Kemensos Siapkan Penebalan Bansos di Tengah Isu Kenaikan BBM

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan langkah antisipatif. Pemerintah menambah bantuan sosial (bansos) untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan pemerintah masih menunggu keputusan resmi terkait penyesuaian harga BBM. Meski begitu, Kemensos menyiapkan skema perlindungan sosial untuk merespons dampak yang mungkin muncul.

“Pemerintah akan menyesuaikan kebijakan sesuai keputusan Presiden,” kata Saifullah Yusuf di Jakarta, Senin (6/4/2026)

Kemensos menyiapkan dua skenario utama. Pertama, pemerintah menambah nilai bantuan bagi keluarga penerima manfaat (KPM). Kedua, pemerintah memperluas jumlah penerima bansos dari data yang tersedia.

Dalam skema perluasan, jumlah penerima bisa meningkat. Angka penerima naik dari sekitar 18 juta KPM menjadi hingga 35 juta KPM. Pemerintah masih menunggu hasil rapat koordinasi untuk menetapkan jumlah akhir.

Baca Juga :  CR-V Baru: Lebih Sporty, Nyaman, dan Pakai Mesin Hybrid

Langkah ini dinilai penting. Kenaikan BBM berpotensi memicu lonjakan harga kebutuhan pokok. Biaya transportasi juga ikut naik. Dengan adanya bansos, pemerintah menjaga konsumsi masyarakat tetap stabil.

Kemensos tetap menjalankan program bantuan utama. Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi salah satu andalan. Pada 2026, PKH menargetkan sekitar 10 juta keluarga. Pemerintah mengalokasikan anggaran program ini sebesar Rp28,7 triliun.

Selain itu, pemerintah juga menjalankan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Program ini menyasar 18,3 juta keluarga. Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp43,8 triliun. Setiap penerima mendapat Rp200.000 per bulan. Pemerintah mencairkan bantuan setiap tiga bulan.

Baca Juga :  HUAWEI nova 14 Pro Hadir dengan Hadiah Gratis

Pemerintah juga terus memperbarui data penerima bantuan. Sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) memperkuat akurasi data. Tujuannya, pemerintah menyalurkan bantuan secara tepat sasaran.

Kemensos mengimbau masyarakat untuk mengecek status penerima bansos secara mandiri. Masyarakat dapat melakukan pengecekan melalui aplikasi atau situs resmi. Langkah ini memastikan bantuan sampai ke pihak yang berhak.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah menjaga stabilitas ekonomi. Pemerintah juga melindungi daya beli masyarakat di tengah tekanan harga energi.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

IHSG Menguat Tembus 7.000, Investor Dorong Optimisme Pasar Saham
Harga Emas Antam Hari Ini 7 April 2026, Rp 2,7 Juta per Gram
Harga Emas Antam Turun Hari Ini 6 April 2026, Rp2,84 Juta per Gram
Dari Lereng Gunung ke Kuala Lumpur, Kopi Kerinci Curi Hati Pecinta Kopi Malaysia
Harga Emas Antam 5 April 2026 Stsbil, Cek Daftar Lengkap dari 0,5 Gram hingga 1 Kg
Produksi Naik, Pendapatan Tertahan: Kinerja PT Bukit Asam 2025 Terungkap
Cuan Setelah Lebaran, 10 Ide Bisnis yang Paling Laris dan Menguntungkan
Inflasi Maret 2026 Turun ke 0,41 Persen, Tekanan Masih Ada
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 20:30 WIB

Kemensos Siapkan Penebalan Bansos di Tengah Isu Kenaikan BBM

Selasa, 7 April 2026 - 14:30 WIB

IHSG Menguat Tembus 7.000, Investor Dorong Optimisme Pasar Saham

Selasa, 7 April 2026 - 12:30 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 7 April 2026, Rp 2,7 Juta per Gram

Senin, 6 April 2026 - 09:30 WIB

Harga Emas Antam Turun Hari Ini 6 April 2026, Rp2,84 Juta per Gram

Minggu, 5 April 2026 - 10:00 WIB

Dari Lereng Gunung ke Kuala Lumpur, Kopi Kerinci Curi Hati Pecinta Kopi Malaysia

Berita Terbaru

Oplus_0

Teknologi

OPPO A6s Rilis, Bawa Baterai 7.000 mAh dan IP69

Selasa, 7 Apr 2026 - 21:00 WIB