JAKARTA – Kilang independen China tetap memiliki bantalan kuat meski Amerika Serikat (AS) memperketat blokade kapal di kawasan Selat Hormuz. Pasokan minyak Iran yang menumpuk di laut serta cadangan besar di daratan China menjaga stabilitas pasokan energi Negeri Panda.
Data Kpler Ltd mencatat sekitar 38 juta barel minyak Iran masih mengapung di kapal tanker di kawasan Asia. Lebih dari sepertiga kapal itu bersandar di Laut Kuning, lepas pantai China.
Selain itu, OilChem melaporkan stok minyak mentah di Provinsi Shandong terus meningkat. Wilayah ini menjadi pusat kilang independen China yang dikenal sebagai “teapots” dan kini mendekati level tertinggi sepanjang tahun.
AS memperketat blokade kapal yang keluar masuk pelabuhan di Teluk Persia dan wilayah pesisir Iran sejak Senin. Kebijakan ini muncul setelah perundingan Washington dan Teheran gagal mencapai kesepakatan pada akhir pekan.
Ketegangan tersebut langsung mengguncang pasar energi global dan memicu kekhawatiran gangguan suplai minyak dunia.
Meski begitu, China masih mengamankan pasokan dari jalur alternatif dan stok dalam negeri. Kondisi ini membuat kilang independen tetap beroperasi tanpa tekanan besar dari gangguan distribusi di Timur Tengah.
Pasar kini menunggu perkembangan lanjutan konflik AS–Iran yang berpotensi mempengaruhi harga minyak global dalam beberapa waktu ke depan.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









