JAKARTA – PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) mengusulkan agar operator seluler dengan jumlah pelanggan terbanyak memperoleh tambahan frekuensi. Usulan ini muncul sebagai respons terhadap rencana Kementerian Komunikasi dan Digital yang akan menggelar lelang frekuensi 2,6 GHz dan 700 MHz pada tahun ini.
Telkomsel Siap Ikuti Lelang Frekuensi
Vice President Global Network Operation Telkomsel, Juanita Erawati, memastikan Telkomsel akan mengikuti lelang frekuensi tersebut. Namun demikian, ia menilai mekanisme lelang tidak seharusnya hanya mengutamakan penawaran harga tertinggi.
“Kami melihat dari sisi pelanggan. Artinya, operator dengan pelanggan lebih banyak seharusnya memperoleh spektrum lebih besar. Logikanya begitu,” kata Juanita di Kantor Telkomsel, Rabu (25/2/2026).
Operator Besar Butuh Spektrum Lebih Besar
Selain itu, Juanita menjelaskan operator dengan jumlah pelanggan terbesar membutuhkan kapasitas jaringan yang lebih besar. Tanpa tambahan spektrum, operator akan kesulitan melayani kebutuhan pengguna.
Oleh sebab itu, operator harus menyesuaikan kapasitas jaringan dengan jumlah pelanggan. Langkah ini menjaga kualitas layanan tetap stabil.
Pengembangan 5G Bisa Ganggu Layanan 4G
Di sisi lain, Juanita menilai pengembangan jaringan 5G berpotensi mengganggu layanan 4G LTE. Gangguan bisa muncul ketika operator memindahkan sebagian spektrum 4G untuk kebutuhan 5G.
Meski demikian, Juanita mengakui jumlah pengguna 5G mulai meningkat. Namun pertumbuhan tersebut belum terlalu signifikan.
Telkomsel Dorong Pelanggan Beralih ke 5G
Sementara itu, Telkomsel terus mendorong pelanggan beralih ke layanan 5G. Juanita menilai peningkatan jumlah BTS 5G dapat menekan biaya layanan.
“Kalau populasi BTS 5G semakin banyak, harga akan turun. 5G juga lebih stabil dan lebih baik. Selain itu, spektrumnya lebih besar sehingga pelanggan bisa menikmati layanan yang lebih nyaman,” ujarnya.
Tantangan Masih pada Ketersediaan Perangkat
Namun demikian, Juanita menilai ketersediaan perangkat masih menjadi tantangan utama dalam pengembangan 5G.
“Pada dasarnya kami sangat antusias mengembangkan 5G. Namun pada akhirnya, kami juga harus melihat apakah populasi perangkatnya sudah cukup,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan pengguna yang beralih dari 4G ke 5G biasanya menggunakan data lebih besar. Pengguna tersebut juga menghasilkan payload data yang lebih tinggi.
Keterbatasan Spektrum Picu Investasi Lebih Besar
Saat ini, kapasitas spektrum masih terbatas. Karena itu, Telkomsel terus mendorong pemerintah menambah alokasi spektrum.
Tanpa tambahan spektrum, operator harus menambah perangkat jaringan untuk menjaga kualitas layanan. Langkah ini tentu meningkatkan nilai investasi yang harus operator keluarkan.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









