Darurat Sampah! Bantargebang Semburkan Metana Raksasa Setara PLTU

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang mencatat lonjakan emisi gas metana yang mengejutkan. Tim riset dari Emmett Institute UCLA mengungkap, lokasi ini menjadi penghasil metana terbesar kedua di dunia pada 2025.

Peneliti memanfaatkan data dari Carbon Mapper yang mengolah citra satelit milik Planet Labs serta pengamatan dari NASA. Hasilnya, Bantargebang menghasilkan sekitar 6,3 metrik ton metana per jam.

Angka ini hanya kalah dari tempat pembuangan sampah Campo de Mayo di Argentina yang menghasilkan sekitar 7,6 metrik ton per jam.

Emisi Setara Jutaan Kendaraan

Peneliti menegaskan, emisi metana dalam jumlah besar berdampak signifikan terhadap pemanasan global. Mereka menyebut, lokasi pembuangan sampah yang menghasilkan lima ton metana per jam memiliki dampak setara dengan satu juta kendaraan SUV.

Selain itu, emisi sebesar itu juga setara dengan pembangkit listrik tenaga batu bara berkapasitas sekitar 500 megawatt. Artinya, gas yang keluar dari Bantargebang tidak bisa dianggap sepele.

Baca Juga :  Tiga Bank Sampah Bersaing Sehat, Siapa yang Terbaik di Rancak Award 2026?

Sampah Organik Jadi Biang Masalah

Metana muncul dari pembusukan sampah organik seperti sisa makanan dan limbah rumah tangga. Volume emisi yang besar menunjukkan dominasi sampah organik di Bantargebang masih tinggi.

Kondisi ini sekaligus menandakan pengelolaan sampah belum berjalan optimal. Padahal, pengelola bisa mengolah sampah organik menjadi kompos atau memanfaatkan gas metana sebagai sumber energi listrik.

Jika pengelola tidak menangani gas tersebut dengan baik, akumulasi metana bisa memicu kebakaran bahkan ledakan. Risiko ini terus mengintai kawasan tempat pembuangan sampah skala besar.

Bisa Saingi Kapasitas Pembangkit Listrik

Sebagai perbandingan, PLTU Babelan di Bekasi memiliki kapasitas sekitar 280 megawatt. Sementara itu, PLTGU di kawasan industri Jababeka mencapai kapasitas 755 megawatt.

Baca Juga :  Pengganti Semen Ramah Lingkungan Ditemukan, Lebih Kuat

Besarnya emisi metana dari Bantargebang menunjukkan potensi energi yang tidak kalah besar dari pembangkit tersebut. Jika pemerintah mengelola gas ini dengan baik, mereka bisa mengubah masalah lingkungan menjadi sumber energi alternatif.

Dorongan Perbaikan Pengelolaan Sampah

Temuan ini memperkuat urgensi perbaikan sistem pengelolaan sampah di Indonesia. Pemerintah daerah dan pusat perlu mempercepat pengolahan sampah berbasis ekonomi sirkular.

Langkah seperti pemilahan sampah dari sumber, pengomposan, serta penangkapan gas metana harus segera diperluas. Tanpa langkah konkret, emisi akan terus meningkat dan memperburuk krisis iklim.

Bantargebang kini tidak hanya menjadi simbol persoalan sampah ibu kota. Kawasan ini juga menjadi pengingat bahwa pengelolaan limbah yang buruk bisa berdampak global.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Email Tengah Malam Guncang Kantor Meta, Ribuan Karyawan Kena Perombakan Besar di Era AI
AI Ubah Struktur Bank Global: Standard Chartered Pangkas 7.000 Karyawan, Era Baru Perbankan Dimulai
Job Fair Jambi 2026 Diserbu, Maulana Tekankan Akses Lowongan Berkelanjutan
Pengawasan Tambang Galian C di Bengkulu Diperketat, Jalan Rusak dan PAD Jadi Sorotan
Harga Emas Antam di Pegadaian Turun 21 Mei 2026, Ini Rincian Lengkapnya
Mogok 48 Ribu Buruh Samsung Ancam Pasokan Chip Global, Industri AI Ikut Terdampak
Rupiah Bergerak Fluktuatif, Analis Waspadai Tekanan Dolar AS
Harga Emas Perhiasan 21 Mei 2026 Koreksi Tipis, Ini Rincian Terbaru Lakuemas dan Rajaemas
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 05:00 WIB

Email Tengah Malam Guncang Kantor Meta, Ribuan Karyawan Kena Perombakan Besar di Era AI

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:00 WIB

AI Ubah Struktur Bank Global: Standard Chartered Pangkas 7.000 Karyawan, Era Baru Perbankan Dimulai

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:00 WIB

Job Fair Jambi 2026 Diserbu, Maulana Tekankan Akses Lowongan Berkelanjutan

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:00 WIB

Pengawasan Tambang Galian C di Bengkulu Diperketat, Jalan Rusak dan PAD Jadi Sorotan

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:00 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian Turun 21 Mei 2026, Ini Rincian Lengkapnya

Berita Terbaru