Jakarta – Pemerintah Indonesia menyepakati pembelian minyak, gas, dan bahan bakar minyak (BBM) dari Amerika Serikat senilai sekitar US$ 15 miliar per tahun atau lebih dari Rp250 triliun. Pemerintah memasukkan komitmen tersebut dalam perjanjian dagang timbal balik atau Agreement on Reciprocal Trade yang kedua negara teken.
Melalui langkah ini, pemerintah memperkuat kerja sama ekonomi bilateral, terutama di sektor energi.
Pemerintah Alihkan Porsi Impor
Meski nilai transaksi besar, pemerintah tidak menambah total volume impor migas nasional. Pemerintah mengalihkan sebagian porsi pembelian dari sejumlah negara pemasok lama ke AS.
Dengan kebijakan ini, pemerintah tetap memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. Pemerintah juga menjaga agar angka impor nasional tidak melonjak.
Sejumlah Negara Kehilangan Pangsa Pasar
Perubahan komposisi impor membuat beberapa mitra dagang tradisional menghadapi penurunan permintaan. Selama ini, Singapura memasok produk minyak olahan dalam jumlah besar ke Indonesia.
Selain itu, Qatar dan Uni Emirat Arab selama ini memasok LPG untuk pasar domestik. Kini, pemerintah meningkatkan pembelian dari AS sehingga porsi kedua negara tersebut berpotensi menurun. Beberapa negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika juga perlu menyesuaikan kontrak pasokan mereka.
Pertamina Dorong Peningkatan Impor LPG dari AS
Direktur Utama Pertamina menyebut impor LPG dari AS bisa mencapai 70 persen dari total impor LPG nasional. Angka ini melampaui kontribusi Qatar maupun UEA dalam struktur pasokan saat ini.
Pernyataan tersebut menegaskan pergeseran besar dalam rantai pasok LPG Indonesia.
Pemerintah Kaitkan dengan Negosiasi Tarif
Pemer mengaitkan kebijakan ini dengan negosiasi tarif resiprokal antara Indonesia dan AS. Pemrintah menggunakan komitmen pembelian energi sebagai alat tawar dalam pembahasan penurunan tarif produk Indonesia di pasar AS.
Melalui strategi ini, pemerintah mengejar keseimbangan perdagangan yang lebih baik. Pemerintah juga menargetkan ketahanan energi nasional yang lebih kuat dalam jangka panjang.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









