Perang Tanda Kemunculan Imam Mahdi & Kiamat?

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 3 Maret 2026 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Beberapa hari terakhir, militer di Timur Tengah meningkat tajam. Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran dan menewaskan tokoh besar seperti Ayatullah Ali Khamenei. Akibatnya, berbagai ruang digital umat Islam ramai dengan narasi eskatologis. Banyak orang menafsirkan bahwa Imam Mahdi akan segera muncul, Dajjal akan datang, dan dunia telah memasuki Akhir Zaman.

Namun, tidak semua konflik politik menunjukkan tanda-tanda kiamat. Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah menekankan perlunya pendekatan teologis yang tenang. Dengan demikian, umat Islam harus membangun keyakinan di atas dalil yang pasti. Persoalan akhir zaman sering berada di wilayah antara iman dan spekulasi. Tanpa metodologi yang jelas, tafsir agama mudah terpengaruh emosi zaman.

Imam Mahdi dan Politik

Narasi kemunculan Imam Mahdi cepat menyebar setiap terjadi konflik besar di Timur Tengah. Selain itu, Majelis Tarjih mencatat bahwa konsep Mahdi berkembang dalam tradisi Syiah Imamiyah sebagai harapan politik dan spiritual bagi pengikut Ali bin Abi Thalib pada masa penindasan.

Baca Juga :  Rudal dan Drone Iran Bikin Sirene Israel & AS Berdering Nonstop!

Muhammadiyah menilai gagasan ini tidak memiliki dasar dalil mutawatir yang cukup untuk dijadikan keyakinan teologis. Beberapa hadis memang menyebut Mahdi, misalnya:

“Al-Mahdi berasal dari keluargaku, dari keturunan Fatimah.”

“Seandainya dunia tinggal satu hari, Allah akan memanjangkan hari itu hingga Dia mengutus seorang laki-laki dari keluargaku yang namanya sama dengan namaku dan nama ayahnya sama dengan nama ayahku.”

Namun, riwayat-riwayat tersebut mayoritas bersifat ahad. Sejarah menunjukkan tokoh-tokoh sering memanfaatkan konsep Mahdi untuk legitimasi politik, mulai dari Dinasti Abbasiyah hingga tokoh kontroversial modern.

Baca Juga :  AHY Tegaskan Komitmen Pemerintah Perluas Akses Pendidikan

Fokus Umat Islam

Pertanyaan penting bukanlah apakah Mahdi muncul dalam konflik hari ini, melainkan mengapa umat Islam mudah tergoda membaca sejarah sebagai akhir dunia. Oleh karena itu, umat Islam harus menjaga keseimbangan iman. Mereka harus percaya kepada yang gaib, tetap rasional, berharap kepada pertolongan Allah, dan tetap bekerja nyata.

Kiamat adalah kepastian, tetapi Allah yang menentukan waktunya. Dengan kata lain, manusia bertanggung jawab atas amal, ilmu, dan perbaikan dunia. Oleh sebab itu, ketika perang dan krisis terjadi, umat sebaiknya fokus beramal, belajar, dan beribadah. Wallāhu a‘lam bi al-shawāb.

Referensi:

Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, “I’tiqad (Keyakinan) Muhammadiyah Tentang Hari Kiamat dan Imam Mahdi”, Majalah Suara Muhammadiyah No. 7 Tahun 2009.

Berita Terkait

Mahasiswa Keguruan Daerah Ini Resah, Jalur Menjadi Guru Kian Tidak Pasti
Rupiah Awal Pekan 2026 Terkoreksi, BI Perkuat Intervensi Hadapi Tekanan Dolar AS
BGN Wajibkan Telur Lokal di Program MBG, Perkuat Peternak
Presiden Prabowo Turunkan Bunga Kredit Mekaar Jadi 8 Persen
Driver Ojol Kini Bisa Bernapas Lega, Potongan Aplikasi Resmi Turun Jadi 8 Persen
Audiensi dengan BPK, LBH Nadi Serahkan Kajian Hukum Soal Audit
Dolar AS Tembus Rp17.421, Rupiah Tertekan akibat Penguatan Pasar Global
Bansos Digital Mulai Juni 2026, Pemerintah Benahi Data Penerima
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 09:00 WIB

Rupiah Awal Pekan 2026 Terkoreksi, BI Perkuat Intervensi Hadapi Tekanan Dolar AS

Minggu, 17 Mei 2026 - 11:00 WIB

BGN Wajibkan Telur Lokal di Program MBG, Perkuat Peternak

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:00 WIB

Presiden Prabowo Turunkan Bunga Kredit Mekaar Jadi 8 Persen

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:00 WIB

Driver Ojol Kini Bisa Bernapas Lega, Potongan Aplikasi Resmi Turun Jadi 8 Persen

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:40 WIB

Audiensi dengan BPK, LBH Nadi Serahkan Kajian Hukum Soal Audit

Berita Terbaru