UNISA Yogyakarta Cetak Sejarah Baru, Dua Guru Besar Perkuat Riset Kesehatan dan Lahirkan Inovasi untuk Masyarakat

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

YOGYAKARTA – Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta terus memperkuat kualitas pendidikan tinggi melalui penambahan guru besar. Langkah ini menjadi bagian dari strategi kampus untuk memperluas riset kesehatan, meningkatkan mutu pembelajaran, sekaligus menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Selain memperkokoh kapasitas akademik, penambahan profesor juga mempertegas komitmen UNISA dalam membangun tradisi keilmuan yang berkelanjutan. Kampus berharap para guru besar mampu mempercepat lahirnya penelitian yang berdampak langsung terhadap pembangunan kesehatan nasional.

Tidak hanya itu, UNISA juga ingin memperluas kontribusinya melalui kolaborasi riset, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

UNISA Tambah Dua Guru Besar

UNISA Yogyakarta kini memiliki dua guru besar baru berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 4357/N/KPT.KP/2026 tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen.

Dua akademisi tersebut meliputi:

Prof. Andari Wuri Astuti, Guru Besar Ilmu Kebidanan dengan kepakaran Kesehatan Seksual dan Reproduksi Perempuan Berbasis Bukti.

Prof. Wantonoro, Guru Besar Ilmu Keperawatan dengan bidang keahlian long term care atau perawatan jangka panjang.

Kehadiran keduanya memperkuat kapasitas UNISA dalam mengembangkan pendidikan, penelitian, serta inovasi di bidang kesehatan.

PP ‘Aisyiyah Apresiasi Pencapaian UNISA

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, menilai penambahan guru besar menjadi tonggak penting bagi perkembangan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, khususnya UNISA Yogyakarta.

Baca Juga :  Dies Natalis ke-44 UNIB, Bappenas Dorong Alumni Tembus Dunia Internasional

Menurut Salmah, kampus terus membangun budaya akademik yang kuat sekaligus meningkatkan kualitas riset kesehatan.

“Unisa telah menunjukkan komitmennya di dalam memperkuat tradisi-tradisi keilmuan, tradisi-tradisi akademiknya, dan juga riset di bidang kesehatan sejalan dengan sejarah panjang pengabdian UNISA yang awalnya berdiri berwawasan kesehatan,” ujar Salmah, Kamis (25/6).

Program Studi Harus Terus Berkembang

Selain mengapresiasi pencapaian tersebut, Salmah juga meminta UNISA terus mengembangkan seluruh program studinya. Meski demikian, ia menegaskan kampus tetap harus mempertahankan identitasnya sebagai perguruan tinggi yang memiliki kekuatan di bidang kesehatan.

“Namun wawasan kesehatannya tetap (dipertahankan),” tegasnya.

Karena itu, pengembangan akademik perlu berjalan seiring dengan penguatan riset dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Guru Besar Perlu Membawa Ilmu ke Tengah Masyarakat

Salmah juga mengajak seluruh dosen, terutama dua guru besar yang baru meraih jabatan profesor, agar semakin aktif membagikan hasil penelitian kepada masyarakat.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan solusi berbasis ilmu pengetahuan sehingga hasil riset tidak berhenti sebagai pencapaian akademik.

“Hal ini tentu penting agar keilmuan yang dikembangkan tidak berhenti sebagai capaian akademik semata, melainkan mampu menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” pungkasnya.

Baca Juga :  Beasiswa Penerbangan Kota Padang Buka Jalur Emas, 40 Anak Muda Bisa Kuliah Gratis dengan Jaminan Kerja

Riset dan Inovasi Menjadi Prioritas

Ke depan, UNISA Yogyakarta menempatkan riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai prioritas utama. Kampus ingin memperluas kerja sama dengan berbagai pihak agar hasil penelitian mampu menjawab tantangan kesehatan di Indonesia.

Selain itu, para guru besar juga diharapkan mampu membimbing dosen muda, memperkuat publikasi ilmiah, serta melahirkan inovasi yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Dengan bertambahnya guru besar, UNISA semakin optimistis memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi berkemajuan yang menghasilkan lulusan berkualitas dan penelitian berdaya guna.

FAQ

Siapa dua guru besar baru di UNISA Yogyakarta?

Prof. Andari Wuri Astuti menjadi Guru Besar Ilmu Kebidanan, sedangkan Prof. Wantonoro menjadi Guru Besar Ilmu Keperawatan.

Apa tujuan penambahan guru besar di UNISA?

UNISA ingin memperkuat pendidikan, meningkatkan kualitas riset kesehatan, memperluas inovasi, serta meningkatkan pengabdian kepada masyarakat.

Apa pesan PP ‘Aisyiyah kepada para guru besar?

PP ‘Aisyiyah meminta para guru besar lebih aktif menyebarkan hasil penelitian sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung.

Mengapa tradisi keilmuan penting bagi UNISA?

Tradisi keilmuan mendorong lahirnya penelitian berkualitas, memperkuat budaya akademik, dan meningkatkan kontribusi kampus terhadap pembangunan kesehatan nasional.(Tim)

Berita Terkait

Polemik SPMB Berakhir, 14 Siswa Pondok Tinggi Akhirnya Diterima di SMA Negeri 2 Sungai Penuh
Bimbel Dharmasraya Juara Cetak Prestasi Perdana, Alumni Lolos Kedokteran USU Meski Akhirnya Pilih Kampus Beasiswa
SMA Taruna Nusantara Cari 60 Pamong Baru, Rekrutmen P3 2026 Dibuka hingga 9 Juli, Cek Syarat Lengkapnya
CPNS Guru 2027 Resmi Dipersiapkan, Indonesia Masih Kekurangan 561 Ribu Guru, Ini Syarat dan Skema Seleksinya
SPMB SMA Negeri 2 Sungai Penuh Jadi Sorotan, Hardizal Minta Gubernur Jambi Turun Tangan
Mahyeldi Bongkar Bukti SPMB Sumbar Bebas Titipan, Anak Gubernur hingga Anak Sekda Sama-sama Gagal Lolos
Polemik Pemira FKIP UNJA 2026, Chat WA Pimpinan Fakultas Picu Tudingan Tak Netral dan Desakan Evaluasi
Seleksi PPPK Sekolah Rakyat Masuk Babak Penentu, Tes CAT Mulai 13 Juli
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:00 WIB

Polemik SPMB Berakhir, 14 Siswa Pondok Tinggi Akhirnya Diterima di SMA Negeri 2 Sungai Penuh

Jumat, 3 Juli 2026 - 20:00 WIB

Bimbel Dharmasraya Juara Cetak Prestasi Perdana, Alumni Lolos Kedokteran USU Meski Akhirnya Pilih Kampus Beasiswa

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:00 WIB

SMA Taruna Nusantara Cari 60 Pamong Baru, Rekrutmen P3 2026 Dibuka hingga 9 Juli, Cek Syarat Lengkapnya

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:00 WIB

CPNS Guru 2027 Resmi Dipersiapkan, Indonesia Masih Kekurangan 561 Ribu Guru, Ini Syarat dan Skema Seleksinya

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:10 WIB

SPMB SMA Negeri 2 Sungai Penuh Jadi Sorotan, Hardizal Minta Gubernur Jambi Turun Tangan

Berita Terbaru