Harga Ikan Laut Melonjak di Sungai Penuh, Pasokan Seret Akibat Cuaca Buruk

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 1 April 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

SUNGAI PENUH – Harga ikan laut segar di Pasar Tanjung Bajure, Kota Sungai Penuh, dan pasar di Kabupaten Kerinci naik dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan ini terjadi karena pasokan berkurang.

Cuaca buruk melanda wilayah pesisir di Kabupaten Pesisir Selatan. Kondisi ini membuat nelayan tidak melaut dan mengganggu distribusi ikan ke Kerinci serta Sungai Penuh.

Pemasok ikan, Syaf Losiba, mengatakan hampir semua jenis ikan mengalami kenaikan harga. Rata-rata kenaikan mencapai Rp5.000 per kilogram. Beberapa jenis ikan mencatat kenaikan lebih tinggi karena stok terbatas.

Baca Juga :  3S Sungai Penuh Panen Penghargaan, Gerakan Sederhana Berbuah Dampak Nyata

“Pasokan ikan berkurang hingga 50 persen karena nelayan tidak melaut,” kata Syaf.

Berikut rincian harga:

1. Ikan sirik: Rp45.000 menjadi Rp50.000/kg

2. Ikan gembok: Rp70.000 menjadi Rp75.000/kg

3.Ikan tongkol: Rp35.000 menjadi Rp40.000/kg

4.Ikan serie: Rp55.000 menjadi Rp60.000/kg

Baca Juga :  Buka Puasa Bersama, PT Trend Gen Harizone Komitmen Sosial

5. Ikan tegeri: Rp85.000 menjadi Rp90.000/kg

Syaf menyebut pasokan ikan biasanya berasal dari Air Haji, Indrapura, dan wilayah lain di Kabupaten Pesisir Selatan. Saat ini distribusi berjalan tidak menentu.

Pedagang harus menghubungi agen pengepul lebih dulu untuk memastikan ketersediaan ikan. Pasokan tidak tersedia setiap hari.

Permintaan tinggi dari Padang ikut mendorong kenaikan harga di pasar Kerinci dan Sungai Penuh.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Delapan Jabatan Eselon II Pemkot Sungai Penuh Masih Kosong, Kapan Buka Seleksi?
Uji Laboratorium Pupuk Subsidi Sungai Penuh Dimulai, Pemerintah Telusuri Perbedaan Fisik yang Dikeluhkan Petani
Polemik SPMB Berakhir, 14 Siswa Pondok Tinggi Akhirnya Diterima di SMA Negeri 2 Sungai Penuh
Petani Sungai Penuh Curiga Kualitas Pupuk Subsidi Bermasalah, Hasil Uji Sederhana Bikin Resah
SPMB SMA Negeri 2 Sungai Penuh Jadi Sorotan, Hardizal Minta Gubernur Jambi Turun Tangan
Kasus PIP STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh Terus Bergulir, Polres Kerinci Tunggu Hasil Audit PP Muhammadiyah
Kabar Gembira, Pemdes Srimenanti Sungai Penuh Gulirkan Beasiswa Siswa SD, Orang Tua Segera Siapkan Berkas Sebelum 3 Juli
Gaji ke-13, TPP hingga Dana Desa Masih Dinanti, Apa yang Terjadi di Sungai Penuh?
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:37 WIB

Delapan Jabatan Eselon II Pemkot Sungai Penuh Masih Kosong, Kapan Buka Seleksi?

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:11 WIB

Uji Laboratorium Pupuk Subsidi Sungai Penuh Dimulai, Pemerintah Telusuri Perbedaan Fisik yang Dikeluhkan Petani

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:00 WIB

Polemik SPMB Berakhir, 14 Siswa Pondok Tinggi Akhirnya Diterima di SMA Negeri 2 Sungai Penuh

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:00 WIB

Petani Sungai Penuh Curiga Kualitas Pupuk Subsidi Bermasalah, Hasil Uji Sederhana Bikin Resah

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:10 WIB

SPMB SMA Negeri 2 Sungai Penuh Jadi Sorotan, Hardizal Minta Gubernur Jambi Turun Tangan

Berita Terbaru