JAKARTA – Indonesia terus memperkuat diplomasi budaya di Mesir melalui pendekatan yang lebih interaktif dan melibatkan generasi muda secara langsung. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo menggelar Global Eid Al-Adha di Museum Seni Islam Kairo pada Minggu (24/05). Kegiatan ini mempertemukan masyarakat Indonesia dan Mesir dalam ruang interaksi budaya yang hangat, terbuka, dan sarat nilai kebangsaan.
Dalam rangkaian acara tersebut, Famelia Zhafirah Alya Putri, mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), tampil sebagai figur muda yang berperan aktif. Ia menjalani magang di KBRI Kairo dan terlibat langsung dalam seluruh alur kegiatan, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan acara di lapangan.
Famelia Ambil Peran Aktif dalam Pelaksanaan Diplomasi Budaya
Famelia terjun langsung dalam koordinasi teknis, mendampingi tamu, dan memastikan setiap rangkaian acara berjalan lancar. Selain itu, ia berinteraksi dengan panitia, komunitas Indonesia di Mesir, serta tamu undangan dari berbagai latar belakang.
Melalui pengalaman tersebut, Famelia melihat secara nyata bagaimana budaya Indonesia mampu menarik perhatian masyarakat Mesir. Ia juga merasakan dinamika diplomasi budaya yang berjalan alami melalui interaksi sosial, pertunjukan seni, dan kuliner Nusantara.
Famelia menyampaikan kesan pribadinya.
“Sebagai seseorang yang sejak remaja mengenal Mesir melalui buku, film, dan berbagai cerita tentang peradaban Islam, saya merasa bangga karena saya bisa terlibat langsung dalam kegiatan yang memperkenalkan budaya Indonesia di Kairo. Saya tidak hanya hadir sebagai peserta magang, tetapi saya juga ikut menjadi bagian kecil dari upaya mempererat persahabatan Indonesia dan Mesir melalui jalur budaya,” ujarnya.
KBRI Kairo Tegaskan Peran Strategis Diplomasi Budaya
KBRI Kairo menegaskan peran penting diplomasi budaya dalam memperkuat hubungan Indonesia dan Mesir. Wakil Kepala Perwakilan KBRI Kairo, Muhammad Zaim Al-Khalis, menyampaikan bahwa Global Eid Al-Adha tidak hanya menghadirkan pertunjukan budaya, tetapi juga membangun jembatan hubungan antarmasyarakat.
Ia menilai interaksi budaya memperkuat people-to-people contact secara lebih efektif dan berkelanjutan. Selain itu, ia menyoroti perkembangan hubungan bilateral Indonesia–Mesir yang terus meningkat setelah penguatan kemitraan strategis pada 2025.
KBRI juga mencatat nilai perdagangan bilateral yang menembus lebih dari USD 2 miliar pada 2025, yang menunjukkan penguatan kerja sama di berbagai sektor.
Budaya Indonesia Ciptakan Interaksi Hangat dengan Masyarakat Mesir
Selama acara berlangsung, masyarakat Mesir menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap budaya Indonesia. Mereka mengamati peragaan busana adat Nusantara yang menampilkan keragaman daerah dengan penuh antusias.
Selain itu, pertunjukan tari tradisional Indonesia menciptakan suasana interaktif karena banyak pengunjung bertanya tentang makna dan asal budaya tersebut. Tidak hanya itu, kuliner Indonesia juga menarik perhatian besar, terutama sate Madura, molen, dan es buah yang langsung dicicipi oleh para tamu.
Interaksi tersebut memperlihatkan bagaimana budaya membuka ruang komunikasi lintas negara secara lebih cair dan alami.
Famelia Soroti Makna Diplomasi dalam Kehidupan Nyata
Famelia menilai diplomasi tidak selalu terjadi di ruang formal antar pejabat negara. Ia melihat langsung bahwa makanan, pakaian tradisional, dan percakapan sederhana juga mampu membangun pemahaman antarbangsa secara kuat.
“Melalui kegiatan ini saya belajar bahwa diplomasi tidak selalu soal pertemuan formal antar diplomat. Saya melihat sendiri bahwa makanan, pakaian tradisional, dan interaksi langsung dengan masyarakat juga bisa menjadi cara efektif untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia,” katanya.
Selain itu, ia menilai generasi muda perlu terlibat aktif karena mereka mampu menghadirkan pendekatan yang lebih segar, komunikatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
KBRI Dorong Peran Generasi Muda dalam Diplomasi Masa Depan
KBRI Kairo menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa seperti Famelia memperkuat strategi diplomasi Indonesia di tingkat global. KBRI menilai generasi muda mampu menjembatani hubungan budaya dengan cara yang lebih dinamis dan dekat dengan masyarakat.
Lebih lanjut, KBRI mendorong partisipasi mahasiswa Indonesia untuk terus terlibat dalam kegiatan internasional, terutama yang memperkuat hubungan people-to-people contact antara Indonesia dan negara mitra seperti Mesir.
Global Eid Al-Adha di Kairo menunjukkan bahwa diplomasi budaya berkembang menjadi ruang kolaborasi yang melibatkan negara, masyarakat, dan generasi muda. Famelia Zhafirah Alya Putri tampil sebagai representasi keterlibatan mahasiswa Indonesia dalam diplomasi internasional, sementara KBRI Kairo menegaskan bahwa diplomasi budaya tetap menjadi fondasi penting dalam memperkuat hubungan Indonesia–Mesir di masa depan.
Faq
Apa itu Global Eid Al-Adha di Kairo?
Global Eid Al-Adha merupakan kegiatan budaya yang digelar KBRI Kairo untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat Mesir.
Siapa Famelia Zhafirah Alya Putri?
Ia merupakan mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang menjalani magang di KBRI Kairo dan terlibat aktif dalam diplomasi budaya.
Apa peran Famelia dalam acara ini?
Famelia membantu koordinasi teknis, mendampingi tamu, dan berinteraksi langsung dengan berbagai pihak selama kegiatan berlangsung.
Apa pesan utama KBRI Kairo dalam kegiatan ini?
KBRI menekankan bahwa diplomasi budaya memperkuat hubungan people-to-people contact antara Indonesia dan Mesir.
Mengapa diplomasi budaya penting?
Karena diplomasi budaya membangun pemahaman lintas negara melalui interaksi langsung, bukan hanya melalui jalur formal antar negara.(Tim)









