RI Sepakati Impor Migas dari AS

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 23 Februari 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Jakarta – Pemerintah Indonesia menyepakati pembelian minyak, gas, dan bahan bakar minyak (BBM) dari Amerika Serikat senilai sekitar US$ 15 miliar per tahun atau lebih dari Rp250 triliun. Pemerintah memasukkan komitmen tersebut dalam perjanjian dagang timbal balik atau Agreement on Reciprocal Trade yang kedua negara teken.

Melalui langkah ini, pemerintah memperkuat kerja sama ekonomi bilateral, terutama di sektor energi.

Pemerintah Alihkan Porsi Impor

Meski nilai transaksi besar, pemerintah tidak menambah total volume impor migas nasional. Pemerintah mengalihkan sebagian porsi pembelian dari sejumlah negara pemasok lama ke AS.

Dengan kebijakan ini, pemerintah tetap memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. Pemerintah juga menjaga agar angka impor nasional tidak melonjak.

Baca Juga :  Rp50 Triliun Mengalir ke Elon Musk dari Timur Tengah 

Sejumlah Negara Kehilangan Pangsa Pasar

Perubahan komposisi impor membuat beberapa mitra dagang tradisional menghadapi penurunan permintaan. Selama ini, Singapura memasok produk minyak olahan dalam jumlah besar ke Indonesia.

Selain itu, Qatar dan Uni Emirat Arab selama ini memasok LPG untuk pasar domestik. Kini, pemerintah meningkatkan pembelian dari AS sehingga porsi kedua negara tersebut berpotensi menurun. Beberapa negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika juga perlu menyesuaikan kontrak pasokan mereka.

Pertamina Dorong Peningkatan Impor LPG dari AS

Direktur Utama Pertamina menyebut impor LPG dari AS bisa mencapai 70 persen dari total impor LPG nasional. Angka ini melampaui kontribusi Qatar maupun UEA dalam struktur pasokan saat ini.

Baca Juga :  Butuh Dana Cepat? BFI Finance Buka Pinjaman Jaminan BPKB

Pernyataan tersebut menegaskan pergeseran besar dalam rantai pasok LPG Indonesia.

Pemerintah Kaitkan dengan Negosiasi Tarif

Pemer mengaitkan kebijakan ini dengan negosiasi tarif resiprokal antara Indonesia dan AS. Pemrintah menggunakan komitmen pembelian energi sebagai alat tawar dalam pembahasan penurunan tarif produk Indonesia di pasar AS.

Melalui strategi ini, pemerintah mengejar keseimbangan perdagangan yang lebih baik. Pemerintah juga menargetkan ketahanan energi nasional yang lebih kuat dalam jangka panjang.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Emas Pegadaian Mendadak Kompak Menguat Hari Ini 25 Juni 2026, Investor Langsung Bidik Antam, UBS dan Galeri 24
Mulai 1 Juli, Pendapatan Driver Ojol Berubah? GoTo dan Grab Buka Aturan Komisi 8 Persen
Harga Emas Antam Hari Ini 22 Juni 2022 Stabil, Investor Cermati Peluang di Level Rp2,668 Juta per Gram
Promo Shopee 20 Juni 2026 Bikin Belanja Makin Hemat, Ada Diskon Rp200 Ribu hingga Flash Sale Eksklusif
Pertamax Green 95 Tembus 180 SPBU, Pertamina Buka Akses BBM Ramah Lingkungan Lebih Luas
Promo Shopee 19 Juni 2026 Meledak Hari Ini, Adidas Gelar Diskon Terakhir dan Flash Sale Malam Siap Diserbu
Promo Shopee VIP Day Hari Ini 15 Juni 2026, Diskon hingga Rp1,5 Juta dan Gratis Ongkir Jadi Buruan
Harga Emas Antam Tak Bergerak di Rp2,711 Juta per Gram, Momentum Beli atau Tunggu?
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:00 WIB

Emas Pegadaian Mendadak Kompak Menguat Hari Ini 25 Juni 2026, Investor Langsung Bidik Antam, UBS dan Galeri 24

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:00 WIB

Mulai 1 Juli, Pendapatan Driver Ojol Berubah? GoTo dan Grab Buka Aturan Komisi 8 Persen

Senin, 22 Juni 2026 - 08:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 22 Juni 2022 Stabil, Investor Cermati Peluang di Level Rp2,668 Juta per Gram

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:00 WIB

Promo Shopee 20 Juni 2026 Bikin Belanja Makin Hemat, Ada Diskon Rp200 Ribu hingga Flash Sale Eksklusif

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:00 WIB

Pertamax Green 95 Tembus 180 SPBU, Pertamina Buka Akses BBM Ramah Lingkungan Lebih Luas

Berita Terbaru