Reuters: Rating Donald Trump Turun Tajam, Warga AS Kecewa

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 28 Maret 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Rating persetujuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump turun tajam. Warga menunjukkan kekecewaan pada ekonomi dan konflik Iran.

Survei Reuters/Ipsos mencatat approval rating Trump turun ke 36%. Angka ini merosot dari 40% pada pekan sebelumnya. Ini menjadi level terendah sejak ia kembali menjabat.

Tim survei mengumpulkan data selama empat hari hingga Senin. Hasilnya menunjukkan publik menilai kinerja Trump memburuk. Publik menyoroti ekonomi dan biaya hidup.

Harga bahan bakar melonjak. Kenaikan terjadi setelah AS dan Israel melancarkan serangan militer ke Iran pada 28 Februari.

Baca Juga :  Capai Kesepakatan dengan Iran, Kapal Tanker Thailand Kini Bisa Lintasi Selat Hormuz

Hanya 25% responden merasa puas terhadap penanganan biaya hidup. Sebanyak 29% responden menyetujui kebijakan ekonomi Trump. Angka ini lebih rendah dibanding era Joe Biden.

Konflik Iran menekan citra Trump. Hanya 35% warga mendukung serangan tersebut. Sebanyak 61% warga menolak.

Kekhawatiran publik terus meningkat. Sebanyak 46% responden menilai perang membuat AS kurang aman. Hanya 26% responden merasa lebih aman.

Pemerintah AS berencana menambah pasukan ke Timur Tengah. Iran membantah klaim negosiasi dari Trump.

Baca Juga :  Kekayaan Donald Trump Tembus USD 6,5 Miliar, Kripto Jadi Mesin Utama Lonjakan Aset

Dampak ekonomi mulai terasa. Harga bensin naik sekitar US$1 per galon sejak perang dimulai. Kondisi ini menekan ekonomi secara luas.

Sebanyak 63% responden menilai ekonomi saat ini lemah. Rinciannya mencakup 40% pemilih Republik, 66% independen, dan 84% Demokrat.

Meski begitu, Partai Republik masih sedikit unggul. Sebanyak 38% responden percaya mereka mampu mengelola ekonomi. Sementara 34% responden memilih Demokrat.

Survei ini melibatkan 1.272 responden dewasa di AS. Margin of error mencapai 3 poin persentase.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Bukan Sekadar AC Biasa, Ini Rahasia Masjidil Haram Tetap Sejuk Saat Suhu Makkah Menyengat
Beasiswa TAMBA SAMBA 2027 Resmi Dibuka, Profesional Indonesia Bisa Raih Kuliah MBA Gratis di AS Plus Tunjangan Rp44 Juta
Istana Buckingham Cari Videografer, Gaji Tembus Rp1 Miliar Setahun dan Bisa Ikut Agenda Raja Charles
Ubah Haluan, Vietnam Tunda Larangan Motor Bensin, Transisi Berlanjut hingga 2028
Norwegia Batasi AI di Sekolah Dasar, Fokus Kembali ke Belajar Dasar
Harga Minyak Dunia Naik ke US$81, Ketegangan Iran-AS Guncang Pasar Energi
Jay Idzes Dukung Ismael Kone, Pesan Haru Kapten Timnas Indonesia Usai Cedera Horor Piala Dunia 2026
Mimpi Kuliah Gratis ke Rusia Bisa Jadi Nyata, 300 Beasiswa Dibuka untuk Pelajar Indonesia
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:34 WIB

Bukan Sekadar AC Biasa, Ini Rahasia Masjidil Haram Tetap Sejuk Saat Suhu Makkah Menyengat

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:00 WIB

Beasiswa TAMBA SAMBA 2027 Resmi Dibuka, Profesional Indonesia Bisa Raih Kuliah MBA Gratis di AS Plus Tunjangan Rp44 Juta

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:47 WIB

Istana Buckingham Cari Videografer, Gaji Tembus Rp1 Miliar Setahun dan Bisa Ikut Agenda Raja Charles

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:00 WIB

Ubah Haluan, Vietnam Tunda Larangan Motor Bensin, Transisi Berlanjut hingga 2028

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:00 WIB

Norwegia Batasi AI di Sekolah Dasar, Fokus Kembali ke Belajar Dasar

Berita Terbaru