Magang Nasional 2026 Dibiayai Pemerintah Penuh, Ini Besaran Uang Saku dan Jadwal Pendaftarannya

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pemerintah memastikan peserta Program Magang Nasional 2026 tetap menerima uang saku penuh dari negara. Kementerian Ketenagakerjaan belum membebankan perusahaan mitra untuk ikut menanggung biaya tersebut, meski pembahasan skema pembagian kontribusi masih terus berjalan.

Kepastian itu disampaikan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Selasa (26/5/2026). Pemerintah juga menargetkan pelaksanaan tahap pertama program magang dimulai pada Juli 2026 dengan kuota awal 50 ribu peserta.

Program ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah ingin memperluas peluang kerja dan pengalaman industri bagi lulusan baru perguruan tinggi. Selain menambah kuota hingga 150 ribu peserta, pemerintah juga mulai memperkuat sistem pendampingan dan evaluasi selama proses magang berlangsung.

Pemerintah Bayar Penuh Uang Saku Peserta

Yassierli menegaskan pemerintah masih menanggung penuh uang saku peserta Magang Nasional 2026. Hingga saat ini, perusahaan mitra belum ikut membagi beban pembayaran.

“Iya, belum ada sharing (dengan perusahaan mitra Magang Nasional). Uang sakunya sama sebesar upah minimum dari masing-masing lokasi tempat magang. Jadi ada upah minimum kota/kabupaten (UMK) atau upah minimum provinsi (UMP),” kata Yassierli.

Artinya, besaran uang saku yang diterima peserta akan mengikuti standar upah minimum di daerah tempat mereka menjalani program magang. Kebijakan tersebut dinilai dapat membantu lulusan baru yang sedang mencari pengalaman kerja tanpa harus terbebani biaya hidup selama mengikuti program.

Selain itu, pemerintah berharap skema pembiayaan penuh dari negara mampu menarik lebih banyak perusahaan untuk membuka peluang magang bagi generasi muda.

Kuota Magang Nasional Naik Jadi 150 Ribu Peserta

Di sisi lain, Yassierli mengungkapkan pemerintah telah mengantongi persetujuan anggaran dan kuota peserta dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian serta Kementerian Keuangan.

Pemerintah menetapkan kuota Program Magang Nasional 2026 sebanyak 150 ribu peserta. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibanding pelaksanaan sebelumnya.

Baca Juga :  AI Pangkas Lowongan Entry Level, Fresh Graduate Wajib Kuasai Skill Baru

Kementerian Ketenagakerjaan menilai peningkatan kuota itu penting untuk menjawab tingginya kebutuhan pengalaman kerja bagi lulusan baru. Banyak fresh graduate masih kesulitan memasuki dunia kerja karena minim pengalaman industri.

Karena itu, pemerintah ingin menjadikan program magang sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan kebutuhan perusahaan.

Pemerintah Siapkan Skema Baru dengan Perusahaan Mitra

Meski pemerintah masih membayar penuh uang saku peserta, Kementerian Ketenagakerjaan terus mengkaji kemungkinan pembagian kontribusi dengan perusahaan mitra.

Yassierli mengatakan pemerintah ingin meningkatkan keterlibatan perusahaan, bukan hanya menyediakan tempat magang, tetapi juga memperkuat kualitas pembinaan peserta.

“Tapi kita ingin keterlibatan dari perusahaan nanti lebih intens dan nanti mekanisme mentorship, mekanisme evaluasinya akan kita buat lebih dalam,” ujar Yassierli.

Pemerintah juga mempertimbangkan kewajiban bagi perusahaan untuk memberikan sertifikat kompetensi setelah peserta menyelesaikan program magang.

Menurut Yassierli, keterlibatan aktif perusahaan akan membuat program magang lebih relevan dengan kebutuhan industri. Peserta pun tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga kompetensi yang diakui dunia usaha.

Sebelumnya, pada akhir April 2026, Yassierli sempat menyampaikan rencana pembagian peran pembayaran uang saku antara pemerintah dan perusahaan mitra.

“Komitmen seperti itu akan semakin baik kalau kita juga minta dari awal ada komitmen perusahaan terkait dengan kontribusinya, dan kewajiban untuk memberikan sertifikat kompetensi di akhir program nantinya,” katanya.

Tahap Pertama Dimulai Juli 2026

Kementerian Ketenagakerjaan kini mulai menyusun rangkaian kegiatan dan timeline pelaksanaan Program Magang Nasional 2026. Pemerintah memprioritaskan lulusan baru perguruan tinggi sebagai sasaran utama program tahap pertama.

Yassierli menargetkan pelaksanaan batch pertama angkatan kedua Magang Nasional dimulai pada Juli 2026 dengan kuota awal 50 ribu peserta.

Baca Juga :  Padang Gencarkan Penataan PKL, Tantangan Ruang Usaha Makin Terbuka

“Dan insya Allah, Juli kita bisa jalan ya, untuk batch pertama angkatan kedua kita (Magang Nasional) 2026 dengan target 50 ribu orang. Semoga ini menjadi satu kabar baik buat para fresh graduate lulusan satu tahun terakhir,” ujar Yassierli.

Pemerintah berharap program tersebut mampu membantu lulusan baru memperoleh pengalaman praktis sebelum memasuki dunia kerja secara penuh.

Selain meningkatkan keterampilan teknis, peserta juga akan mendapatkan pengalaman kerja langsung di lingkungan industri sehingga lebih siap menghadapi persaingan pasar kerja.

Fokus Tekan Pengangguran Lulusan Baru

Program Magang Nasional 2026 menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menekan angka pengangguran usia muda. Banyak lulusan perguruan tinggi masih menghadapi tantangan besar ketika mencari pekerjaan pertama karena perusahaan sering meminta pengalaman kerja.

Melalui program ini, pemerintah ingin mempercepat proses adaptasi lulusan baru dengan kebutuhan industri. Di saat bersamaan, perusahaan juga bisa menjaring calon tenaga kerja potensial sejak awal.

Jika skema mentorship dan evaluasi berjalan maksimal, program magang nasional berpotensi menjadi jalur rekrutmen baru bagi perusahaan di berbagai sektor.

FAQ

Apakah uang saku peserta masih dibayar pemerintah?

Ya. Pemerintah masih menanggung penuh uang saku peserta Program Magang Nasional 2026.

Berapa besaran uang saku peserta?

Besaran uang saku mengikuti UMK atau UMP di lokasi tempat peserta menjalani magang.

Apakah perusahaan sudah ikut membayar uang saku?

Belum. Pemerintah masih mengkaji skema pembagian kontribusi dengan perusahaan mitra.

Kapan Program Magang Nasional 2026 dimulai?

Tahap pertama ditargetkan mulai berjalan pada Juli 2026.

Berapa kuota peserta tahun 2026?

Pemerintah menetapkan kuota sebanyak 150 ribu peserta.

Siapa prioritas peserta program?

Pemerintah memprioritaskan fresh graduate atau lulusan baru perguruan tinggi, terutama lulusan satu tahun terakhir.

Penulis : Mosa

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Harga TBS Sawit Anjlok di Dharmasraya, Bupati Turun Tangan dan Tegur Keras PKS
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 27 Mei 2026 Mendadak Turun, Pemburu Antam dan UBS Langsung Bergerak
Harga Emas Antam Hari Ini 27 Mei 2026 Turun, Investor Ramai-ramai Cari Momentum Borong di Pegadaian
SMK Cetak Lulusan Siap Kerja, Tapi Pengangguran Masih Tinggi: Di Mana Letak Masalahnya?
BBM Naik Beruntun 4 Kali dalam 10 Hari, Krisis Energi Global Picu Lonjakan Harga dan Tekan Ekonomi Dunia
Rupiah Melemah Tekan Perbankan: Risiko Likuiditas hingga Kredit Macet Menguat, Ini Skenario dan Antisipasi Industri
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 26 Mei 2026 Cenderung Stabil, Ini Daftar Lengkapnya
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 26 Mei 2026 Meledak, Antam Dekati Rp2,9 Juta, Warga Serbu Logam Mulia di Tengah Ketidakpastian Global
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:00 WIB

Magang Nasional 2026 Dibiayai Pemerintah Penuh, Ini Besaran Uang Saku dan Jadwal Pendaftarannya

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:00 WIB

Harga TBS Sawit Anjlok di Dharmasraya, Bupati Turun Tangan dan Tegur Keras PKS

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 27 Mei 2026 Mendadak Turun, Pemburu Antam dan UBS Langsung Bergerak

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 27 Mei 2026 Turun, Investor Ramai-ramai Cari Momentum Borong di Pegadaian

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:00 WIB

SMK Cetak Lulusan Siap Kerja, Tapi Pengangguran Masih Tinggi: Di Mana Letak Masalahnya?

Berita Terbaru