PSN Operasikan Satelit Nusantara Lima, Internet 3T Kini Menjangkau ASEAN

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Perusahaan satelit nasional, Pasifik Satelit Nusantara (PSN), resmi mengoperasikan Satelit Nusantara Lima atau N5 untuk memperkuat layanan internet berbasis satelit di Indonesia. Kehadiran satelit ini membuka akses konektivitas yang lebih luas, terutama bagi wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang selama ini masih mengalami keterbatasan jaringan internet.

PSN meresmikan pengoperasian satelit tersebut di Jakarta pada Senin malam, 11 Mei 2026. Acara itu turut dihadiri Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, serta Komisaris Utama PSN Sofyan Djalil.

Fokus pada Pemerataan Internet Nasional

Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso menegaskan bahwa Nusantara Lima menjadi bagian penting dalam memperkuat kemandirian digital Indonesia. Satelit tersebut membawa kapasitas hingga 160 Gbps dan mencakup wilayah Indonesia, Malaysia, serta Filipina.

PSN memprioritaskan sebagian besar kapasitas satelit untuk kebutuhan dalam negeri. Perusahaan itu mengalokasikan sekitar 140 Gbps untuk layanan internet di Indonesia, sementara masing-masing 20 Gbps akan mendukung konektivitas di Filipina dan Malaysia.

Menurut Adi, kebutuhan konektivitas digital di kawasan Asia Tenggara terus meningkat. Karena itu, PSN mulai memperluas layanan ke negara tetangga sambil tetap menjaga fokus utama pada pemerataan akses internet nasional.

Baca Juga :  MoraRepublic Resmi Berdiri, Raksasa Baru Infrastruktur Digital Indonesia

“Kami ingin menghadirkan kapasitas internet yang stabil dan dapat diandalkan untuk pemerintah, sektor swasta, hingga lembaga pendidikan dan layanan publik di Indonesia,” ujarnya.

Dorong Akses Digital di Wilayah 3T

Pemerintah dan PSN menilai teknologi satelit masih menjadi solusi paling efektif untuk menjangkau daerah yang sulit terhubung jaringan fiber optik maupun BTS konvensional. Dengan cakupan yang luas, Nusantara Lima akan mempercepat akses internet di berbagai wilayah terpencil.

Kehadiran satelit ini juga mendukung kebutuhan pendidikan digital, layanan kesehatan jarak jauh, pemerintahan berbasis elektronik, hingga penguatan ekonomi masyarakat desa.

Selama beberapa tahun terakhir, banyak wilayah 3T masih mengalami kualitas internet yang rendah akibat keterbatasan infrastruktur darat. Nusantara Lima diharapkan mampu mengurangi kesenjangan digital sekaligus mempercepat transformasi digital nasional.

Investasi Besar untuk Infrastruktur Satelit

PSN menggelontorkan investasi sekitar Rp8 triliun sejak tahap pengembangan hingga operasional satelit. Investasi tersebut mencakup pembangunan segmen luar angkasa dan infrastruktur pendukung di bumi.

Saat ini, PSN telah mengintegrasikan tujuh stasiun bumi yang tersebar dari Aceh hingga Tarakan dengan sistem satelit Nusantara Lima. Integrasi itu memungkinkan distribusi layanan internet berjalan lebih stabil dan menjangkau lebih banyak wilayah.

Baca Juga :  BRIN Dorong Indonesia Mandiri di Industri Satelit

Sebelum resmi beroperasi, Nusantara Lima telah mengantongi izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit (Jartupsat) dan Very Small Aperture Terminal (VSAT) dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Satelit tersebut juga lolos Uji Laik Operasi yang berlangsung di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada April 2026.

Jadi Salah Satu Satelit Terbesar di Asia

PSN meluncurkan Satelit Nusantara Lima dari Florida, Amerika Serikat, pada September 2025. Setelah menyelesaikan proses Electric Orbit Raising (EOR), satelit itu menempati slot orbit 113 derajat Bujur Timur pada Januari 2026.

Dengan kapasitas 160 Gbps, Nusantara Lima masuk dalam jajaran satelit komunikasi berkapasitas besar di Asia. PSN memproyeksikan usia operasional satelit ini dapat mencapai lebih dari 15 tahun.

Selain mendukung internet masyarakat dan kebutuhan bisnis, Nusantara Lima juga akan membantu penguatan sistem komunikasi strategis nasional. Pemerintah berharap keberadaan satelit tersebut dapat mempercepat pemerataan konektivitas digital sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di sektor teknologi satelit dan telekomunikasi kawasan ASEAN.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

SoftBank Siapkan Investasi Rp1.750 Triliun di Prancis untuk Proyek Infrastruktur AI Raksasa
Tecno Camon 40 Rilis 2026, Kamera OIS 50 MP Jadi Andalan HP Rp2 Jutaan
Honor Pad 20 Rilis, Tablet Tipis dengan Layar Mirip Kertas
WhatsApp Plus Hadir Terbatas di iPhone, Ini Deretan Fitur Premium yang Ditawarkan
Samsung Perluas One UI 8.5 ke HP Menengah, Ini Daftar Lengkap Perangkat yang Kebagian
Realme GT7 Rilis: Baterai 7000mAh, Layar 6000 Nits, Performa Gaming Super Ngebut
Tecno Spark 50 Hadir di Indonesia, Baterai Tahan Lama 7.000 mAh
Bocoran iQOO 15T: Snapdragon 8 Gen 4, Layar 144Hz, dan Baterai 5500mAh
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:00 WIB

SoftBank Siapkan Investasi Rp1.750 Triliun di Prancis untuk Proyek Infrastruktur AI Raksasa

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:00 WIB

PSN Operasikan Satelit Nusantara Lima, Internet 3T Kini Menjangkau ASEAN

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:00 WIB

Honor Pad 20 Rilis, Tablet Tipis dengan Layar Mirip Kertas

Rabu, 13 Mei 2026 - 01:00 WIB

WhatsApp Plus Hadir Terbatas di iPhone, Ini Deretan Fitur Premium yang Ditawarkan

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:00 WIB

Samsung Perluas One UI 8.5 ke HP Menengah, Ini Daftar Lengkap Perangkat yang Kebagian

Berita Terbaru

Oplus_0

Ekonomi Digital

UMKM Beralih Kanal Penjualan, E-Commerce Indonesia Tetap Tumbuh Stabil

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:00 WIB

Oplus_0

Market

Rama Indonesia Kuasai DPUM Usai Akuisisi Saham PPI

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:00 WIB