Pelindo Jambi Gandeng Cassia Co-Op, Ekspor Kayu Manis Kerinci Digenjot ke Pasar Global

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAMBI – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Jambi menggandeng PT Cassia Co-Op untuk memperkuat jalur ekspor kayu manis asal Kerinci. Kedua pihak menandatangani kerja sama untuk memperlancar distribusi komoditas unggulan tersebut melalui Terminal Petikemas Pelabuhan Talang Duku.

Kesepakatan ini tercapai pada 22 April 2026 di Ruang Rapat Bandar Jaya, Kantor Pelindo Regional 2 Jambi. Pelindo menilai kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk memperluas pasar ekspor komoditas daerah.

Dorong Efisiensi Ekspor Kayu Manis Kerinci

General Manager Pelindo Regional 2 Jambi, Febrianto Zenny, menegaskan pihaknya ingin mempercepat arus logistik komoditas unggulan Jambi. Ia menyebut Pelindo fokus meningkatkan efisiensi layanan pelabuhan agar eksportir bisa bersaing di pasar global.

“Pelindo mendorong optimalisasi layanan kepelabuhanan agar distribusi kayu manis Kerinci berjalan lebih cepat, efisien, dan memiliki daya saing tinggi di pasar internasional,” kata Febrianto.

Ia menjelaskan Pelindo akan membuka akses layanan kepelabuhanan yang lebih terintegrasi untuk mendukung kebutuhan ekspor, mulai dari bongkar muat hingga pengiriman peti kemas.

Baca Juga :  Krisis dokter Spesialis, Layanan RSU MHA Thalib Terganggu

Cassia Co-Op Bidik Pasar Global

Founder PT Cassia Co-Op, Patrick Barthelemy, menyambut kerja sama ini sebagai peluang besar untuk memperluas pasar kayu manis Kerinci. Ia menilai Jambi memiliki potensi besar sebagai pusat komoditas rempah berkualitas tinggi.

Patrick menargetkan peningkatan volume ekspor secara signifikan pada 2026. Ia menyebut pengiriman kayu manis bisa mencapai 1.000 hingga 1.500 ton dalam setahun melalui jalur peti kemas Pelabuhan Talang Duku.

“Kami ingin memperluas akses pasar ke Amerika, Eropa, dan Asia. Kerja sama ini membantu kami memperkuat branding kayu manis Kerinci di pasar global,” ujar Patrick.

Perkuat Rantai Logistik dan Branding Daerah

Kesepakatan antara Pelindo dan Cassia Co-Op mencakup pemanfaatan fasilitas pelabuhan untuk memperlancar rantai distribusi. Kedua pihak juga fokus meningkatkan volume ekspor komoditas unggulan daerah.

Pelindo dan Cassia Co-Op sepakat memperkuat sistem logistik agar pelaku usaha di sektor perkebunan mendapat akses pengiriman yang lebih stabil. Mereka juga mendorong peningkatan standar kualitas pengemasan dan pengiriman.

Baca Juga :  Harga Ikan Laut Melonjak di Sungai Penuh, Pasokan Seret Akibat Cuaca Buruk

Dorongan Ekonomi untuk Petani Kerinci

Kerja sama ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi petani kayu manis di Kerinci. Dengan jalur ekspor yang lebih jelas, petani berpotensi memperoleh harga jual yang lebih kompetitif.

Pelindo menilai kolaborasi ini akan memperkuat posisi Pelabuhan Jambi sebagai pintu ekspor utama komoditas unggulan daerah. Pemerintah daerah juga diharapkan ikut memperkuat ekosistem ekspor agar manfaat ekonomi bisa dirasakan lebih luas.

Ekspor Ditargetkan Naik pada 2026

Pelindo dan Cassia Co-Op menargetkan peningkatan signifikan volume ekspor kayu manis pada tahun 2026. Kedua pihak optimistis kerja sama ini mampu mempercepat pertumbuhan sektor ekspor Jambi, khususnya dari komoditas rempah.

Dengan penguatan layanan pelabuhan dan jaringan ekspor, kayu manis Kerinci diharapkan mampu bersaing lebih kuat di pasar internasional dan memperkuat citra Jambi sebagai daerah penghasil rempah unggulan Indonesia.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Kuota BBM Pessel 2027 Mulai Dibahas, Pemkab Berharap Solar dan Pertalite Tak Berkurang
22 Koperasi Desa Merah Putih Dharmasraya Siap Beroperasi, Ini Progres 12 Unit Lainnya
Pemprov Bengkulu Gas Percepatan Koperasi Desa Merah Putih, Ini Fokus Utamanya
Pemkab Dharmasraya Rampungkan Lapak UMKM di Sungai Duo, Peluang Usaha Warga Terbuka
Investasi Bengkulu Tembus Rp2,85 Triliun, BRIEF 2026 Bidik Peluang Baru
HIPMI Sungai Penuh Bidik Peluang Ekonomi Baru, Ini Pesan Sekda Alpian
Helmi Hasan Soroti Kekompakan Bank Bengkulu, Dua Posisi Direksi Jadi Agenda RUPS
Mahyeldi Bidik 740 Ribu UMKM Sumatera Barat, Legalitas dan Modal Jadi Kunci Pengembangan Usaha
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Kuota BBM Pessel 2027 Mulai Dibahas, Pemkab Berharap Solar dan Pertalite Tak Berkurang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:19 WIB

22 Koperasi Desa Merah Putih Dharmasraya Siap Beroperasi, Ini Progres 12 Unit Lainnya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:07 WIB

Pemprov Bengkulu Gas Percepatan Koperasi Desa Merah Putih, Ini Fokus Utamanya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:59 WIB

Pemkab Dharmasraya Rampungkan Lapak UMKM di Sungai Duo, Peluang Usaha Warga Terbuka

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:54 WIB

Investasi Bengkulu Tembus Rp2,85 Triliun, BRIEF 2026 Bidik Peluang Baru

Berita Terbaru