JAKARTA – Setelah sempat melumpuhkan aktivitas warga di berbagai daerah, pasokan listrik di Sumatera akhirnya kembali normal. PT PLN (Persero) memastikan sistem kelistrikan sudah berangsur stabil, termasuk di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh yang sebelumnya ikut terdampak blackout massal sejak akhir pekan lalu.
Pemulihan sistem listrik ini menjadi perhatian besar karena gangguan yang terjadi tidak hanya memicu pemadaman berantai, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat dan layanan publik di sejumlah provinsi. Meski demikian, PLN menegaskan seluruh pembangkit utama kini kembali masuk ke jaringan dan suplai listrik mulai pulih secara menyeluruh.
Di tengah proses normalisasi tersebut, PLN juga langsung memperketat pengawasan sistem transmisi guna mencegah blackout susulan. Perusahaan pelat merah itu sekaligus menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas gangguan besar yang sempat terjadi di wilayah Sumatera.
Sistem Kelistrikan Mulai Pulih Bertahap
Direktur Transmisi PLN, Edwin Nugraha Putra, menjelaskan bahwa seluruh pembangkit utama di sistem Sumatera sudah kembali beroperasi secara bertahap. Kondisi ini membuat pasokan listrik kembali stabil dan mulai menjangkau daerah yang sebelumnya mengalami pemadaman.
Selain itu, PLN juga menargetkan proses normalisasi selesai dalam waktu cepat agar aktivitas masyarakat kembali berjalan tanpa gangguan. Tim teknis pun terus melakukan pengawasan intensif untuk memastikan sistem tetap aman.
“Insya Allah pada hari ini dan sore ini tidak ada terjadi lagi pemadaman di sistem Sumatera. Sekali lagi kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat,” kata Edwin dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta.
Pernyataan tersebut mempertegas komitmen PLN untuk mengembalikan kepercayaan publik setelah blackout besar melanda sejumlah wilayah di Sumatera.
Gangguan Bermula dari Jalur Transmisi Utama
PLN mengungkap gangguan bermula pada Jumat pukul 18.44 WIB ketika jalur transmisi 275 kV New Aur Duri menuju Sumatera Selatan 5 mengalami gangguan teknis.
Sistem kelistrikan Sumatera sendiri mengandalkan dua koridor utama, yakni jalur 500 kV di bagian timur dan 275 kV di bagian barat. Kedua jalur itu menyalurkan listrik dari wilayah selatan menuju utara Sumatera.
Namun saat gangguan muncul, dua sirkuit transmisi ikut mengalami trip secara bersamaan. PLN menduga cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang ikut memengaruhi kondisi jaringan.
Power Swing Picu Blackout Berantai
Selanjutnya, perpindahan aliran listrik dari jalur timur ke jalur barat memicu ketidakseimbangan beban sistem. Situasi tersebut kemudian menimbulkan fenomena power swing atau osilasi tegangan dan frekuensi yang sangat tinggi.
Sistem proteksi otomatis akhirnya bekerja untuk mencegah kerusakan lebih luas di jaringan listrik Sumatera.
“Nah kemudian di titik tersebut, arah Muara Bungo ke Sungai Rumbai, dua sirkuit juga trip,” ujar Edwin.
Akibat gangguan itu, sistem kelistrikan Sumatera terpisah menjadi dua bagian. Wilayah selatan mengalami kelebihan pasokan listrik, sedangkan wilayah utara justru mengalami kekurangan daya cukup besar.
Wilayah Utara Sumatera Paling Terdampak
PLN menjelaskan sistem proteksi di wilayah selatan masih mampu menjaga stabilitas sehingga Lampung dan sebagian besar Palembang tetap mendapatkan pasokan listrik.
Sebaliknya, wilayah utara mengalami penurunan frekuensi listrik hingga sejumlah pembangkit berhenti beroperasi secara otomatis. Kondisi tersebut memicu efek domino yang menyebabkan blackout di beberapa provinsi.
Meski begitu, PLN langsung melakukan inspeksi jaringan transmisi dalam dua jam pertama setelah gangguan terjadi. Pemeriksaan awal memastikan tidak ada kerusakan fisik pada infrastruktur utama.
PLN Fokus Perkuat Sistem
Setelah listrik kembali menyala, PLN kini fokus memperkuat stabilitas jaringan transmisi dan meningkatkan koordinasi antar pembangkit agar gangguan serupa tidak kembali terjadi.
PLN juga menilai kombinasi faktor teknis dan cuaca ekstrem menjadi penyebab utama ketidakseimbangan sistem kelistrikan secara berantai.
FAQ
1. Apa penyebab utama blackout di Sumatera?
Gangguan pada transmisi 275 kV New Aur Duri–Sumsel 5 memicu ketidakseimbangan sistem hingga menyebabkan power swing dan pemutusan otomatis jaringan.
2. Apakah Kerinci dan Sungai Penuh sudah kembali normal?
PLN memastikan pasokan listrik di Kerinci dan Sungai Penuh mulai kembali normal setelah proses pemulihan sistem berlangsung bertahap.
3. Apakah cuaca memengaruhi gangguan listrik?
PLN menduga hujan deras dan angin kencang ikut memicu gangguan pada beberapa titik transmisi utama.
4. Mengapa blackout bisa meluas?
Gangguan awal memicu efek domino pada sistem kelistrikan yang saling terhubung sehingga sejumlah pembangkit ikut berhenti otomatis.
5. Apakah PLN menjamin tidak ada pemadaman lagi?
PLN menyatakan sistem sudah kembali stabil dan terus memperkuat pengamanan jaringan agar blackout tidak kembali terulang.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









