DHARMASRAYA – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) terus memperkuat upaya pencegahan stunting dengan fokus pada pemenuhan gizi ibu hamil dan ibu menyusui. Langkah ini menjadi bagian penting dalam membangun generasi sehat sejak masa kehamilan.
Melalui program bantuan permakanan, pemerintah daerah membantu keluarga kurang mampu memenuhi kebutuhan gizi selama masa kehamilan hingga setelah persalinan. Program tersebut sekaligus mempertegas komitmen daerah dalam menekan risiko stunting sejak fase paling awal kehidupan anak.
Karena itu, pemerintah tidak hanya menunggu anak lahir untuk melakukan intervensi. Sebaliknya, pemerintah mendorong pencegahan sejak dalam kandungan agar tumbuh kembang anak berlangsung optimal.
Pencegahan Stunting Dimulai Sejak Kehamilan
Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting harus dimulai sejak seorang ibu mengandung. Menurutnya, perhatian terhadap kesehatan dan kecukupan gizi ibu hamil menentukan kualitas pertumbuhan anak pada masa mendatang.
“Penanganan stunting harus dimulai dari masa kehamilan. Kalau bantuan baru diberikan saat anak berusia empat atau lima tahun, sebenarnya sudah terlambat. Karena itu, perhatian terhadap kesehatan dan gizi ibu hamil menjadi sangat penting,” ujarnya.
Selain memenuhi kebutuhan gizi, program tersebut juga membantu keluarga menjaga kondisi kesehatan ibu selama kehamilan. Dengan demikian, pemerintah berharap risiko gangguan pertumbuhan anak dapat berkurang secara signifikan.
Bantuan Gizi Disalurkan Secara Bertahap
Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menyalurkan bantuan dalam bentuk paket permakanan setiap bulan. Program ini berlangsung sejak masa kehamilan hingga enam bulan setelah persalinan.
Setiap penerima memperoleh bantuan dengan total nilai mencapai Rp3 juta. Pemerintah menjadwalkan penyaluran bantuan pada minggu kedua setiap bulan agar penerima mendapatkan dukungan gizi secara berkelanjutan.
Melalui pola tersebut, pemerintah ingin memastikan ibu hamil dan ibu menyusui memperoleh asupan tambahan secara konsisten selama periode yang sangat menentukan perkembangan anak.
Prioritaskan Keluarga Desil 1 dan 2
Saat ini pemerintah memprioritaskan ibu hamil dan ibu menyusui dari keluarga desil 1 dan desil 2 berdasarkan data kesejahteraan masyarakat. Petugas kesehatan menghimpun data penerima melalui puskesmas di setiap wilayah.
Meski demikian, pemerintah sebenarnya menargetkan cakupan yang lebih luas. Keterbatasan anggaran daerah membuat pelaksanaan program berlangsung secara bertahap.
“Sebenarnya target kami adalah ibu hamil dan ibu menyusui dari keluarga desil 1 sampai desil 5. Namun karena keterbatasan anggaran daerah, program ini kita mulai terlebih dahulu untuk desil 1 dan 2, mudah-mudahan tahun depan dapat dilaksanakan lebih luas lagi,” kata Annisa.
Selanjutnya, pemerintah berharap dapat memperluas jangkauan program agar semakin banyak keluarga yang merasakan manfaatnya.
Masyarakat Diminta Aktif Melapor
Agar program berjalan optimal, pemerintah meminta masyarakat segera melaporkan kehamilan kepada pemerintah nagari, puskesmas, maupun Dinas Sosial.
Langkah tersebut memungkinkan petugas melakukan pendataan lebih cepat sekaligus memberikan pendampingan sejak awal kehamilan.
“Kalau ada ibu hamil dari keluarga desil 1 dan 2 yang belum terdata, segera laporkan kepada Wali Nagari, puskesmas maupun Dinas Sosial agar dapat diverifikasi dan masuk dalam pendataan program,” tegasnya.
Edukasi Gizi Jadi Pendamping Bantuan
Selain menyediakan bantuan makanan, pemerintah juga memperkuat edukasi kepada ibu hamil dan ibu menyusui. Pemerintah menilai pengetahuan mengenai gizi, pola asuh, dan kesehatan ibu memiliki peran besar dalam mencegah stunting.
Karena itu, pemerintah mengajak bidan desa dan kader Posyandu untuk terus mendampingi masyarakat melalui edukasi yang berkelanjutan.
“Bantuan makanan penting, tetapi pengetahuan juga tidak kalah penting. Karena itu saya berharap Posyandu terus memberikan edukasi kepada para ibu agar memahami kebutuhan gizi selama kehamilan dan masa tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Dengan edukasi yang tepat, para ibu dapat memahami kebutuhan nutrisi selama kehamilan sekaligus menerapkan pola pengasuhan yang mendukung pertumbuhan anak.
Melengkapi Program Kesehatan Nasional
Program bantuan permakanan ini juga melengkapi berbagai program pemerintah pusat yang berfokus pada kesehatan ibu dan anak. Salah satunya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar berbagai kelompok masyarakat.
Selain itu, Kementerian Kesehatan juga menjalankan bantuan khusus bagi ibu hamil dengan kondisi tertentu yang membutuhkan perhatian lebih.
“Semua program pemerintah ini memiliki tujuan yang sama, yakni memastikan ibu dan anak mendapatkan asupan gizi yang baik sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat dan bebas stunting,” katanya.
Bantuan Ringankan Beban Keluarga
Salah seorang penerima manfaat, Titin, mengaku program tersebut membantu keluarganya memenuhi kebutuhan gizi selama masa kehamilan dan setelah melahirkan.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Ibu Bupati dan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya. Bantuan ini sangat membantu kami dalam memenuhi kebutuhan gizi selama kehamilan dan setelah melahirkan. Semoga program ini terus berlanjut dan dapat dirasakan lebih banyak masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3APPKB Dharmasraya Martin Efendi mengatakan pemerintah telah menjalankan program tersebut di beberapa kecamatan. Menurutnya, program ini menunjukkan keseriusan daerah dalam mencegah stunting sejak masa kehamilan.
FAQ
Apa tujuan program bantuan permakanan ini?
Program ini bertujuan memperkuat pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi ibu hamil dan ibu menyusui.
Siapa yang menjadi sasaran program?
Pemerintah memprioritaskan ibu hamil dan ibu menyusui dari keluarga desil 1 dan desil 2.
Berapa nilai bantuan yang diterima?
Setiap penerima memperoleh bantuan dengan total nilai sekitar Rp3 juta.
Sampai kapan bantuan diberikan?
Pemerintah menyalurkan bantuan sejak masa kehamilan hingga enam bulan setelah persalinan.
Mengapa pemerintah fokus pada ibu hamil?
Masa kehamilan menjadi periode penting yang menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga pencegahan stunting perlu dimulai sejak dini.
Bagaimana cara masuk dalam program?
Ibu hamil yang memenuhi kriteria dapat melapor kepada pemerintah nagari, puskesmas, atau Dinas Sosial untuk proses pendataan dan verifikasi.(Tim)









