B50 Mulai Juli 2026, KAI Siap Gunakan Biodiesel Sawit

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pemerintah akan mulai menerapkan bahan bakar nabati B50 pada Juli 2026. Program ini menggabungkan 50 persen biodiesel berbasis minyak kelapa sawit dengan 50 persen solar.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyatakan kesiapan untuk mengadopsi kebijakan tersebut dalam operasional perkeretaapian. Perusahaan saat ini telah menggunakan biosolar B40 pada seluruh lokomotif sejak Februari 2025.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan KAI mendukung penuh transisi menuju B50 yang tengah disiapkan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Menurut Anne, KAI akan memastikan seluruh sarana, termasuk lokomotif dan genset, menjalani uji teknis sebelum menggunakan B50 secara penuh. Langkah ini bertujuan menjaga keselamatan perjalanan kereta api.

Baca Juga :  Bahlil Tegaskan LPG 3 Kg Tak Naik, Soroti Harga di Pangkalan

“Kami mendukung pemanfaatan energi terbarukan. Kami juga memastikan seluruh sarana siap melalui uji teknis sebelum beroperasi menggunakan B50,” ujar Anne dalam keterangan tertulis, Minggu (12/4/2026).

KAI sebelumnya memulai uji coba penggunaan B40 sejak Juli 2024. Perusahaan kemudian menerapkan bahan bakar tersebut secara penuh pada Februari 2025 setelah menyelesaikan serangkaian pengujian.

Anne menilai penggunaan bahan bakar nabati mampu menekan emisi dan mendukung target pemerintah dalam mencapai net zero emission (NZE) pada 2060. Program ini juga memperkuat upaya menuju kemandirian energi nasional.

Di sisi lain, minat masyarakat terhadap transportasi ramah lingkungan terus meningkat. Pada triwulan I 2026, KAI melayani 14.515.350 penumpang kereta api jarak jauh dan lokal. Jumlah tersebut naik 18,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 12.261.632 penumpang.

Baca Juga :  SPBU Swasta Belum Turunkan Harga BBM, Tunggu Pemerintah

Selain melayani penumpang, KAI juga memperkuat distribusi logistik nasional. Selama triwulan I 2026, perusahaan mengangkut 12.075.002 ton batu bara untuk menjaga pasokan listrik di Jawa dan Bali. KAI juga mengangkut 2.873.440 ton barang lain, seperti peti kemas, hasil perkebunan, dan kiriman ritel.

KAI terus mendorong penggunaan energi yang lebih bersih dalam operasionalnya. Perusahaan menilai langkah ini dapat menghadirkan transportasi yang efisien sekaligus ramah lingkungan bagi masyarakat.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Laba PLN 2025 Turun 65,8%, Pendapatan Naik tapi Tertekan Beban
Tarif Listrik Juni 2026 Tetap, Ini Rincian Biaya per kWh Terbaru
Harga BBM Awal Juni 2026 Naik-Turun: Pertamax Turbo Rp20.750, Dexlite Turun Drastis
RI Ngebut Masuk Era B50, Solar Campur Sawit 50 Persen Siap Jalan dan Diklaim Pertama di Dunia
Bensin Baru E5 Mulai Mengalir Juli 2026, Bioetanol Lokal 26 Ribu KL Siap Ubah Peta Energi RI
BBM Naik Beruntun 4 Kali dalam 10 Hari, Krisis Energi Global Picu Lonjakan Harga dan Tekan Ekonomi Dunia
Listrik Sumatera Kembali Normal, PLN Jamin Stabil Usai Blackout
Gangguan SUTT Picu Pemadaman Listrik Bergilir di Kerinci–Sungai Penuh, Aktivitas Warga Terganggu
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:00 WIB

Laba PLN 2025 Turun 65,8%, Pendapatan Naik tapi Tertekan Beban

Senin, 1 Juni 2026 - 19:00 WIB

Tarif Listrik Juni 2026 Tetap, Ini Rincian Biaya per kWh Terbaru

Senin, 1 Juni 2026 - 10:00 WIB

Harga BBM Awal Juni 2026 Naik-Turun: Pertamax Turbo Rp20.750, Dexlite Turun Drastis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:00 WIB

RI Ngebut Masuk Era B50, Solar Campur Sawit 50 Persen Siap Jalan dan Diklaim Pertama di Dunia

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:00 WIB

Bensin Baru E5 Mulai Mengalir Juli 2026, Bioetanol Lokal 26 Ribu KL Siap Ubah Peta Energi RI

Berita Terbaru

Oplus_0

Ekonomi

Gebrakan Baru BGN: Efisiensi Anggaran MBG Digenjot

Jumat, 5 Jun 2026 - 11:30 WIB