Kapal Malaysia Tembus Selat Hormuz, Bawa 1 Juta Barel Minyak di Tengah Krisis Global

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 21 April 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Satu kapal tanker milik Malaysia berhasil menembus ketegangan di Selat Hormuz dan tiba dengan selamat pada Sabtu (18/4/2026). Kapal bernama Ocean Thunder itu mengangkut 1 juta barel minyak mentah dari Basrah, Irak.

Perusahaan energi Petronas menyampaikan bahwa pengiriman tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan energi nasional. Mereka memastikan distribusi bahan bakar tetap stabil di tengah tekanan geopolitik global.

Dari total 1 juta barel minyak mentah, kilang diperkirakan mampu mengolahnya menjadi sekitar 159 juta liter bahan bakar dalam waktu enam hari. Hasil olahan tersebut mencakup 62–64 juta liter diesel, 45–48 juta liter bensin, 22–24 juta liter bahan bakar jet, 5–6 juta liter LPG, serta produk turunan lainnya sekitar 18–25 juta liter.

Baca Juga :  Prancis Izinkan Solar di Bawah Standar, Antisipasi Krisis BBM Global

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengakui sejumlah kapal lain masih menghadapi kendala, seperti keterlambatan dan kerusakan. Pemerintah terus mempercepat penanganan agar distribusi energi tidak terganggu.

Ia menegaskan bahwa pemerintah memprioritaskan kebutuhan dalam negeri. Malaysia baru akan membantu negara lain jika memiliki kelebihan pasokan.

“Kami utamakan kebutuhan rakyat. Jika ada surplus, kami bantu negara sahabat,” ujar Anwar.

Di tengah krisis global, Malaysia juga menjalin komunikasi dengan berbagai negara. Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, bahkan sempat berdiskusi terkait pasokan energi dan pupuk.

Baca Juga :  Indonesia Dapat Tanah di Mekkah

Selain itu, Malaysia berencana membeli minyak dari Rusia untuk memperkuat cadangan energi nasional. Anwar menyebut langkah ini penting karena banyak negara kini kembali bersaing mendapatkan minyak Rusia di tengah ketidakpastian global.

Ia menambahkan bahwa ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan negara Eropa telah menekan jalur distribusi energi dunia. Kondisi tersebut memicu lonjakan harga minyak dan mengganggu rantai pasok global.

Langkah diplomasi yang dilakukan Malaysia sebelumnya berhasil memastikan kapal tanker tetap melintas di Selat Hormuz. Upaya ini mencegah gangguan besar terhadap pasokan energi nasional.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

12 Negara Ajukan Pinjaman ke IMF, Krisis Energi Picu Tekanan Ekonomi Global
Industri Plastik China Tertekan Dampak Penutupan Selat Hormuz
Amerika Serikat Mulai Refund Tarif Impor Rp2.900 Triliun
Arab Saudi–Mesir Bangun Koridor Logistik Baru, Hindari Selat Hormuz
Iran Hentikan Ekspor Bahan Baku Plastik dan Pupuk
Ekonomi China Melambat, Generasi Muda Terjebak Pengangguran dan Tekanan Hidup
Sri Lanka Gelontorkan Rp 5,4 Triliun Subsidi, Warga Terdampak Krisis Energi Jadi Prioritas
Fadly Amran Sambut Syekh Al Khoory di Padang, Bahas Kerja Sama Filantropi
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 23:00 WIB

12 Negara Ajukan Pinjaman ke IMF, Krisis Energi Picu Tekanan Ekonomi Global

Selasa, 21 April 2026 - 18:00 WIB

Kapal Malaysia Tembus Selat Hormuz, Bawa 1 Juta Barel Minyak di Tengah Krisis Global

Senin, 20 April 2026 - 15:00 WIB

Industri Plastik China Tertekan Dampak Penutupan Selat Hormuz

Senin, 20 April 2026 - 11:00 WIB

Amerika Serikat Mulai Refund Tarif Impor Rp2.900 Triliun

Minggu, 19 April 2026 - 21:00 WIB

Arab Saudi–Mesir Bangun Koridor Logistik Baru, Hindari Selat Hormuz

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

Wako Alfin Sambut TVRI Jambi, Siaran Piala Dunia 2026 Gratis

Rabu, 22 Apr 2026 - 15:30 WIB