BENGKULU – Sengketa internal terkait Pergantian Antar Waktu (PAW) pimpinan DPRD Provinsi Bengkulu memasuki babak baru. Mahkamah Partai Golkar menerima dan memproses permohonan perselisihan internal yang berkaitan dengan pembatalan surat persetujuan PAW pimpinan DPRD.
Mahkam Partai Golkar menyampaikan keputusan tersebut melalui surat Nomor: B-10/MP-GOLKAR/II/2026 tertanggal 20 Februari 2026. Mahk mengirim surat itu kepada pimpinan DPRD Provinsi Bengkulu.
Permohonan Sengketa Diregistrasi
Kepaniteraan Mahkamah Partai Golkar menerima permohonan sengketa internal dari Sumardi melalui kuasa hukumnya pada 2 Februari 2026.
Selanjutnya, kepaniteraan Mahkamah Partai Golkar mencatat dan meregistrasi permohonan tersebut pada 10 Februari 2026 dengan Nomor Perkara 08/PI-GOLKAR/II/2026.
Permohonan itu mempersoalkan surat yang dikeluarkan oleh DPD Partai Golkar Provinsi Bengkulu terkait persetujuan Pergantian Antar Waktu pimpinan DPRD Provinsi Bengkulu untuk sisa masa jabatan 2025–2029.
Surat DPD Golkar Jadi Objek Sengketa
Dalam permohonan tersebut, Sumardi menggugat dua surat dari DPD Partai Golkar Provinsi Bengkulu.
Pertama, Surat Nomor B-793/DPD/GOLKAR/X/2025 tertanggal 4 Oktober 2025. Surat ini memuat persetujuan PAW pimpinan DPRD Provinsi Bengkulu periode 2025–2029.
Kedua, Surat Nomor B-124/DPD/GOL-BKL/X/2025 tertanggal 13 Oktober 2025. Surat ini memuat persetujuan PAW Ketua DPRD Provinsi Bengkulu untuk sisa masa jabatan yang sama.
Karena itu, Sumardi menjadikan kedua surat tersebut sebagai objek sengketa dalam mekanisme penyelesaian konflik internal partai.
Mengacu Aturan Internal Partai
Mahkamah Partai Golkar merujuk sejumlah regulasi internal partai dalam proses pemeriksaan perkara ini. Salah satunya keputusan Partai Golkar dalam Musyawarah Nasional XI Partai Golkar yang mengatur perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Selain itu, Mahkamah Partai Golkar menggunakan Surat Keputusan DPP Partai Golkar Nomor Skep-66/DPP/GOLKAR/II/2025 sebagai dasar hukum. Surat keputusan tersebut menetapkan susunan dan personalia hakim Mahkamah Partai Golkar periode 2024–2029.
Proses Sengketa Berlanjut
Mahkamah Partai Golkar juga mempertimbangkan surat dari Kementerian Hukum Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Surat tersebut memuat penerimaan penyampaian susunan majelis hakim Mahkamah Partai Golkar periode 2024–2029.
Selain itu, Mahkamah Partai Golkar menindaklanjuti surat dari DPRD Provinsi Bengkulu yang meminta penjelasan mengenai penyelesaian sengketa internal partai.
Ketua Mahkamah Partai Golkar, Frederik Latumahina, menandatangani surat penjelasan tersebut.
Kini Mahkamah Partai Golkar melanjutkan proses penyelesaian sengketa internal Partai Golkar terkait PAW pimpinan DPRD Provinsi Bengkulu melalui tahapan persidangan.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









