Sosok Ayatollah Arafi, Pemimpin Sementara Iran

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 2 Maret 2026 - 18:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Iran menunjuk Ayatollah Alireza Arafi sebagai Pemimpin Tertinggi sementara, setelah Ali Khamenei wafat akibat serangan udara AS–Israel di Teheran.

Dengan penunjukan ini, pemerintah Iran menjaga stabilitas negara selama masa transisi hingga Majelis Pakar memilih pemimpin definitif.

Latar Belakang & Karier

Arafi lahir pada 1959 di Meybod, Provinsi Yazd, dari keluarga ulama. Ia menempuh pendidikan di Qom, pusat studi Syiah di Iran, dan mencapai tingkat Mujtahid, sehingga ia dapat mengeluarkan fatwa secara independen. Selain itu, Arafi memimpin Universitas Internasional Al-Mustafa, mendidik ulama dari Iran dan berbagai negara, serta memperluas pengaruh diplomasi keagamaan Iran.

Baca Juga :  Prancis Krisis BBM, 18% SPBU Lumpuh Akibat Pembatasan Harga

Selain pengalaman pendidikan, Arafi menunjukkan loyalitas tinggi terhadap struktur ideologis pemerintah Iran dan memiliki pengalaman administratif yang luas. Oleh karena itu, para pemimpin menilai ia figur tepat untuk memimpin selama masa transisi.

Peran dalam Kepemimpinan Sementara

Setelah wafatnya Khamenei, Iran membentuk Dewan Kepemimpinan sementara hingga Majelis Pakar memilih pengganti tetap. Dalam dewan ini, Arafi bekerja sebagai wakil dari Guardian Council bersama Presiden Masoud Pezeshkian dan Kepala Kehakiman Gholamhossein Mohseni-Eje’i. Dengan demikian, ia memegang otoritas tertinggi negara selama proses pemilihan berlangsung.

Baca Juga :  Mulai 18 April, Arab Saudi Hanya Izinkan Warga Lokal Umrah

Karakter & Pengaruh

Arafi memegang pengaruh besar dalam struktur agama dan politik Iran. Selain itu, ia bersikap tegas terhadap kekuatan luar seperti Amerika Serikat. Karena itu, publik dan komunitas internasional menyoroti peran Arafi saat ini.

Ringkasnya, Ayatollah Arafi memimpin Iran sementara setelah wafatnya Khamenei. Dengan posisi ini, ia memastikan kelanjutan kepemimpinan Republik Islam Iran hingga Majelis Pakar memilih pemimpin baru.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Ubah Haluan, Vietnam Tunda Larangan Motor Bensin, Transisi Berlanjut hingga 2028
Norwegia Batasi AI di Sekolah Dasar, Fokus Kembali ke Belajar Dasar
Harga Minyak Dunia Naik ke US$81, Ketegangan Iran-AS Guncang Pasar Energi
Jay Idzes Dukung Ismael Kone, Pesan Haru Kapten Timnas Indonesia Usai Cedera Horor Piala Dunia 2026
Mimpi Kuliah Gratis ke Rusia Bisa Jadi Nyata, 300 Beasiswa Dibuka untuk Pelajar Indonesia
Ribuan Pelamar Rela Antre 2 Kilometer Sejak Subuh, Gaji Awal Pekerjaan Ini Tembus Rp15 Juta
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Tertekan dan Pasar Bersiap Hadapi Perubahan Besar
Iran Bersiap Masuk Era Baru, Investasi Rp5.310 Triliun Mengalir Usai Kesepakatan Damai dengan AS
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:00 WIB

Ubah Haluan, Vietnam Tunda Larangan Motor Bensin, Transisi Berlanjut hingga 2028

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:00 WIB

Norwegia Batasi AI di Sekolah Dasar, Fokus Kembali ke Belajar Dasar

Senin, 22 Juni 2026 - 14:00 WIB

Harga Minyak Dunia Naik ke US$81, Ketegangan Iran-AS Guncang Pasar Energi

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:00 WIB

Jay Idzes Dukung Ismael Kone, Pesan Haru Kapten Timnas Indonesia Usai Cedera Horor Piala Dunia 2026

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:00 WIB

Mimpi Kuliah Gratis ke Rusia Bisa Jadi Nyata, 300 Beasiswa Dibuka untuk Pelajar Indonesia

Berita Terbaru