JAKARTA – Gelombang aksi ‘No Kings’ mengguncang berbagai kota di Amerika Serikat (AS). Jutaan warga turun ke jalan. Mereka memprotes kebijakan Presiden Donald Trump.
Aksi berlangsung di New York, Chicago, Los Angeles, dan Minneapolis. Massa menolak kebijakan imigrasi. Mereka menyoroti konflik dengan Iran. Warga mengeluhkan kenaikan biaya hidup.
Seorang demonstran di Minneapolis menyebut aksinya sebagai bentuk tanggung jawab. Ia menilai demokrasi menghadapi ancaman.
Di Chicago, veteran Chris Holy ikut turun ke jalan. Ia menjalani aksi pertamanya. Ia tidak bisa lagi diam melihat ketidakadilan.
Di New York, Yohanna menyampaikan alasan serupa. Ia tidak bisa merangkum semua alasan protes dalam satu poster. Ia menegaskan pentingnya partisipasi publik.
Aksi di Los Angeles berlangsung santai. Massa mengiringi aksi dengan musik salsa. Mereka membawa poster anti-perang. Sebagian peserta mengenakan kostum unik.
Namun, situasi memanas di pusat kota Los Angeles. Aparat menembakkan gas air mata. Sejumlah demonstran melempar benda ke arah gedung federal. Polisi menangkap beberapa orang karena mereka tetap bertahan.
Di Portland, perwakilan serikat guru Fedrick Ingram menyampaikan pesan optimisme. Ia mengajak masyarakat tetap bersatu. Ia menilai publik mampu melewati situasi sulit.
Secara umum, aksi ‘No Kings’ menunjukkan partisipasi publik meningkat. Warga ingin menyuarakan aspirasi politik. Seorang peserta di Sacramento berharap aksi ini memberi dampak. Ia ingin masyarakat lebih bijak dalam menentukan pilihan politik.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora








