JAKARTA – Leapmotor memperkenalkan D99 sebagai MPV flagship terbaru mereka dalam ajang Greater Bay Area International Auto Show ke-30. Merek asal Tiongkok ini langsung menargetkan segmen MPV listrik premium yang selama ini dikuasai nama besar seperti Denza D9 dan XPeng X9.
Kehadiran D99 tidak sekadar menambah lini produk, tetapi juga membawa pendekatan baru dalam desain mobil keluarga besar. Leapmotor menempatkan teknologi kecerdasan buatan dan arsitektur kelistrikan generasi baru sebagai inti pengembangan mobil ini.
Dengan strategi tersebut, Leapmotor mencoba mengubah MPV dari sekadar kendaraan penumpang menjadi ruang hidup pintar yang bergerak. Mereka menyiapkan D99 sebagai pusat pengalaman digital di atas roda.
Kabin Jadi Pusat Inovasi, Bukan Lagi Sekadar Ruang Duduk
Leapmotor mengandalkan interior D99 sebagai senjata utama untuk melawan kompetitor. Perusahaan ini mengintegrasikan sistem pengendali domain yang menggabungkan kokpit dan sistem berkendara dalam satu unit terpadu. Pendekatan ini mengurangi kompleksitas elektronik sekaligus meningkatkan respons sistem.
Selain itu, Leapmotor menghadirkan sistem kokpit pintar berbasis Large Language Model (LLM) langsung di dalam kendaraan. Sistem ini memungkinkan interaksi yang lebih natural antara pengemudi dan mobil, mulai dari kontrol fitur hingga personalisasi kabin.
Leapmotor juga menanamkan sistem bantuan berkendara berbasis model VLA (Vision-Language-Action). Teknologi ini menggabungkan persepsi visual, pemahaman bahasa, dan tindakan kendaraan untuk menciptakan pengalaman berkendara yang lebih adaptif.
Kabin Fleksibel yang Bisa Berubah Jadi Ruang Istirahat
Leapmotor merancang D99 dengan fokus besar pada fleksibilitas ruang. Kursi dalam kabin tidak hanya berfungsi sebagai tempat duduk, tetapi juga sebagai elemen modular yang bisa berubah sesuai kebutuhan pengguna.
Leapmotor memungkinkan pengguna melipat kursi baris pertama dan kedua hingga rata, lalu melipat kursi baris ketiga hingga 180 derajat. Konfigurasi ini menciptakan ruang luas yang bisa berubah menjadi area istirahat.
Selain itu, Leapmotor juga menggabungkan pelipatan kursi baris kedua dan ketiga untuk menciptakan ruang tidur yang lebih lega. Menariknya, kursi baris ketiga juga memiliki mode khusus yang disebut “fishing seat”.
Leapmotor menambahkan fitur premium lain seperti panoramic sunroof yang dapat terbuka serta ambient lighting bertema “Star Ring” yang mengelilingi interior kabin. Kombinasi ini memperkuat kesan futuristik di dalam mobil.
Desain Eksterior Mengarah ke Gaya Aerodinamis Modern
Leapmotor D99 tampil dengan siluet membulat yang menyerupai bentuk peluru. Desain ini tidak hanya mengejar estetika, tetapi juga mendukung efisiensi aerodinamika.
Di bagian depan, Leapmotor menggunakan desain lampu terpisah (split headlamp). Lampu DRL horizontal di bagian atas tampil tajam dan agresif, sedangkan lampu utama di bagian bawah hadir dengan bentuk hampir persegi.
Leapmotor juga membekali D99 dengan lampu proyektor DLP beresolusi jutaan piksel yang meningkatkan kemampuan pencahayaan adaptif. Konsumen dapat memilih lima warna eksterior, yaitu Photoelectric White, Liquid Silver, Chenjing Blue, Canopy Grey, dan Metallic Black.
Dua Pilihan Powertrain: EREV dan EV Murni
Leapmotor membagi D99 ke dalam dua varian utama, yaitu EREV (Extended Range Electric Vehicle) dan EV penuh.
Pada varian EREV, Leapmotor menggunakan platform 800 volt dengan baterai 80,3 kWh. Dalam pengujian WLTC, mobil ini mampu menempuh jarak listrik murni hingga 352 km. Sistem ini menggabungkan mesin 1.500 cc turbo sebagai range extender dengan dua motor listrik yang menghasilkan tenaga 134 hp dan 268 hp.
Sementara itu, varian EV murni membawa arsitektur lebih tinggi dengan sistem 1.000 volt. Leapmotor memasok baterai 115 kWh dari CATL. Dalam siklus CLTC, mobil ini mampu menempuh hingga 700 km.
Leapmotor juga meningkatkan performa dengan dua motor listrik yang menghasilkan tenaga 241 hp di bagian depan dan 308 hp di bagian belakang. Konfigurasi ini menempatkan D99 sebagai salah satu MPV listrik berperforma tinggi di kelasnya.
Strategi Leapmotor: MPV sebagai Ruang Digital Bergerak
Leapmotor tidak hanya menjual mobil, tetapi juga menjual pengalaman digital. D99 menegaskan tren baru di industri otomotif, di mana perangkat lunak, AI, dan integrasi sistem menentukan nilai kendaraan.
Dengan kombinasi LLM, sistem VLA, serta kabin fleksibel, Leapmotor menantang definisi MPV konvensional. Mereka mengubah MPV menjadi ruang kerja, ruang istirahat, dan ruang hiburan dalam satu paket.
Pendekatan ini sekaligus menempatkan D99 sebagai pesaing langsung Denza D9 di segmen MPV listrik premium.
FAQ
1. Apa posisi Leapmotor D99 di lini produk Leapmotor?
D99 berperan sebagai MPV flagship dengan fokus pada teknologi pintar dan kenyamanan kabin.
2. Teknologi apa yang paling menonjol pada D99?
D99 menggunakan sistem kokpit berbasis Large Language Model (LLM) dan bantuan berkendara berbasis VLA.
3. Apa arti mode “fishing seat” pada kursi D99?
Mode ini merupakan konfigurasi khusus kursi baris ketiga yang mendukung posisi duduk lebih fleksibel untuk aktivitas santai.
4. Berapa jarak tempuh versi EV Leapmotor D99?
Varian EV mampu menempuh hingga 700 km dalam siklus CLTC.
5. Siapa kompetitor utama Leapmotor D99?
Denza D9 dan XPeng X9 menjadi pesaing utama di segmen MPV listrik premium.(Tim)









