JAKARTA – Pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump mempercepat rencana pembangunan sistem pertahanan antirudal berbasis luar angkasa bernama Golden Dome. Proyek ini meniru konsep Iron Dome milik Israel, tetapi dengan skala lebih besar dan berbasis satelit.
Trump mendorong proyek ini sejak awal 2025 melalui perintah eksekutif. Ia ingin membangun “perisai” luar angkasa yang bisa mendeteksi dan menghancurkan rudal sejak fase peluncuran.
Departemen Pertahanan AS (Pentagon) menunjuk dua perusahaan teknologi, Impulse Space dan Anduril, untuk mulai mengembangkan prototipe. Keduanya fokus pada sistem pelacakan dan penargetan rudal dari orbit.
Impulse Space, yang dipimpin mantan insinyur SpaceX Tom Mueller, berperan sebagai subkontraktor Anduril. Kolaborasi ini menggabungkan teknologi peluncuran dan kecerdasan buatan untuk sistem pertahanan.
Sistem Golden Dome mengandalkan jaringan satelit yang bisa mencari, mengunci, lalu menghancurkan rudal sebelum mencapai wilayah Amerika Serikat.
Beberapa perusahaan pertahanan besar seperti Northrop Grumman, Lockheed Martin, dan startup True Anomaly juga ikut mengembangkan prototipe serupa. Mereka bersaing untuk mendapatkan kontrak produksi utama.
Meski proyek ini mulai berjalan, banyak pihak masih meragukan kelayakannya. Sejumlah pakar menilai teknologi pencegat di luar angkasa belum pernah terbukti berhasil dan masih sangat sulit diwujudkan.
Selain itu, Congressional Budget Office memperkirakan proyek ini bisa memakan waktu hingga 20 tahun untuk selesai. Ada juga laporan yang menyebut uji coba awal baru bisa terjadi sebelum pemilu AS 2028.
Think tank Brookings Institution memperingatkan proyek ini bisa memicu perlombaan senjata baru. Jika AS menempatkan senjata di orbit, China dan Rusia kemungkinan akan mengembangkan sistem serupa.
Biaya proyek juga menjadi sorotan. Estimasi jangka panjang Golden Dome bisa mencapai sekitar US$3,6 triliun hingga 2045.
Proyek ini melanjutkan gagasan pertahanan luar angkasa yang sudah muncul sejak era Ronald Reagan, namun belum pernah terealisasi hingga kini.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









