JAKARTA – Pemerintah membuka peluang pemberian insentif bagi investor pasar modal guna memperkuat peran investor domestik sekaligus mendorong budaya investasi di Indonesia. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan rencana tersebut saat konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan.
Purbaya menegaskan pemerintah akan mengkaji penurunan pajak secara bertahap, khususnya pada instrumen investasi di pasar modal. Ia melihat kebijakan itu dapat mendorong aliran dana ke sektor keuangan yang kemudian berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.
“Kami bisa mengurangi income tax secara bertahap. Dana dari pasar keuangan bisa masuk ke obligasi dan instrumen lain. Itu akan menggerakkan ekonomi,” ujar Purbaya.
Ia menilai kebijakan tersebut memang berpotensi mengurangi penerimaan negara dalam jangka pendek. Namun, ia optimistis langkah itu akan memberikan manfaat lebih besar dalam jangka panjang karena meningkatkan aktivitas ekonomi.
Dorong Investor Domestik Lebih Dominan
Purbaya menekankan pentingnya memperkuat basis investor domestik. Menurutnya, dominasi investor lokal dapat membuat pasar modal Indonesia lebih stabil, terutama saat menghadapi tekanan global.
Ia menyebut pasar yang kuat tidak mudah terpengaruh oleh aksi investor asing yang sering memicu volatilitas. Dengan jumlah investor domestik yang besar, pasar bisa lebih tahan terhadap gejolak eksternal.
“Kalau investor domestik kuat, pasar tidak gampang digoyang pihak luar. Ini penting untuk pendalaman pasar modal,” jelasnya.
Purbaya juga menyebut pemerintah akan memantau efektivitas program yang berjalan sebelum memberikan insentif secara penuh. Ia membuka peluang evaluasi dalam enam bulan ke depan.
“Kalau program berjalan baik, silakan ajukan insentif. Kami akan pertimbangkan,” tambahnya.
Jumlah Investor Tembus 24,7 Juta
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai 24,7 juta orang. Ia menyebut mayoritas investor berasal dari kalangan generasi muda.
Airlangga melihat tren ini sebagai sinyal positif di tengah ketidakpastian global. Ia menilai kekuatan pasar domestik mampu menjadi penyangga (shock absorber) bagi ekonomi nasional.
“Partisipasi investor muda meningkat. Ini menjadi kekuatan besar untuk menjaga stabilitas pasar,” kata Airlangga.
Ia juga mendorong peningkatan literasi keuangan agar masyarakat semakin memahami manfaat investasi dan risiko yang menyertainya.
OJK Siapkan Insentif Reksa Dana
Dari sisi regulator, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut menyiapkan langkah serupa. Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi atau Kiki, menyatakan pihaknya sedang mengkaji insentif bagi investor reksa dana.
Kiki menilai insentif tersebut dapat menarik minat masyarakat yang masih ragu untuk masuk ke pasar modal. Ia berharap kebijakan ini dapat memperluas basis investor sekaligus meningkatkan inklusi keuangan.
“Kami sedang pertimbangkan insentif untuk investor reksa dana. Ini bagian dari upaya meningkatkan partisipasi masyarakat,” ujarnya.
Strategi Perkuat Ekonomi Nasional
Pemerintah melihat penguatan pasar modal sebagai strategi penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan meningkatnya jumlah investor domestik, aliran dana di dalam negeri akan semakin kuat dan berkelanjutan.
Kebijakan insentif pajak dan dukungan regulator diharapkan mampu mempercepat pendalaman pasar keuangan Indonesia. Pemerintah juga terus mendorong kolaborasi antara pelaku industri, regulator, dan masyarakat agar ekosistem investasi semakin berkembang.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk menciptakan pasar modal yang stabil, inklusif, dan berdaya saing tinggi di tengah dinamika ekonomi global.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora








