SSIA Rugi Rp89 Miliar, Smart Money Malah Akumulasi Saham

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 9 April 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) mencatat rugi bersih sebesar Rp89,36 miliar pada tahun buku 2025. Meski demikian, investor institusi atau smart money melakukan akumulasi saham.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan tentang pandangan investor besar terhadap kinerja SSIA. Kondisi ini terjadi di tengah tekanan laporan keuangan perseroan.

Investor kini tidak hanya menilai laba atau rugi bersih. Mereka juga menilai metrik lain, terutama rasio solvabilitas dan cash runway. Hal ini terjadi seiring SSIA menjalankan proyek besar Subang Smartpolitan yang membutuhkan investasi besar.

Baca Juga :  Indonesia Produsen Terbesar Obat Alami Penangkal Asam Urat

Dari sisi neraca, utang bank jangka panjang SSIA naik dari Rp516,9 miliar pada 2024 menjadi Rp1,53 triliun pada akhir 2025. Ekuitas perusahaan mencapai Rp5,56 triliun.

Dengan kondisi tersebut, Debt-to-Equity Ratio (DER) SSIA berada di level 0,83 kali. Rasio ini masih tergolong moderat untuk perusahaan pengembang kawasan industri yang agresif membebaskan lahan dan membangun infrastruktur.

Beban bunga juga menjadi perhatian pasar. SSIA mencatat laba usaha sebesar Rp215,7 miliar. Sementara itu, beban keuangan mencapai Rp107,14 miliar. Interest Coverage Ratio (ICR) perusahaan berada di level 2,01 kali.

Baca Juga :  BBCA Terkoreksi 2,09%, Bank Central Asia Tetap Kokoh dengan Fundamental Solid

Artinya, perusahaan masih mampu menutup kewajiban bunga dengan aman. Namun, tekanan biaya keuangan tetap meningkat.

SSIA juga memiliki kas dan setara kas sebesar Rp1,42 triliun. Posisi ini memberi ruang likuiditas yang cukup. Perusahaan dapat membiayai operasional dan membayar utang selama 12 hingga 18 bulan ke depan.

Dengan kondisi tersebut, risiko dilusi melalui aksi korporasi seperti rights issue dalam waktu dekat relatif kecil.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Koperasi Merah Putih di Jakarta Mulai Raup Untung, Ini Strategi Pengurus Menang di Tengah Gempuran Minimarket
Biodiesel Sawit Resmi Menggerakkan Lokomotif KAI, Transisi Energi Makin Nyata
Bupati Solok Selatan Kawal Pembaruan HGU PT Mitra Kerinci, Tegaskan Investasi Harus Sejalan dengan Kepentingan Masyarakat
Bengkulu Siapkan Pabrik Biodiesel, Langkah Awal Menuju Sentra Energi Sawit Nasional Dimulai
Mulai 1 Agustus, Jutaan Seller Shopee, TikTok Shop hingga Marketplace Lain Bakal Nikmati Diskon Biaya Layanan 50 Persen
Emas Pegadaian Mendadak Kompak Menguat Hari Ini 25 Juni 2026, Investor Langsung Bidik Antam, UBS dan Galeri 24
Mulai 1 Juli, Pendapatan Driver Ojol Berubah? GoTo dan Grab Buka Aturan Komisi 8 Persen
Harga Emas Antam Hari Ini 22 Juni 2022 Stabil, Investor Cermati Peluang di Level Rp2,668 Juta per Gram
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:00 WIB

Koperasi Merah Putih di Jakarta Mulai Raup Untung, Ini Strategi Pengurus Menang di Tengah Gempuran Minimarket

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:00 WIB

Biodiesel Sawit Resmi Menggerakkan Lokomotif KAI, Transisi Energi Makin Nyata

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:00 WIB

Bupati Solok Selatan Kawal Pembaruan HGU PT Mitra Kerinci, Tegaskan Investasi Harus Sejalan dengan Kepentingan Masyarakat

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:00 WIB

Bengkulu Siapkan Pabrik Biodiesel, Langkah Awal Menuju Sentra Energi Sawit Nasional Dimulai

Rabu, 8 Juli 2026 - 19:39 WIB

Mulai 1 Agustus, Jutaan Seller Shopee, TikTok Shop hingga Marketplace Lain Bakal Nikmati Diskon Biaya Layanan 50 Persen

Berita Terbaru