Sumatera Dilanda Blackout, Kerinci dan Sungai Penuh Tetap Terang Berkat PLTA, PLN Ungkap Jalur Listrik yang Jadi Pembeda

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

KERINCI – Gangguan kelistrikan atau blackout melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera. Namun, Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh justru tetap menikmati pasokan listrik yang stabil. Alhasil, masyarakat tetap menjalankan aktivitas, pelayanan publik terus berlangsung, dan dunia usaha beroperasi tanpa hambatan.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Mengapa Kerinci dan Sungai Penuh tidak mengalami pemadaman saat daerah lain harus menghadapi blackout? Jawabannya terletak pada jalur transmisi listrik dan sumber pembangkit yang menopang kebutuhan energi di kedua wilayah tersebut.

Jalur Transmisi Berbeda Jadi Kunci

Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh memperoleh pasokan listrik melalui jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) yang menghubungkan Bangko, Gardu Induk Koto Lolo, hingga Sungai Liuk.

Karena menggunakan jalur tersebut, sistem kelistrikan di Kerinci dan Sungai Penuh tidak bergantung pada jaringan transmisi yang mengalami gangguan saat blackout terjadi di sejumlah wilayah Sumatera.

Selain itu, keberadaan pembangkit listrik lokal semakin memperkuat keandalan pasokan energi di kedua daerah tersebut.

PLN Ungkap Penyebab Blackout

Manager PLN ULP Sungai Penuh, Eko Pitono, menjelaskan bahwa blackout berawal dari gangguan pada jaringan transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai. Gangguan itu menghambat penyaluran energi dari sejumlah pembangkit menuju sistem kelistrikan Sumatera.

“Transmisi Muara Bungo–Sungai Rumbai mengalami gangguan sehingga tidak seluruh pembangkit di Sumatera dapat menyalurkan energi listrik,” ujar Eko.

Selanjutnya, Eko menegaskan bahwa gangguan tersebut tidak memengaruhi pasokan listrik di Kerinci dan Sungai Penuh. PLN memasok kebutuhan listrik kedua daerah melalui jalur berbeda yang terhubung dengan PLTA PT Kerinci Merangin Hidro (KMH).

Baca Juga :  Buka Puasa Bersama, PT Trend Gen Harizone Komitmen Sosial

Menurut Eko, PLTA KMH mengalirkan energi listrik melalui jaringan transmisi Bangko menuju Sungai Liuk. Jalur tersebut menjaga sistem kelistrikan Kerinci dan Sungai Penuh tetap normal meski blackout melanda wilayah lain.

Meski kondisi sistem masih aman, PLN terus memantau perkembangan jaringan. Jika kondisi mengharuskan, PLN akan mengatur beban listrik untuk menjaga keseimbangan sistem kelistrikan Sumatera.

PLTA KMH Perkuat Pasokan Listrik

Sementara itu, Manager PLTA PT Kerinci Merangin Hidro (KMH), Aslori Ilham, memastikan seluruh unit pembangkit beroperasi penuh sejak November 2025.

Menurut Aslori, setiap turbin menghasilkan daya sekitar 87,4 megawatt (MW). Empat turbin yang beroperasi mampu menghasilkan listrik hingga sekitar 350 MW.

“Seluruh unit saat ini sudah beroperasi dan menyuplai energi listrik ke sistem PLN,” kata Aslori.

Lebih lanjut, Aslori menjelaskan bahwa PLTA KMH menyesuaikan produksi listrik dengan kebutuhan sistem PLN. Pada siang hari, kebutuhan listrik cenderung menurun sehingga pembangkit menyalurkan sekitar 100 MW. Sebaliknya, ketika beban puncak terjadi pada sore hingga malam hari, pembangkit meningkatkan pasokan hingga mendekati kapasitas maksimal.

Mampu Menopang Kebutuhan Listrik Jambi

PLTA KMH menyalurkan energi melalui jaringan transmisi Bangko–Koto Lolo–Sungai Liuk. Jalur tersebut menjadi tulang punggung pasokan listrik bagi Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Oleh karena itu, kedua daerah tetap menikmati pasokan listrik yang stabil ketika gangguan terjadi pada sistem transmisi utama di wilayah lain.

Selain memenuhi kebutuhan masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh, PLTA KMH juga memiliki kapasitas yang berpotensi menopang kebutuhan listrik di wilayah lain di Provinsi Jambi sesuai pengaturan sistem PLN.

Baca Juga :  BBM Bergerak Lagi! Harga Pertamina, Shell hingga BP Revisi Serempak, Diesel Sentuh Rp30 Ribu di SPBU

Keberadaan pembangkit tersebut sekaligus memperkuat ketahanan energi daerah dan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di wilayah barat Provinsi Jambi.

Blackout Jadi Pelajaran Penting

Peristiwa blackout di Sumatera menunjukkan pentingnya diversifikasi sumber energi dan penguatan infrastruktur transmisi. Kehadiran pembangkit lokal yang terintegrasi dengan jaringan transmisi terbukti menjaga kontinuitas pasokan listrik ketika gangguan melanda sistem utama.

Hingga saat ini, PLTA PT Kerinci Merangin Hidro bersama jaringan transmisi Bangko–Koto Lolo–Sungai Liuk terus menjaga stabilitas pasokan listrik di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Berkat dukungan tersebut, masyarakat tetap menjalankan aktivitas ekonomi, pelayanan publik, pendidikan, dan kegiatan sehari-hari tanpa terganggu pemadaman listrik.

FAQ

Mengapa Kerinci dan Sungai Penuh tidak terdampak blackout Sumatera?

Karena kedua daerah memperoleh pasokan listrik dari jalur transmisi Bangko–Koto Lolo–Sungai Liuk serta mendapat dukungan langsung dari PLTA PT Kerinci Merangin Hidro (KMH).

Apa penyebab blackout di sejumlah wilayah Sumatera?

Gangguan terjadi pada jaringan transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai sehingga sejumlah pembangkit tidak dapat menyalurkan energi listrik ke sistem Sumatera.

Berapa kapasitas PLTA Kerinci Merangin Hidro?

PLTA KMH mengoperasikan empat turbin dengan kapasitas total sekitar 350 megawatt (MW). Setiap turbin menghasilkan sekitar 87,4 MW.

Apakah PLTA KMH hanya melayani Kerinci dan Sungai Penuh?

Tidak. PLTA KMH memenuhi kebutuhan listrik Kerinci dan Sungai Penuh sekaligus berpotensi menopang pasokan listrik di wilayah lain di Provinsi Jambi sesuai kebutuhan sistem PLN.(Tim)

Berita Terkait

Gus Ipul Perketat Persiapan MPLS Sekolah Rakyat 2026, Kepala Sekolah Diminta Gas Pol di Fase Krusial
Registrasi Kartu SIM Baru Wajib Verifikasi Wajah, Ini Aturan dan Cara Daftarnya
Dari Puskesmas ke Pusat Kebijakan, Aflizar Akhiri Pengabdian sebagai ASN
Dana KIP Kuliah STKIP Muhammadiyah Disorot, Polres Kerinci Bongkar Dugaan Kerugian Rp845 Juta
Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 26 Juni 2026, Simak Tarif Pertamax hingga Dexlite
Kesempatan Emas di Garuda Group, Lowongan D3 Semua Jurusan Dibuka hingga Juli 2026
Kader Stunting Sungai Penuh Gigit Jari, Insentif dan Paket Data Tak Kunjung Cair
Gaji ke-13 ASN Sungai Penuh Belum Cair, Pegawai Soroti Perbedaan dengan Kerinci
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 17:00 WIB

Gus Ipul Perketat Persiapan MPLS Sekolah Rakyat 2026, Kepala Sekolah Diminta Gas Pol di Fase Krusial

Rabu, 1 Juli 2026 - 16:34 WIB

Registrasi Kartu SIM Baru Wajib Verifikasi Wajah, Ini Aturan dan Cara Daftarnya

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:37 WIB

Dari Puskesmas ke Pusat Kebijakan, Aflizar Akhiri Pengabdian sebagai ASN

Sabtu, 27 Juni 2026 - 22:00 WIB

Dana KIP Kuliah STKIP Muhammadiyah Disorot, Polres Kerinci Bongkar Dugaan Kerugian Rp845 Juta

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:00 WIB

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 26 Juni 2026, Simak Tarif Pertamax hingga Dexlite

Berita Terbaru