Investor Kabur, KADIN Ungkap Biaya Tenaga Kerja Jadi Pemicu

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 17 April 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Ketenagakerjaan Subchan Gatot membeberkan alasan investor memindahkan pabrik dari Indonesia ke Vietnam dan Kamboja. Ia menilai biaya tenaga kerja yang lebih tinggi di Indonesia menjadi pemicu utama relokasi industri.

Subchan menyampaikan hal itu dalam Rapat Panja RUU Ketenagakerjaan bersama Komisi IX DPR RI, Selasa (14/4/2026). Ia menegaskan Indonesia kalah bersaing dalam biaya tenaga kerja dibanding negara tetangga.

Biaya tenaga kerja Indonesia dinilai terlalu tinggi

Menurut Subchan, beban biaya tenaga kerja di Indonesia sudah berada di atas kemampuan banyak industri padat karya.

Ia menyebut upah minimum Indonesia berada di kisaran US$333 atau sekitar Rp5,7 juta per bulan. Sementara itu, rata-rata kemampuan perusahaan hanya mampu membayar sekitar US$188 per bulan.

Baca Juga :  IHSG Jatuh 3,49%, Saham Konglomerat Ikut Terseret

“Banyak perusahaan padat karya tidak mampu menyerap upah minimum yang berlaku,” kata Subchan.

Pesangon ikut jadi beban pengusaha

Selain upah, Subchan menyoroti biaya pesangon di Indonesia yang lebih tinggi dibanding Vietnam dan Kamboja.

Ia menjelaskan, Indonesia mewajibkan pesangon sekitar satu bulan gaji per tahun masa kerja. Sementara di Vietnam hanya sekitar setengah bulan gaji, dan di Kamboja sekitar 15 hari gaji.

Perbedaan ini, menurutnya, membuat investor lebih memilih negara lain untuk ekspansi industri.

Baca Juga :  Dony Oskaria Ajak Direksi BUMN Bekerja dengan Hati

Produktivitas naik, tapi belum cukup

Subchan mencatat produktivitas tenaga kerja Indonesia tumbuh sekitar 3,75% secara tahunan. Namun, kenaikan itu belum mampu mengimbangi lonjakan biaya tenaga kerja.

Ia juga menyoroti tantangan kualitas SDM. Sekitar 47 juta pekerja dinilai masih membutuhkan pelatihan ulang (reskilling) agar lebih siap menghadapi kebutuhan industri.

Daya saing jadi pekerjaan rumah

Subchan menegaskan Indonesia perlu memperbaiki struktur biaya tenaga kerja dan meningkatkan kualitas SDM agar tetap kompetitif di kawasan.

Jika tidak, ia menilai tren relokasi industri ke negara seperti Vietnam dan Kamboja akan terus berlanjut.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

TPP Mandek 3 Bulan, Ribuan ASN Kerinci Menanti Kepastian
Ekonomi Singapura Tumbuh di Bawah Ekspektasi
Investor Global Apresiasi Kebijakan RI, Stabilitas Ekonomi Dinilai Tetap Terjaga
Gula RI Mau Bangkit, Wamentan Targetkan Rendemen Tebu Naik ke Level Kolonial
Ekonomi China Ngebut 5% di Q1 2026, Ekspor Melejit Saat Konsumsi Melemah
Tren IPO Lesu, Backdoor Listing Jadi Jalan Pintas Emiten Masuk Bursa
RI Berebut Minyak AS, Harga Bisa Melonjak 30% di Atas WTI
OJK Siapkan 6 Aturan Baru Asuransi, Ini Fokus Utamanya untuk Perkuat Industri PPDP
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 23:00 WIB

Investor Kabur, KADIN Ungkap Biaya Tenaga Kerja Jadi Pemicu

Jumat, 17 April 2026 - 22:30 WIB

TPP Mandek 3 Bulan, Ribuan ASN Kerinci Menanti Kepastian

Jumat, 17 April 2026 - 22:00 WIB

Ekonomi Singapura Tumbuh di Bawah Ekspektasi

Jumat, 17 April 2026 - 19:00 WIB

Investor Global Apresiasi Kebijakan RI, Stabilitas Ekonomi Dinilai Tetap Terjaga

Jumat, 17 April 2026 - 15:00 WIB

Gula RI Mau Bangkit, Wamentan Targetkan Rendemen Tebu Naik ke Level Kolonial

Berita Terbaru

Oplus_0

Internasional

Iran Hentikan Ekspor Bahan Baku Plastik dan Pupuk

Sabtu, 18 Apr 2026 - 00:00 WIB

Oplus_0

Ekonomi

Investor Kabur, KADIN Ungkap Biaya Tenaga Kerja Jadi Pemicu

Jumat, 17 Apr 2026 - 23:00 WIB

Oplus_0

Daerah

TPP Mandek 3 Bulan, Ribuan ASN Kerinci Menanti Kepastian

Jumat, 17 Apr 2026 - 22:30 WIB

Oplus_0

Ekonomi

Ekonomi Singapura Tumbuh di Bawah Ekspektasi

Jumat, 17 Apr 2026 - 22:00 WIB

Oplus_0

Sungai Penuh

Pendaftaran Pimpinan Baznas Sungai Penuh Diperpanjang

Jumat, 17 Apr 2026 - 21:30 WIB