Robot Mulai Ambil Alih Logistik, Ini Nasib Kurir Online di Era AI

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan robotika kembali memicu perdebatan soal masa depan pekerjaan manusia. Kini, perubahan tidak hanya terjadi di kantor atau industri kreatif, tetapi juga mulai menyentuh sektor pengiriman barang.

Selama ini, kurir online menjadi bagian penting dalam pertumbuhan e-commerce. Namun, kemajuan robot membuat perusahaan teknologi mulai mencari cara baru untuk mengirim paket lebih cepat dan efisien.

Di tengah perubahan tersebut, pendiri JD.com Richard Liu menyampaikan prediksi mengejutkan. Ia menilai robot suatu saat dapat mengambil alih sebagian besar tugas pengiriman barang.

JD.com Melihat Robot sebagai Masa Depan Pengiriman

Richard Liu mengatakan perkembangan robot akan terus bergerak mengikuti kebutuhan industri. Menurutnya, teknologi baru bisa mengubah cara perusahaan menjalankan layanan logistik.

“Di masa depan, ketika robot mengantarkan paket, cepat atau lambat, akan tiba saatnya kurir pada dasarnya tidak lagi dibutuhkan,” kata Liu.

Pernyataan itu langsung menarik perhatian karena JD.com memiliki jaringan logistik besar di China. Perusahaan tersebut mengandalkan ratusan ribu pekerja untuk memenuhi kebutuhan pengiriman pelanggan.

Namun, Liu juga menyampaikan kekhawatiran terhadap dampak sosial dari perubahan teknologi.

“Pasti robot yang akan mengantarkan paket. Tapi saya benar-benar tidak ingin 700.000 saudara kita kelaparan, kehilangan pekerjaan,” ujarnya.

Teknologi Mendorong Perubahan Jenis Pekerjaan

Menurut Liu, perkembangan teknologi tidak seharusnya membuat manusia kehilangan kesempatan bekerja. Sebaliknya, teknologi perlu membuka peluang baru.

Baca Juga :  Dewan Pers dan Kemenkum Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik di RUU Hak Cipta

Karena itu, JD.com mulai menyiapkan langkah agar pekerja dapat mengikuti perubahan zaman. Perusahaan tersebut menggandeng sejumlah lembaga pendidikan untuk membantu pekerja mempelajari keterampilan baru.

Ke depan, pekerja pengiriman tidak hanya bertugas membawa paket. Mereka juga berpeluang masuk ke bidang yang berkaitan dengan pengelolaan dan perawatan mesin otomatis.

“Karena robot adalah mesin… mereka akan selalu, pada suatu saat, mengalami kerusakan,” kata Liu.

China Percepat Pengembangan Robotika

China kini mendorong perkembangan robotika sebagai salah satu sektor teknologi penting. Pemerintah dan industri melihat robot sebagai salah satu penggerak ekonomi masa depan.

Selain itu, berbagai perusahaan mulai melakukan uji coba robot untuk berbagai kebutuhan. Robot kini membantu proses pengantaran makanan, pengelolaan barang, hingga operasional toko.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa otomatisasi mulai masuk ke banyak sektor kehidupan sehari-hari.

Meski begitu, perkembangan robot juga menghadirkan tantangan baru. Banyak pekerja mulai mempertanyakan bagaimana mereka menghadapi dunia kerja yang semakin bergantung pada teknologi.

Industri Besar Mulai Mengandalkan Robot

Tren otomatisasi tidak hanya muncul di China. Berbagai perusahaan teknologi global juga terus meningkatkan penggunaan robot dalam aktivitas operasional.

Robot membantu perusahaan mengatur stok, menyortir barang, serta mempercepat proses pengemasan. Dengan bantuan teknologi, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas dan mengurangi pekerjaan berulang.

Namun, perusahaan tetap membutuhkan manusia untuk mengawasi sistem. Robot membutuhkan tenaga ahli yang mampu memperbaiki gangguan dan memastikan mesin berjalan sesuai fungsi.

Baca Juga :  Saham Tesla Meroket, Begini Cara Mudah Beli dari Indonesia 2026

Masa Depan Kurir Online Masuk Babak Baru

Perubahan teknologi membuat industri logistik menghadapi era baru. Kurir online mungkin tidak langsung hilang, tetapi pola kerja mereka berpotensi berubah.

Pada masa depan, pekerja logistik bisa saja lebih banyak mengelola teknologi dibanding melakukan seluruh proses pengiriman secara manual.

Liu menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus memberikan manfaat bagi manusia.

“Teknologi seharusnya membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik dan pekerjaan lebih menarik, daripada mengambil hak manusia untuk bekerja,” katanya.

Karena itu, tantangan terbesar bukan hanya menciptakan robot yang semakin pintar. Dunia juga perlu menyiapkan manusia agar mampu bekerja bersama teknologi.

FAQ

1. Apakah robot akan langsung menggantikan kurir online?

Tidak. Perubahan membutuhkan waktu karena perusahaan perlu menyiapkan teknologi, aturan, dan sistem pendukung.

2. Mengapa perusahaan tertarik menggunakan robot?

Robot membantu pekerjaan berjalan lebih cepat, mengurangi tugas berulang, dan meningkatkan efisiensi.

3. Apakah manusia masih dibutuhkan ketika robot berkembang?

Ya. Manusia tetap memiliki peran dalam mengatur, memperbaiki, dan mengembangkan teknologi.

4. Apa pekerjaan baru yang muncul akibat robot?

Teknisi robot, pengelola sistem otomatisasi, dan tenaga ahli teknologi berpotensi semakin dibutuhkan.

5. Apakah semua profesi akan tergantikan robot?

Tidak. Banyak pekerjaan tetap membutuhkan kreativitas, komunikasi, dan keputusan manusia.(Tim)

Berita Terkait

WhatsApp Plus Resmi Meluncur di Indonesia, Langganan Rp13.900 per Bulan Buka Akses ke 6 Fitur Premium Ini
Nubia Air Pro Bikin Geger, HP Setipis 5,99 Mm Ini Bawa Kamera 108 MP, Layar 144Hz, dan Dimensity 7100
Tecno Kenalkan EllaClaw AI, Agen Cerdas yang Bisa Jalankan 40+ Tugas Otomatis di Smartphone
Xiaomi Redmi 17C Resmi Meluncur, HP Murah Ini Bawa Kejutan Besar di Balik Spesifikasi yang Dipangkas
Lelang Frekuensi 700 MHz Masuk Babak Penentu, Telkomsel, Indosat, dan XLSmart Berpeluang Raih Mesin Pertumbuhan Baru
Poco Pad C1 Bikin Tablet Murah Naik Kelas, Layar 2K 120Hz dan Baterai Jumbo Jadi Andalan
Realme P4x 4G Datang Bawa Baterai Raksasa 8.000 mAh, Main Game Seharian Tanpa Khawatir Kehabisan Daya
HP Bekas Disulap Jadi Server, Google Uji Cara Baru Bangun Data Center Murah
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 19:00 WIB

WhatsApp Plus Resmi Meluncur di Indonesia, Langganan Rp13.900 per Bulan Buka Akses ke 6 Fitur Premium Ini

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:00 WIB

Nubia Air Pro Bikin Geger, HP Setipis 5,99 Mm Ini Bawa Kamera 108 MP, Layar 144Hz, dan Dimensity 7100

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:00 WIB

Tecno Kenalkan EllaClaw AI, Agen Cerdas yang Bisa Jalankan 40+ Tugas Otomatis di Smartphone

Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:00 WIB

Xiaomi Redmi 17C Resmi Meluncur, HP Murah Ini Bawa Kejutan Besar di Balik Spesifikasi yang Dipangkas

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:00 WIB

Lelang Frekuensi 700 MHz Masuk Babak Penentu, Telkomsel, Indosat, dan XLSmart Berpeluang Raih Mesin Pertumbuhan Baru

Berita Terbaru