JAKARTA – Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB) menilai pembangunan pabrik LNG yang terintegrasi dengan produksi LPG dan kondensat sebagai tambahan penting bagi infrastruktur gas nasional. Namun demikian, kalangan industri menekankan bahwa proyek tersebut harus memperkuat daya saing sektor manufaktur.
Ketua Umum FIPGB, Yustinus Gunawan, menyatakan bahwa industri tidak cukup menilai keberhasilan proyek LNG dari kapasitas produksi. Sebaliknya, industri menilai dampaknya pada stabilitas harga gas dan kepastian pasokan.
Infrastruktur Energi Bertambah
Pada satu sisi, pembangunan fasilitas LNG baru menambah kapasitas pasokan energi nasional. Dengan demikian, infrastruktur ini membantu industri menjaga ketersediaan gas ketika produksi dari sektor hulu menurun.
Selain itu, proyek LNG terintegrasi juga memaksimalkan pemanfaatan gas melalui produksi LPG dan kondensat. Oleh karena itu, proyek tersebut memperkuat efisiensi rantai pasok energi nasional.
Permintaan Gas Industri Terus Naik
Di sisi lain, FIPGB mencatat kebutuhan gas industri di Jawa dan Sumatra terus meningkat. Kenaikan ini terjadi karena aktivitas manufaktur berkembang dan berbagai sektor industri melakukan ekspansi.
Akibatnya, tambahan LNG dapat menutup kekurangan pasokan gas. Penurunan alami produksi hulu (natural decline) serta gangguan teknis di lapangan gas sering memicu kekurangan tersebut.
Harga Tetap Jadi Sorotan
Meski demikian, industri tidak hanya mempersoalkan volume pasokan gas. Lebih jauh lagi, pelaku industri memprioritaskan harga yang kompetitif serta kepastian distribusi.
Yustinus menegaskan bahwa LNG hasil regasifikasi harus tetap berada pada harga yang ekonomis. Jika harga LNG melampaui batas keekonomian, biaya produksi industri akan meningkat. Pada akhirnya, kondisi tersebut menekan efisiensi sekaligus melemahkan daya saing industri nasional.
Karena itu, FIPGB mendorong pemerintah dan pelaku industri energi menjaga efisiensi distribusi LNG domestik. Dengan begitu, industri memperoleh pasokan gas yang stabil dengan harga yang tetap kompetitif.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









