RI Jajaki Impor Minyak Rusia, Pertamina Siap Eksekusi Arahan Pemerintah

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 18 April 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pemerintah Indonesia mulai menjajaki pembelian minyak mentah dari Rusia. PT Pertamina (Persero) menyatakan siap menindaklanjuti rencana tersebut sesuai arahan pemerintah.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan pembahasan kerja sama saat ini masih berada di tingkat pemerintah.

“Saat ini penjajakan masih di level pemerintah. Pertamina akan mengikuti arahan dan regulasi yang ditetapkan,” kata Baron, Selasa (14/4/2026).

Baca Juga :  Indonesia Dapat Tanah di Mekkah

Baron menegaskan Pertamina membuka peluang kerja sama demi menjaga ketahanan energi nasional. Namun, perusahaan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, kepatuhan, serta pertimbangan komersial dan operasional.

Pertamina juga akan mengkaji kecocokan minyak mentah Rusia dengan kilang dalam negeri. Menurut Baron, proses ini penting agar pengolahan berjalan optimal.

“Kami akan pelajari jenis crude tersebut. Modernisasi kilang akan membuat Pertamina lebih fleksibel dalam mengolah berbagai jenis minyak,” jelasnya.

Baca Juga :  Harga Batu Bara Naik Lagi ke US$132,05 per Ton

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow. Dalam pertemuan itu, kedua negara membahas kerja sama energi secara konkret.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut kerja sama mencakup pengembangan kilang, perdagangan minyak, hingga pemanfaatan teknologi energi.Selain itu, Indonesia juga membuka peluang kolaborasi di sektor energi bersih untuk mendukung diversifikasi energi nasional.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

SPBU Swasta Belum Turunkan Harga BBM, Tunggu Pemerintah
Investor Kabur, KADIN Ungkap Biaya Tenaga Kerja Jadi Pemicu
TPP Mandek 3 Bulan, Ribuan ASN Kerinci Menanti Kepastian
Ekonomi Singapura Tumbuh di Bawah Ekspektasi
Investor Global Apresiasi Kebijakan RI, Stabilitas Ekonomi Dinilai Tetap Terjaga
Gula RI Mau Bangkit, Wamentan Targetkan Rendemen Tebu Naik ke Level Kolonial
Ekonomi China Ngebut 5% di Q1 2026, Ekspor Melejit Saat Konsumsi Melemah
Tren IPO Lesu, Backdoor Listing Jadi Jalan Pintas Emiten Masuk Bursa
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 07:00 WIB

SPBU Swasta Belum Turunkan Harga BBM, Tunggu Pemerintah

Sabtu, 18 April 2026 - 06:00 WIB

RI Jajaki Impor Minyak Rusia, Pertamina Siap Eksekusi Arahan Pemerintah

Jumat, 17 April 2026 - 23:00 WIB

Investor Kabur, KADIN Ungkap Biaya Tenaga Kerja Jadi Pemicu

Jumat, 17 April 2026 - 22:30 WIB

TPP Mandek 3 Bulan, Ribuan ASN Kerinci Menanti Kepastian

Jumat, 17 April 2026 - 22:00 WIB

Ekonomi Singapura Tumbuh di Bawah Ekspektasi

Berita Terbaru

Oplus_0

Investasi

Oki Ramadhana Calon Dirut BEI 2026–2030, Didukung Danantara

Sabtu, 18 Apr 2026 - 09:00 WIB

Oplus_0

Ekonomi

SPBU Swasta Belum Turunkan Harga BBM, Tunggu Pemerintah

Sabtu, 18 Apr 2026 - 07:00 WIB