Mensos: BPJS Tak Berkurang, Tapi Dialihkan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Jakarta – Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menegaskan pemerintah tidak mengurangi jumlah penerima BPJS Kesehatan melalui program Penerima Bantuan Iuran (PBI). Sebaliknya, pemerintah mengalihkan peserta dari kalangan mampu ke warga yang lebih membutuhkan.

 

Pemerintah: Bukan Pengurangan, Hanya Relokasi

 

Dalam rapat konsultasi di Gedung DPR, Senayan, Senin (9/2/2026), Gus Ipul menjelaskan, “Banyak yang mengira ini dikurangi. Padahal sebenarnya tidak ada yang dikurangi. Kita hanya alihkan jatah kepada mereka yang lebih memenuhi kriteria.”

 

Sebagai contoh, Gus Ipul menyebut warga desil 10 yang memiliki rumah dan motor, serta warga desil 7 dengan rumah layak huni. Selanjutnya, pemerintah mengalihkan jatah mereka ke warga miskin dari desil 1, seperti Apendi dan Monem, yang menerima PBI baru pada Januari 2026.

Baca Juga :  Cara Cek Desil Bansos Pakai NIK Tanpa Aplikasi, Ini Langkahnya

 

Pasien Kritis Mengalami Dampak

 

Meski begitu, kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pasien. Salah satunya Dada Lala (34), yang rutin menjalani hemodialisa. Ia baru mengetahui kepesertaannya di PBI nonaktif saat hendak kontrol di RS Mitra Keluarga Jatiasih, Bekasi, pada Senin (2/2/2026) malam.

 

“Tiba-tiba per 1 Februari diputus. Besoknya jadwal HD. Sekarang saja sudah sesak napas. Kalau besok enggak ada HD, saya sudah tidak tahu lagi,” kata Lala, Rabu (4/2/2026).

Baca Juga :  Toyota Kijang 2026 Tampil Hybrid dan Lebih Irit

 

Proses Administrasi Dinilai Terlalu Lama

 

Selain itu, Dinas Sosial Kota Bekasi meminta Lala melengkapi dokumen administrasi sebelum bisa mendapat kembali jatah PBI. Ia menilai proses itu memakan waktu panjang, sementara kondisinya membutuhkan penanganan segera.

 

“Di puskesmas juga penuh orang-orang yang jatahnya mendadak nonaktif. Jadi bukan cuma saya. Semua pada pusing dan capek,” tambahnya.

 

Tantangan Relokasi PBI

 

Dengan demikian, kasus ini menyoroti tantangan relokasi PBI. Meskipun pemerintah ingin tepat sasaran, mekanisme harus memastikan pasien tetap menerima layanan kesehatan tanpa hambatan.

 

Berita Terkait

Brimob Kawal Huntap Korban Bencana di Aceh Tamiang
Pemerintah Perkuat Penyebaran Informasi Selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 
Prajurit TNI Ini Mendadak Tajir, Modal Rp5.000 Jadi Rp50 Miliar
Pimpinan DPR RI Sufmi Dasco Lepas Presiden Prabowo ke Jepang
Silaturahmi Lebaran, Pimpinan DPR Terima Audiensi LPSK
Negosiasi Alot, 2 Kapal Tanker Pertamina Belum Bisa Lintasi Selat Hormuz 
PT Djarum Buka Lowongan Kerja April 2026, Posisi Computer User Support Hingga Mechanical Engineer
Komdigi Perketat Perlindungan Anak, Roblox hingga TikTok Mulai Sesuaikan Aturan Usia
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 08:00 WIB

Brimob Kawal Huntap Korban Bencana di Aceh Tamiang

Kamis, 2 April 2026 - 06:00 WIB

Pemerintah Perkuat Penyebaran Informasi Selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 

Kamis, 2 April 2026 - 04:00 WIB

Prajurit TNI Ini Mendadak Tajir, Modal Rp5.000 Jadi Rp50 Miliar

Kamis, 2 April 2026 - 00:00 WIB

Pimpinan DPR RI Sufmi Dasco Lepas Presiden Prabowo ke Jepang

Rabu, 1 April 2026 - 00:00 WIB

Silaturahmi Lebaran, Pimpinan DPR Terima Audiensi LPSK

Berita Terbaru

Internasional

Australia Gratiskan Transportasi Umum di Tengah Krisis BBM

Kamis, 2 Apr 2026 - 13:00 WIB

Oplus_0

Uncategorized

Harga Emas Antam Hari Ini Stabil, Rp2,9 Juta per Gram

Kamis, 2 Apr 2026 - 10:30 WIB