JAKARTA – Satu kapal tanker milik Malaysia berhasil menembus ketegangan di Selat Hormuz dan tiba dengan selamat pada Sabtu (18/4/2026). Kapal bernama Ocean Thunder itu mengangkut 1 juta barel minyak mentah dari Basrah, Irak.
Perusahaan energi Petronas menyampaikan bahwa pengiriman tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan energi nasional. Mereka memastikan distribusi bahan bakar tetap stabil di tengah tekanan geopolitik global.
Dari total 1 juta barel minyak mentah, kilang diperkirakan mampu mengolahnya menjadi sekitar 159 juta liter bahan bakar dalam waktu enam hari. Hasil olahan tersebut mencakup 62–64 juta liter diesel, 45–48 juta liter bensin, 22–24 juta liter bahan bakar jet, 5–6 juta liter LPG, serta produk turunan lainnya sekitar 18–25 juta liter.
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengakui sejumlah kapal lain masih menghadapi kendala, seperti keterlambatan dan kerusakan. Pemerintah terus mempercepat penanganan agar distribusi energi tidak terganggu.
Ia menegaskan bahwa pemerintah memprioritaskan kebutuhan dalam negeri. Malaysia baru akan membantu negara lain jika memiliki kelebihan pasokan.
“Kami utamakan kebutuhan rakyat. Jika ada surplus, kami bantu negara sahabat,” ujar Anwar.
Di tengah krisis global, Malaysia juga menjalin komunikasi dengan berbagai negara. Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, bahkan sempat berdiskusi terkait pasokan energi dan pupuk.
Selain itu, Malaysia berencana membeli minyak dari Rusia untuk memperkuat cadangan energi nasional. Anwar menyebut langkah ini penting karena banyak negara kini kembali bersaing mendapatkan minyak Rusia di tengah ketidakpastian global.
Ia menambahkan bahwa ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan negara Eropa telah menekan jalur distribusi energi dunia. Kondisi tersebut memicu lonjakan harga minyak dan mengganggu rantai pasok global.
Langkah diplomasi yang dilakukan Malaysia sebelumnya berhasil memastikan kapal tanker tetap melintas di Selat Hormuz. Upaya ini mencegah gangguan besar terhadap pasokan energi nasional.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









