Kapal Tanker Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pemerintah Iran menjelaskan alasan dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) belum bisa keluar dari Selat Hormuz. Otoritas setempat mewajibkan setiap kapal menjalani prosedur ketat karena situasi keamanan belum stabil.

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyebut kondisi di Selat Hormuz masih sensitif akibat konflik yang berlangsung. Ia menegaskan otoritas keamanan menerapkan sejumlah protokol yang harus dipatuhi semua kapal.

“Selat Hormuz tidak berada dalam kondisi normal. Setiap kapal wajib mengikuti prosedur keamanan yang berlaku,” ujar Boroujerdi dalam pernyataannya di Jakarta.

Ia menjelaskan, kapal yang ingin melintas harus berkoordinasi langsung dengan pihak keamanan Iran. Proses tersebut mencakup komunikasi intensif hingga negosiasi sebelum kapal mendapatkan izin melintas.

Baca Juga :  RI Jajaki Impor Minyak Rusia, Pertamina Siap Eksekusi Arahan Pemerintah

Boroujerdi menekankan Iran tidak menutup akses Selat Hormuz. Namun, pemerintah tetap mengutamakan faktor keamanan di tengah situasi perang.

“Semua kapal tetap bisa melintas, tetapi harus mengikuti protokol yang kami tetapkan,” tegasnya.

Sementara itu, dua kapal milik PIS, yaitu VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih berada di kawasan Teluk Arab. Perusahaan terus mengupayakan agar keduanya segera melintasi Selat Hormuz.

Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menyatakan pihaknya terus menjalin koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri. Tim juga memantau perkembangan situasi setiap hari.

Baca Juga :  Harga BBM 7 Juni 2026: Diesel Turun, Pertamax Turbo Naik, Ini Daftar Lengkap di Seluruh SPBU RI

“Kami terus berkomunikasi dengan otoritas terkait untuk memastikan kapal bisa melintas dengan aman,” ujarnya.

Ia menegaskan perusahaan menempatkan keselamatan awak kapal sebagai prioritas utama. PIS juga memastikan keamanan kapal dan muatan tetap terjaga selama proses berlangsung.

“Kami fokus pada keselamatan kru dan keamanan operasional. Kami berharap proses ini segera selesai dengan lancar,” tambahnya.

Situasi di Selat Hormuz sendiri memegang peran penting bagi distribusi energi global. Ketegangan di wilayah tersebut langsung memengaruhi jalur logistik minyak dunia.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Dedi Mulyadi Bongkar Kejanggalan Dana Migas ONWJ, Prabowo Janji Ubah Aturan agar Langsung Masuk Kas Daerah
Proyek FPSO Bahtera Haluan Lestari Jadi Penggerak Baru Industri Migas, Produksi Perdana Ditargetkan 2028
PHE Tancap Gas Buru Cadangan Migas Baru, Joint Study Melonjak Jadi 12 Blok dan Ekspansi Tembus Malaysia
Biodiesel Sawit Resmi Menggerakkan Lokomotif KAI, Transisi Energi Makin Nyata
Bengkulu Siapkan Pabrik Biodiesel, Langkah Awal Menuju Sentra Energi Sawit Nasional Dimulai
Mengapa Shell Masih Belum Jual Bensin? ESDM Ungkap Dugaan Penyebabnya, Harga Minyak Dunia Jadi Sorotan
Mulai 1 Oktober, Seluruh SPBU Wajib Jual Biosolar B50, Indonesia Bersiap Tinggalkan Impor Solar
Pertamina Jamin Pasokan BBM untuk Koperasi Nelayan Merah Putih, Ekonomi Pesisir Siap Melaju Lebih Kencang
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:59 WIB

Dedi Mulyadi Bongkar Kejanggalan Dana Migas ONWJ, Prabowo Janji Ubah Aturan agar Langsung Masuk Kas Daerah

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:00 WIB

Proyek FPSO Bahtera Haluan Lestari Jadi Penggerak Baru Industri Migas, Produksi Perdana Ditargetkan 2028

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:00 WIB

PHE Tancap Gas Buru Cadangan Migas Baru, Joint Study Melonjak Jadi 12 Blok dan Ekspansi Tembus Malaysia

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:00 WIB

Biodiesel Sawit Resmi Menggerakkan Lokomotif KAI, Transisi Energi Makin Nyata

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:00 WIB

Bengkulu Siapkan Pabrik Biodiesel, Langkah Awal Menuju Sentra Energi Sawit Nasional Dimulai

Berita Terbaru