UMKM Solok Selatan Jadi Tulang Punggung Ekonomi Daerah

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 19 Maret 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

SOLOK SELATAN – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), menempatkan UMKM sebagai prioritas utama. Pemerintah telah memberikan berbagai bantuan kepada ribuan pelaku UMKM sejak 2021.

Dari 12.768 UMKM di Solok Selatan, pemerintah membina 1.769 usaha mikro di tujuh kecamatan. Pemerintah juga memberikan peralatan kepada 1.323 pelaku usaha. Selanjutnya, pemerintah memfasilitasi 5.804 pelaku UMKM untuk mendapatkan sertifikasi halal, Nomor Induk Berusaha (NIB), dan merek usaha. Program ini berjalan bersama pemerintah provinsi, Kemenag, Bank Indonesia, dan Pusat Kajian Halal LDPM Bukittinggi.

Plt. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM, Musferi Hendra, menjelaskan bahwa semua bantuan termasuk dalam program UMKM Naik Kelas. Program ini meningkatkan kapasitas, kualitas, dan daya saing pelaku UMKM.

Baca Juga :  Alfin Ajak Warga Perkuat Budaya Mengaji

“Program UMKM Naik Kelas memperkuat ekonomi masyarakat. Pemerintah memberikan pembinaan, pelatihan, dan bantuan peralatan. Kami ingin UMKM Solok Selatan berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” kata Musferi, Selasa (17/3/2026).

Sejak kepemimpinan Bupati H. Khairunas dan Wakil Bupati H. Yulian Efi, UMKM mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. UMKM membuka lapangan kerja baru dan memberdayakan perempuan serta generasi muda di bidang kerajinan, bordir, sulaman, serta makanan dan minuman.

Pemerintah Dukung UMKM

Pemerintah terus mendukung UMKM dengan pelatihan, konsultasi, pendampingan usaha, dan kunjungan langsung ke lokasi. Kepala Bidang Koperasi dan UKM, Azizah Mutia, menyebut UMKM di Solok Selatan tersebar di tujuh sektor: penyedia akomodasi makan-minum, perdagangan, industri pengolahan, jasa, kerajinan, pertanian, dan peternakan.

Baca Juga :  Kenali Asuransi Mobil, Solusi Aman Hadapi Risiko Berkendara

Dengan dukungan pemerintah, produk UMKM Solok Selatan menembus pasar internasional. Pemerintah memasarkan kopi ke Jepang, Australia, Amerika Serikat, dan Korea. Produk olahan makanan, seperti rendang Uni Lili, menjangkau Eropa. Pemerintah juga mengekspor hasil kerajinan sulaman ke negara tetangga dan Timur Tengah.

Program ini berlanjut karena pemerintah memasukkan UMKM dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 dan menjadikannya bagian dari visi-misi daerah. Tahun ini, pemerintah menganggarkan Rp 817,8 juta untuk meningkatkan kapasitas 420 pelaku UMKM.

Selain itu, pemerintah tengah memproses 400 sertifikat halal melalui Pusat Kajian Halal LDPM Bukittinggi.

 

UMKM Solok Selatan, UMKM Naik Kelas, Ekonomi Daerah, Pelaku Usaha, Bantuan UMKM

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Delapan Jabatan Eselon II Pemkot Sungai Penuh Masih Kosong, Kapan Buka Seleksi?
Uji Laboratorium Pupuk Subsidi Sungai Penuh Dimulai, Pemerintah Telusuri Perbedaan Fisik yang Dikeluhkan Petani
Polemik SPMB Berakhir, 14 Siswa Pondok Tinggi Akhirnya Diterima di SMA Negeri 2 Sungai Penuh
Petani Sungai Penuh Curiga Kualitas Pupuk Subsidi Bermasalah, Hasil Uji Sederhana Bikin Resah
SPMB SMA Negeri 2 Sungai Penuh Jadi Sorotan, Hardizal Minta Gubernur Jambi Turun Tangan
Kasus PIP STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh Terus Bergulir, Polres Kerinci Tunggu Hasil Audit PP Muhammadiyah
Kabar Gembira, Pemdes Srimenanti Sungai Penuh Gulirkan Beasiswa Siswa SD, Orang Tua Segera Siapkan Berkas Sebelum 3 Juli
Gaji ke-13, TPP hingga Dana Desa Masih Dinanti, Apa yang Terjadi di Sungai Penuh?
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:37 WIB

Delapan Jabatan Eselon II Pemkot Sungai Penuh Masih Kosong, Kapan Buka Seleksi?

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:11 WIB

Uji Laboratorium Pupuk Subsidi Sungai Penuh Dimulai, Pemerintah Telusuri Perbedaan Fisik yang Dikeluhkan Petani

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:00 WIB

Polemik SPMB Berakhir, 14 Siswa Pondok Tinggi Akhirnya Diterima di SMA Negeri 2 Sungai Penuh

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:00 WIB

Petani Sungai Penuh Curiga Kualitas Pupuk Subsidi Bermasalah, Hasil Uji Sederhana Bikin Resah

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:10 WIB

SPMB SMA Negeri 2 Sungai Penuh Jadi Sorotan, Hardizal Minta Gubernur Jambi Turun Tangan

Berita Terbaru