Ubisoft Pangkas 380 Karyawan, Dua Studio Tutup: Krisis Besar Guncang Industri Game Global 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Industri game global kembali terguncang setelah Ubisoft mengambil langkah besar yang berdampak langsung pada ratusan pekerjanya. Perusahaan asal Prancis itu memangkas sekitar 380 karyawan sekaligus menutup dua studio pengembangan, sebagai bagian dari restrukturisasi internal yang semakin agresif di tahun 2026.

Langkah ini muncul di tengah tekanan bisnis yang terus meningkat, mulai dari biaya produksi game AAA yang melonjak hingga persaingan ketat di pasar digital. Selain itu, perubahan strategi perusahaan juga ikut mendorong keputusan yang berujung pada efisiensi besar-besaran di berbagai negara.

Gelombang PHK Menyebar ke Banyak Negara

Ubisoft menyebarkan dampak kebijakan ini ke beberapa wilayah operasional utama, termasuk Amerika Serikat, Kanada, Spanyol, dan Serbia. Dari seluruh wilayah tersebut, studio di Serbia dan Kanada menjadi yang paling terdampak karena harus menghentikan operasional sepenuhnya.

Ubisoft Belgrade di Serbia kehilangan sekitar 100 posisi pekerjaan setelah perusahaan resmi menutup studio tersebut. Sementara itu, Ubisoft Winnipeg di Kanada ikut berhenti beroperasi dan membuat 65 karyawan harus meninggalkan perusahaan.

Di Spanyol, Ubisoft Barcelona tidak sampai ditutup, tetapi perusahaan memangkas 51 posisi dalam upaya merampingkan struktur tim. Adapun kantor pusat di San Francisco juga terkena imbas, meski perusahaan tidak merinci jumlah karyawan yang terdampak di lokasi tersebut.

Langkah ini memperlihatkan bahwa tekanan efisiensi tidak hanya menyasar satu divisi, tetapi menyebar ke seluruh ekosistem kerja Ubisoft secara global.

Baca Juga :  Kode Redeem Mobile Legends 25 Maret 2026, Dapatkan Skin dan Battle Points

Perubahan Struktur di Studio Montreal

Selain pemutusan hubungan kerja, Ubisoft juga melakukan penataan ulang besar di studio Montreal yang menjadi salah satu pusat pengembangan terbesar mereka. Lebih dari 150 karyawan yang sebelumnya terlibat dalam proyek seperti Rainbow Six Siege, versi mobile, hingga proyek yang belum diumumkan, kini dipindahkan ke divisi lain.

Manajemen perusahaan menyebut langkah ini sebagai upaya untuk menyederhanakan organisasi dan memperkuat fokus pengembangan jangka panjang. Dengan restrukturisasi ini, Ubisoft ingin mengurangi beban operasional sekaligus mempercepat efisiensi produksi game.

Namun, perubahan besar tersebut tetap menciptakan ketidakpastian bagi banyak tim yang sebelumnya bekerja pada proyek-proyek utama perusahaan.

Krisis Berkepanjangan di Tubuh Ubisoft

Gelombang PHK terbaru ini bukan kejadian tunggal. Dalam beberapa tahun terakhir, Ubisoft terus menghadapi tekanan berat akibat penurunan performa sejumlah judul game, pembatalan proyek, hingga meningkatnya biaya produksi.

Beberapa proyek yang sempat dijanjikan juga harus dihentikan di tengah jalan, termasuk The Division Heartland yang batal pada 2024, serta beberapa proyek lain yang belum pernah diumumkan ke publik. Kondisi ini memperkuat sinyal bahwa perusahaan sedang berada dalam fase penyesuaian besar.

Jika pada masa puncaknya Ubisoft mempekerjakan lebih dari 20.000 orang di seluruh dunia, kini jumlah tersebut terus menyusut secara signifikan. Laporan industri menyebut total karyawan perusahaan sudah turun ke kisaran 15.000 orang setelah rangkaian efisiensi terbaru ini.

Baca Juga :  Kode Redeem FC Mobile Hari Ini

Dampak bagi Masa Depan Game AAA

Tekanan yang dialami Ubisoft juga mencerminkan tantangan yang lebih luas di industri game AAA. Biaya pengembangan yang semakin tinggi, ekspektasi pemain yang terus naik, serta persaingan platform membuat banyak perusahaan besar melakukan langkah serupa.

Meski demikian, Ubisoft tetap berupaya mempertahankan sejumlah waralaba besar seperti Assassin’s Creed, Rainbow Six, hingga Prince of Persia. Namun, arah pengembangan ke depan kemungkinan akan lebih selektif dan fokus pada proyek yang dianggap paling menguntungkan.

FAQ

1. Berapa total karyawan yang terdampak PHK Ubisoft?

Sekitar 380 karyawan terdampak dalam gelombang terbaru ini.

2. Studio mana saja yang ditutup?

Ubisoft Belgrade di Serbia dan Ubisoft Winnipeg di Kanada resmi ditutup.

3. Apakah semua studio di Barcelona ikut tutup?

Tidak. Ubisoft Barcelona tetap beroperasi, tetapi mengalami pemangkasan staf.

4. Apa alasan utama Ubisoft melakukan PHK?

Perusahaan menyebut restrukturisasi dilakukan untuk menekan biaya dan menyederhanakan operasi.

5. Apakah ini PHK pertama Ubisoft?

Bukan. Ubisoft sudah beberapa kali melakukan pengurangan tenaga kerja dalam beberapa tahun terakhir akibat tekanan industri.(Tim)

Berita Terkait

PPPK Paruh Waktu Sultra Terima Gaji 6 Bulan, Pemprov Siapkan Rp23 Miliar
Ekspor CPO Disatukan Mulai 2027, Pemerintah Terapkan Skema Satu Pintu Lewat PT DSI
Dewan Soroti Pelayanan BPN Sungai Penuh, Fajran: Masih Buruk
Azhar Hamzah Kawal Kepentingan Sungai Penuh di RUPS-LB Bank Jambi, Soroti Arah Ekonomi Daerah
Dari Sumbar ke Kejagung, Putra Sungai Penuh Dipercaya Duduki Jabatan Penting
Bupati di Sumsel Terjaring OTT KPK, Kantor Disegel dan Aktivitas Lumpuh
Nasib PPPK Disorot DPR RI, Sungai Penuh Dorong Kepastian Skema ASN Baru
Istana Lakukan Perombakan Sore Ini: Pimpinan Baru BGN Dilantik, Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:00 WIB

PPPK Paruh Waktu Sultra Terima Gaji 6 Bulan, Pemprov Siapkan Rp23 Miliar

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:00 WIB

Ubisoft Pangkas 380 Karyawan, Dua Studio Tutup: Krisis Besar Guncang Industri Game Global 2026

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:17 WIB

Ekspor CPO Disatukan Mulai 2027, Pemerintah Terapkan Skema Satu Pintu Lewat PT DSI

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:37 WIB

Dewan Soroti Pelayanan BPN Sungai Penuh, Fajran: Masih Buruk

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:07 WIB

Azhar Hamzah Kawal Kepentingan Sungai Penuh di RUPS-LB Bank Jambi, Soroti Arah Ekonomi Daerah

Berita Terbaru