JAKARTA – Union Berlin mencetak sejarah baru di sepak bola Eropa. Klub Bundesliga itu menunjuk Marie-Louise Eta sebagai pelatih kepala sementara tim pria.
Keputusan ini menjadikan Eta sebagai wanita pertama yang memimpin tim pria di lima liga top Eropa.
Manajemen klub mengambil langkah tersebut setelah memecat Steffen Baumgart. Mereka menilai performa tim terus menurun dalam beberapa bulan terakhir.
Union Berlin hanya meraih dua kemenangan dari 14 pertandingan sejak jeda musim dingin. Terbaru, tim kalah 1-3 dari Heidenheim. Hasil itu mendorong manajemen mengambil keputusan tegas.
Klub juga melepas dua asisten pelatih, Danilo de Souza dan Kevin McKenna. Manajemen ingin merombak total tim pelatih demi menyelamatkan posisi di klasemen.
Saat ini, Union Berlin menempati peringkat ke-11. Namun, mereka hanya berjarak tujuh poin dari zona play-off degradasi dengan lima laga tersisa.
Direktur olahraga Union Berlin, Horst Heldt, menegaskan tim butuh perubahan cepat.
“Kami tidak bisa bergantung pada posisi saat ini. Tim harus segera mengumpulkan poin untuk bertahan di Bundesliga,” ujar Heldt.
Eta akan memimpin tim hingga akhir musim. Setelah itu, ia akan beralih menangani tim wanita sesuai rencana klub.
Pelatih berusia 34 tahun itu mengaku siap menghadapi tantangan besar. Ia ingin membawa tim keluar dari tekanan.
“Saya siap menjalankan tugas ini. Kami harus bersatu dan berjuang untuk meraih poin penting,” kata Eta.
Eta bukan sosok baru di Union Berlin. Ia pernah mencetak sejarah sebagai asisten pelatih wanita pertama di Bundesliga pada musim 2023/2024.
Ia juga sempat menggantikan pelatih kepala saat Nenad Bjelica menjalani hukuman. Kini, ia memimpin tim secara penuh di momen krusial.
Penunjukan Eta menandai langkah besar dalam dunia sepak bola. Ia membuka jalan bagi lebih banyak perempuan untuk berkarier di level tertinggi sepak bola pria.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









