, banyak orang penasaran: siapa yang menentukan harga emas setiap hari?

Harga Emas Ditentukan oleh Aktivitas Pasar

Harga emas terbentuk dari aktivitas jual-beli di pasar global. Investor, bank besar, dan pelaku keuangan internasional membeli dan menjual emas setiap hari. Dengan kata lain, semakin tinggi permintaan atau penawaran, semakin cepat harga bergerak.

COMEX New York: Pusat Harga Emas Berjangka

Salah satu pusat pengaruh terbesar muncul dari pasar berjangka COMEX di New York. Investor di sini bereaksi cepat terhadap berita ekonomi, inflasi, dan isu geopolitik. Bahkan, pernyataan seorang pejabat penting bisa mengubah harga hanya dalam hitungan jam.

London Bullion Market Association Menjadi Patokan Global

Selain itu, London Bullion Market Association (LBMA) menetapkan harga patokan emas fisik dua kali sehari. Dengan demikian, bank dan pelaku pasar menggunakan harga LBMA sebagai acuan utama untuk transaksi internasional dan cadangan negara.

Bank Sentral dan Perubahan Suku Bunga

Selain faktor pasar, kebijakan bank sentral, terutama Federal Reserve, memengaruhi harga emas. Misalnya, investor membeli emas lebih banyak saat suku bunga rendah karena nilai emas relatif aman. Sebaliknya, ketika suku bunga naik, investor menjual emas sehingga harganya turun.

Ketidakpastian Global Dorong Permintaan Emas

Ketidakpastian global mendorong investor membeli emas. Konflik internasional, ancaman resesi, dan inflasi tinggi membuat banyak orang mencari aset aman. Akibatnya, permintaan meningkat dan harga emas naik.

Harga Emas di Indonesia Mengikuti Tren Dunia

Di Indonesia, pedagang menyesuaikan harga emas lokal dengan tren dunia. Hanya saja, mereka mengonversi harga ke rupiah dan menambahkan biaya distribusi serta pajak. Nilai dolar yang bergerak juga memengaruhi harga, sehingga emas lokal naik turun tajam, meski faktor domestik tidak selalu memicu perubahan.
Baca Juga :  LCGC Bekas Tetap Jadi Primadona Pasar

Berita Terkait

Merek China Ubah Arah Strategi EV, Hybrid dan PHEV Kini Jadi Senjata Baru di Pasar Indonesia
Prajogo Pangestu Rebut Tahta Terkaya RI Juni 2026, Ini Daftar 10 Konglomerat dengan Harta Ratusan Triliun
Transformasi Telkom Berbuah, Pendapatan Tembus Rp37,2 Triliun
Danantara Siapkan Perombakan Besar DSI, Sistem Ekspor Satu Pintu Mulai Transisi 1 Juni 2026
Rahasia di Balik TikTok Shop: Penjual Kini Punya “Tim Marketing Otomatis” Tanpa Gaji Lewat Program Afiliasi
BBM Bergerak Lagi! Harga Pertamina, Shell hingga BP Revisi Serempak, Diesel Sentuh Rp30 Ribu di SPBU
AI Menggeser Kerja Kantoran, Franchise Mendadak Jadi Jalur Cepat Menuju Kaya Raya
Kemenkeu Buka 1.084 Kuota Magang Nasional 2026, Mahasiswa Bisa Daftar
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 04:00 WIB

Merek China Ubah Arah Strategi EV, Hybrid dan PHEV Kini Jadi Senjata Baru di Pasar Indonesia

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:00 WIB

Prajogo Pangestu Rebut Tahta Terkaya RI Juni 2026, Ini Daftar 10 Konglomerat dengan Harta Ratusan Triliun

Selasa, 2 Juni 2026 - 06:00 WIB

Transformasi Telkom Berbuah, Pendapatan Tembus Rp37,2 Triliun

Senin, 1 Juni 2026 - 13:00 WIB

Danantara Siapkan Perombakan Besar DSI, Sistem Ekspor Satu Pintu Mulai Transisi 1 Juni 2026

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:00 WIB

Rahasia di Balik TikTok Shop: Penjual Kini Punya “Tim Marketing Otomatis” Tanpa Gaji Lewat Program Afiliasi

Berita Terbaru