Harga Minerba Naik, RI Bisa Kantongi Tambahan Rp30 Triliun

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Indonesia berpeluang meraih tambahan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor mineral dan batu bara (Minerba) pada 2026. Kenaikan harga komoditas mendorong potensi pemasukan hingga puluhan triliun rupiah.

Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede, memperkirakan tambahan PNBP mencapai Rp15 triliun hingga Rp30 triliun sepanjang tahun ini. Ia menilai tren harga komoditas masih memberi ruang peningkatan penerimaan negara.

Namun, Josua mengingatkan pemerintah agar tetap berhati-hati. Ia menyoroti ketidakpastian global, termasuk konflik di Timur Tengah, yang bisa memicu fluktuasi harga.

“Pemerintah sebaiknya menetapkan target secara konservatif. Jika terlalu agresif, APBN bisa kembali rentan saat harga komoditas turun,” ujar Josua, Sabtu (11/4/2026).

Baca Juga :  Utang Negara Naik, Ekonomi Diselamatkan

Ia juga menyoroti potensi penurunan produksi batu bara pada 2026. Kondisi ini membuat kenaikan harga tidak otomatis meningkatkan penerimaan secara maksimal.

Sementara itu, ekonom pasar global Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, melihat potensi tambahan yang lebih besar. Ia memperkirakan angka tersebut bisa mencapai Rp20 triliun hingga Rp90 triliun di atas target PNBP 2026 sebesar Rp134 triliun.

Myrdal menekankan sejumlah syarat agar potensi itu tercapai. Ia meminta pemerintah menjaga harga komoditas tetap tinggi. Ia juga mendorong revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) serta penerapan instrumen seperti bea keluar atau windfall tax.

Baca Juga :  PLN Teken Kontrak Raksasa 511 MVA untuk Data Center DayOne di Batam

Komoditas utama seperti nikel, batu bara, dan tembaga menjadi penopang utama potensi tambahan penerimaan tersebut. Kinerja sektor ini sangat bergantung pada dinamika harga global dan kebijakan pemerintah.

Pemerintah kini menghadapi tantangan untuk menjaga keseimbangan. Di satu sisi, kenaikan harga membuka peluang besar. Di sisi lain, risiko penurunan harga tetap mengintai dan bisa menekan penerimaan negara.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Harga Sawit Turun di Merangin, Pengepul Keluhkan Keuntungan Menyusut
Pemprov Bengkulu Gandeng TNI, Dorong Ekonomi Daerah Lewat Gotong Royong dan Karya Bhakti
Prajogo Pangestu Rebut Tahta Terkaya RI Juni 2026, Ini Daftar 10 Konglomerat dengan Harta Ratusan Triliun
PMI Manufaktur RI Diperkirakan Masih Tertekan, Ekonom Soroti Dua Tekanan Utama
Harga TBS Provinsi Melebar, Sumbar Teratas, Jambi Papan Tengah, Banten Terendah
Transformasi Telkom Berbuah, Pendapatan Tembus Rp37,2 Triliun
Harga Telur Tak Kunjung Naik, BGN Ultimatum SPPG Belanja Langsung ke Peternak
Tarif Listrik Juni 2026 Tetap, Ini Rincian Biaya per kWh Terbaru
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:00 WIB

Harga Sawit Turun di Merangin, Pengepul Keluhkan Keuntungan Menyusut

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:00 WIB

Pemprov Bengkulu Gandeng TNI, Dorong Ekonomi Daerah Lewat Gotong Royong dan Karya Bhakti

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:00 WIB

Prajogo Pangestu Rebut Tahta Terkaya RI Juni 2026, Ini Daftar 10 Konglomerat dengan Harta Ratusan Triliun

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:00 WIB

PMI Manufaktur RI Diperkirakan Masih Tertekan, Ekonom Soroti Dua Tekanan Utama

Selasa, 2 Juni 2026 - 09:00 WIB

Harga TBS Provinsi Melebar, Sumbar Teratas, Jambi Papan Tengah, Banten Terendah

Berita Terbaru