Lotte Chemical Minta Bea Masuk LPG Dihapus, Ini Dampaknya bagi Industri

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 17 April 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) meminta pemerintah menghapus bea masuk impor liquefied petroleum gas (LPG) yang saat ini sebesar 5%. Perusahaan menilai kebijakan itu menekan daya saing industri petrokimia di tengah gangguan pasokan global.

Corporate Planning General Manager LCI, Lee Dae Lo, menegaskan Indonesia perlu menyesuaikan kebijakan impor LPG agar setara dengan negara tetangga.

“Singapura, Malaysia, dan Thailand tidak mengenakan tarif impor LPG untuk bahan baku industri. Indonesia perlu menurunkan bea masuk menjadi 0% agar industri tetap kompetitif,” kata Lee di Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Baca Juga :  RI Gandeng Rusia Pasok Minyak dan LPG, Strategi Baru Perkuat Ketahanan Energi

Lee juga menjelaskan perusahaan saat ini menghadapi keterbatasan pasokan bahan baku, terutama nafta dan LPG. Ia menyebut konflik di Timur Tengah mengganggu rantai pasok global dan memaksa perusahaan memangkas kapasitas produksi pabrik di Cilegon, Banten.

LCI memproduksi bahan petrokimia dasar dan turunannya di fasilitas Cilegon yang mengolah nafta menjadi berbagai produk hulu dan hilir.

Baca Juga :  Kapal Tanker Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz

Selain penghapusan bea masuk, Lee juga meminta pemerintah memperkuat pasokan bahan baku industri dalam negeri. Ia menilai rencana pemerintah untuk mengamankan pasokan nafta dari luar negeri dapat membantu keberlanjutan produksi.

“Jika pemerintah dapat menyediakan pasokan nafta secara stabil, industri akan sangat terbantu,” ujarnya.

Kondisi pasokan global yang terganggu membuat sejumlah industri petrokimia di Indonesia menekan produksi. LCI menjadi salah satu perusahaan yang terdampak langsung akibat krisis bahan baku tersebut.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Laba PLN 2025 Turun 65,8%, Pendapatan Naik tapi Tertekan Beban
Tarif Listrik Juni 2026 Tetap, Ini Rincian Biaya per kWh Terbaru
Harga BBM Awal Juni 2026 Naik-Turun: Pertamax Turbo Rp20.750, Dexlite Turun Drastis
RI Ngebut Masuk Era B50, Solar Campur Sawit 50 Persen Siap Jalan dan Diklaim Pertama di Dunia
Bensin Baru E5 Mulai Mengalir Juli 2026, Bioetanol Lokal 26 Ribu KL Siap Ubah Peta Energi RI
BBM Naik Beruntun 4 Kali dalam 10 Hari, Krisis Energi Global Picu Lonjakan Harga dan Tekan Ekonomi Dunia
Listrik Sumatera Kembali Normal, PLN Jamin Stabil Usai Blackout
Gangguan SUTT Picu Pemadaman Listrik Bergilir di Kerinci–Sungai Penuh, Aktivitas Warga Terganggu
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:00 WIB

Laba PLN 2025 Turun 65,8%, Pendapatan Naik tapi Tertekan Beban

Senin, 1 Juni 2026 - 19:00 WIB

Tarif Listrik Juni 2026 Tetap, Ini Rincian Biaya per kWh Terbaru

Senin, 1 Juni 2026 - 10:00 WIB

Harga BBM Awal Juni 2026 Naik-Turun: Pertamax Turbo Rp20.750, Dexlite Turun Drastis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:00 WIB

RI Ngebut Masuk Era B50, Solar Campur Sawit 50 Persen Siap Jalan dan Diklaim Pertama di Dunia

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:00 WIB

Bensin Baru E5 Mulai Mengalir Juli 2026, Bioetanol Lokal 26 Ribu KL Siap Ubah Peta Energi RI

Berita Terbaru

Oplus_0

Ekonomi

Kopi Kerinci Tembus Mesir, Pelindo Jambi Kirim 19,2 Ton

Jumat, 5 Jun 2026 - 21:00 WIB