ST016 Resmi Ditawarkan hingga 3 Juni 2026, Imbal Hasil Capai 6,25 Persen per Tahun

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 12 Mei 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pemerintah kembali membuka peluang investasi syariah bagi masyarakat melalui Surat Berharga Negara (SBN) Ritel jenis Sukuk Tabungan Seri ST016. Masa penawaran berlangsung mulai 8 Mei hingga 3 Juni 2026 dengan imbal hasil mencapai 6,25 persen per tahun.

Instrumen ini menjadi salah satu pilihan investasi aman karena pemerintah menjamin seluruh pokok dan imbal hasilnya. Selain itu, ST016 hadir sebagai alternatif investasi berbasis prinsip syariah yang menghindari unsur riba, ketidakjelasan, dan spekulasi.

Masa Penawaran ST016 Dibuka Lebih dari Tiga Minggu

Pemerintah memberikan waktu cukup panjang kepada masyarakat untuk membeli ST016. Periode penawaran berlangsung selama hampir satu bulan, sehingga investor ritel dapat mempertimbangkan keputusan investasi secara lebih matang.

PT Mandiri Sekuritas termasuk salah satu mitra distribusi yang memasarkan ST016 melalui platform digital Growin’ by Mandiri Sekuritas. Kanal digital ini memudahkan masyarakat untuk membeli SBN tanpa harus datang ke kantor cabang.

Dua Pilihan Tenor dengan Kupon Kompetitif

ST016 menawarkan dua pilihan tenor yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan investor. Tenor pertama berdurasi dua tahun dengan kode ST016T2 dan menawarkan kupon 6,05 persen per tahun. Tenor kedua berdurasi empat tahun dengan kode ST016T4 dan memberikan kupon lebih tinggi, yaitu 6,25 persen per tahun.

Baca Juga :  Harga Emas Antam di Pegadaian Pecah Level Rp2,78 Juta, Investor Langsung Pasang Mata

Pemerintah menetapkan nilai investasi minimum sebesar Rp1 juta. Sementara itu, investor dapat menempatkan dana hingga Rp5 miliar untuk tenor dua tahun dan hingga Rp10 miliar untuk tenor empat tahun.

Struktur kupon tersebut memberikan daya tarik bagi investor yang mencari pendapatan tetap dengan risiko rendah di tengah kondisi pasar global yang fluktuatif.

Investasi Aman dengan Jaminan Negara

Pemerintah menempatkan ST016 sebagai instrumen investasi yang aman karena negara menjamin pembayaran pokok dan kuponnya. Karakter ini membuat ST016 berbeda dengan instrumen pasar modal lain yang memiliki risiko fluktuasi lebih tinggi.

Selain aman, ST016 juga memenuhi prinsip syariah sehingga masyarakat yang ingin berinvestasi sesuai dengan ketentuan Islam dapat menjadikannya pilihan utama.

Mandiri Sekuritas Dorong Literasi Investasi Ritel

Direktur Retail Mandiri Sekuritas, Theodora Manik, menilai kondisi geopolitik global yang tidak stabil membuat investor lebih berhati-hati dalam menempatkan dana. Ia menyebut ST016 dapat menjadi pilihan yang relevan karena menggabungkan keamanan dan kepatuhan syariah.

Baca Juga :  Efek Mukomuko Menjalar, PKS di Lima Kabupaten Bengkulu Kompak Ikuti Harga TBS Rp3.465/Kg

Ia juga menegaskan bahwa investasi pada ST016 dapat membantu investor memperkuat struktur portofolio mereka. Dengan karakter imbal hasil stabil, ST016 cocok untuk menjaga keseimbangan portofolio di tengah gejolak pasar keuangan.

Minat Investor Ritel Diprediksi Tetap Tinggi

Minat masyarakat terhadap SBN ritel terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah melihat tren tersebut sebagai bukti meningkatnya literasi keuangan di kalangan masyarakat Indonesia.

ST016 hadir sebagai salah satu instrumen yang mendorong partisipasi investor ritel dalam pembiayaan negara. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk mendukung berbagai program pembangunan nasional.

Kesimpulan

ST016 menawarkan kombinasi menarik antara keamanan, imbal hasil kompetitif, dan prinsip syariah. Dengan masa penawaran yang masih berlangsung hingga awal Juni 2026, masyarakat memiliki kesempatan untuk memanfaatkan instrumen ini sebagai bagian dari strategi investasi jangka menengah dan panjang.

Pemerintah berharap kehadiran ST016 tidak hanya menarik minat investor baru, tetapi juga memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya investasi yang aman dan produktif.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Harga Sawit Kalbar Terbaru 2026 Melonjak, TBS Usia Produktif Tembus Rp3.519 per Kg, Cek Daftar Lengkapnya
Pertamina Jamin Pasokan BBM untuk Koperasi Nelayan Merah Putih, Ekonomi Pesisir Siap Melaju Lebih Kencang
Bengkulu Bidik PAD Baru dari Perkebunan Sawit, Pajak Air Permukaan Mulai Disiapkan untuk 2027
Harga Avtur Turun, Tiket Pesawat Belum Bergeming! Ini Penyebab Tarif Penerbangan Domestik Masih Mahal Juli 2026
Promo Shopee 4 Juli 2026: Diskon 50 Persen, Voucher Rp188 Ribu dan Promo Serba Rp7 Jadi Buruan
Koperasi Siap Kuasai Bisnis Sawit dari Hulu ke Hilir, Pemerintah Bidik Produksi CPO hingga Minyak Goreng
Perpres KopDes Merah Putih Dikebut, Pengamat Ungkap Tantangan Terbesar Justru Bukan Soal Regulasi
30 Ribu Manajer Koperasi Merah Putih Siap Turun ke Desa Mulai Agustus, Pemerintah Kebut Operasional Nasional
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 20:00 WIB

Harga Sawit Kalbar Terbaru 2026 Melonjak, TBS Usia Produktif Tembus Rp3.519 per Kg, Cek Daftar Lengkapnya

Sabtu, 4 Juli 2026 - 18:00 WIB

Pertamina Jamin Pasokan BBM untuk Koperasi Nelayan Merah Putih, Ekonomi Pesisir Siap Melaju Lebih Kencang

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:00 WIB

Bengkulu Bidik PAD Baru dari Perkebunan Sawit, Pajak Air Permukaan Mulai Disiapkan untuk 2027

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:00 WIB

Harga Avtur Turun, Tiket Pesawat Belum Bergeming! Ini Penyebab Tarif Penerbangan Domestik Masih Mahal Juli 2026

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:00 WIB

Promo Shopee 4 Juli 2026: Diskon 50 Persen, Voucher Rp188 Ribu dan Promo Serba Rp7 Jadi Buruan

Berita Terbaru