JAKARTA – Kopi asal lereng Gunung Kerinci, Jambi, berhasil menembus pasar Malaysia. Kopi ini memiliki cita rasa kuat dan khas. Produk ini kini hadir di Kuala Lumpur.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur mendorong ekspor kopi ini. KBRI bekerja sama dengan Lewisgene Roasters Sdn Bhd. Mereka juga menggandeng Isetan Kuala Lumpur dan Koperasi Eksportir Kopi Alko Kerinci.
Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Kuala Lumpur, Hendra P. Iskandar, menyebut kehadiran kopi ini menambah ragam kopi Indonesia di Malaysia.
“Masuknya Kopi Alko Kerinci Jambi menambah jenis kopi Indonesia di pasar Malaysia,” kata Hendra, Rabu (1/4/2026).
Pelaku usaha memperkenalkan kopi ini lewat ajang “A Coffee & Artisan Collective”. Acara ini berlangsung di Isetan KLCC, Kuala Lumpur. Kegiatan berlangsung pada 30 Maret hingga 8 April 2026.
Ajang ini menampilkan berbagai kopi Indonesia. Di antaranya Kopi Toraja, Kopi Gayo, Kopi Mandheling, dan kopi Lampung.
Hendra menilai permintaan kopi Indonesia cukup tinggi. Pecinta kopi di Malaysia menyukai aroma dan rasa kopi Indonesia.
Kolaborasi ini melibatkan petani kopi Kerinci. Mereka tergabung dalam Koperasi Eksportir Kopi Alko Kerinci. Mitra lain berasal dari Malaysia dan Jepang.
Promosi juga menyasar sektor ekonomi kreatif. Kedai kopi Duddells Lewisgene ikut mengenalkan minuman kopi Indonesia. Mereka memadukan kopi dengan fesyen dan wastra Indonesia.
General Manager Isetan Kuala Lumpur, Daisuke Yamai, menyambut kehadiran kopi Indonesia. Ia memastikan pengunjung dapat membeli produk ini di Isetan KLCC.
Founder Lewisgene Roasters Sdn Bhd, Nielsen Lim, mengaku menyukai kopi Indonesia. Ia menilai kualitas kopi Indonesia sangat tinggi.
Ia juga berkomitmen mendukung promosi produk Indonesia. Ia menjalankan upaya itu melalui kedai kopi miliknya.
Para petani kopi Kerinci menyambut ekspor ini dengan antusias. Mereka melihat peluang besar di pasar Malaysia.
Sebagai tahap awal, pelaku usaha akan mengirim dua kontainer kopi setiap bulan.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









