Trump Dorong Proyek Golden Dome, Sistem Pertahanan Antirudal Luar Angkasa

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 16 April 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump mempercepat rencana pembangunan sistem pertahanan antirudal berbasis luar angkasa bernama Golden Dome. Proyek ini meniru konsep Iron Dome milik Israel, tetapi dengan skala lebih besar dan berbasis satelit.

Trump mendorong proyek ini sejak awal 2025 melalui perintah eksekutif. Ia ingin membangun “perisai” luar angkasa yang bisa mendeteksi dan menghancurkan rudal sejak fase peluncuran.

Departemen Pertahanan AS (Pentagon) menunjuk dua perusahaan teknologi, Impulse Space dan Anduril, untuk mulai mengembangkan prototipe. Keduanya fokus pada sistem pelacakan dan penargetan rudal dari orbit.

Impulse Space, yang dipimpin mantan insinyur SpaceX Tom Mueller, berperan sebagai subkontraktor Anduril. Kolaborasi ini menggabungkan teknologi peluncuran dan kecerdasan buatan untuk sistem pertahanan.

Baca Juga :  Donald Trump: Iran Izinkan 10 Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz

Sistem Golden Dome mengandalkan jaringan satelit yang bisa mencari, mengunci, lalu menghancurkan rudal sebelum mencapai wilayah Amerika Serikat.

Beberapa perusahaan pertahanan besar seperti Northrop Grumman, Lockheed Martin, dan startup True Anomaly juga ikut mengembangkan prototipe serupa. Mereka bersaing untuk mendapatkan kontrak produksi utama.

Meski proyek ini mulai berjalan, banyak pihak masih meragukan kelayakannya. Sejumlah pakar menilai teknologi pencegat di luar angkasa belum pernah terbukti berhasil dan masih sangat sulit diwujudkan.

Selain itu, Congressional Budget Office memperkirakan proyek ini bisa memakan waktu hingga 20 tahun untuk selesai. Ada juga laporan yang menyebut uji coba awal baru bisa terjadi sebelum pemilu AS 2028.

Baca Juga :  Teknologi Pemulihan Foto Diklaim Mampu Kembalikan Gambar Terhapus Seketika

Think tank Brookings Institution memperingatkan proyek ini bisa memicu perlombaan senjata baru. Jika AS menempatkan senjata di orbit, China dan Rusia kemungkinan akan mengembangkan sistem serupa.

Biaya proyek juga menjadi sorotan. Estimasi jangka panjang Golden Dome bisa mencapai sekitar US$3,6 triliun hingga 2045.

Proyek ini melanjutkan gagasan pertahanan luar angkasa yang sudah muncul sejak era Ronald Reagan, namun belum pernah terealisasi hingga kini.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

YouTube Premium Naik Harga, Paket Termurah Tembus Rp137 Ribu per Bulan
Internet 100 Mbps Rp100 Ribu Resmi Hadir di 4 Kota, Ini Daftarnya
Solok Selatan Genjot Arsip Digital Lewat Aplikasi SIMPAN, OPD Wajib Tertib Data
Google Luncurkan USB Rp48 Ribu untuk Hidupkan Laptop Lawas
Harga Samsung Galaxy A25 5G Terbaru 2026, Layar 120Hz dan Kamera OIS Jadi Andalan
Siswa MAN 19 Jakarta Ubah Minyak Jelantah Jadi Listrik
Vivo T5 Pro 5G Resmi Meluncur, Baterai 9.020 mAh Bodi Ramping Bikin Geger Pasar
MacBook Neo Segera Masuk Indonesia, Apple Siapkan Laptop Murah Terbaru
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 21:00 WIB

YouTube Premium Naik Harga, Paket Termurah Tembus Rp137 Ribu per Bulan

Jumat, 17 April 2026 - 20:00 WIB

Internet 100 Mbps Rp100 Ribu Resmi Hadir di 4 Kota, Ini Daftarnya

Jumat, 17 April 2026 - 18:00 WIB

Google Luncurkan USB Rp48 Ribu untuk Hidupkan Laptop Lawas

Jumat, 17 April 2026 - 05:00 WIB

Harga Samsung Galaxy A25 5G Terbaru 2026, Layar 120Hz dan Kamera OIS Jadi Andalan

Kamis, 16 April 2026 - 22:00 WIB

Trump Dorong Proyek Golden Dome, Sistem Pertahanan Antirudal Luar Angkasa

Berita Terbaru

Oplus_0

Daerah

TPP Mandek 3 Bulan, Ribuan ASN Kerinci Menanti Kepastian

Jumat, 17 Apr 2026 - 22:30 WIB

Oplus_0

Ekonomi

Ekonomi Singapura Tumbuh di Bawah Ekspektasi

Jumat, 17 Apr 2026 - 22:00 WIB

Oplus_0

Sungai Penuh

Pendaftaran Pimpinan Baznas Sungai Penuh Diperpanjang

Jumat, 17 Apr 2026 - 21:30 WIB